Wednesday, October 22, 2008

Korean : Masak di Gang Gang Sullai La Piazza


Satu lagi resto yang bisa dipakai untuk “belajar memasak” [at least bisa dapat feel-nya laah! ;-D]. Namanya Gang Gang Sullai. Menyajikan masakan ala Korea. Bisa belajar masak makanan korea dong?? Bukannya masak, tapi menceburkan daging ke wajan hingga jadi makanan Korea ;-p hihihi...
Kemarin, 20 October 2008 Anna nganter ibu arisan di Gang Gang Sullai yang di La Piazza Kelapa Gading (heaven of food in Indonesia). Alhamdulillah, pasti daku bisa menyantap ‘all you can eat’ dengan gratis alias dibayarin ibu. Tarif yang dipasang adalah Rp 55.000 ++/person atau kalau nambah Ebi Furai Rp 75.000 ++/person. Additional : Vegetable Rp 20.000 ,- and Beef import....hhhmmm nambahnya lebih dari Rp 40 ribu-an gituh. Aku lupa tepatnya berapa.
Bayangan menikmati Bulkoki, makanan favorit-ku selama aku di Auckland luntur saat melihat potongan-potongan beef yang disodorkan untuk kami masak di wajan. Iiih, jadi kangen sama Bulkoki yang dijual di Queen Street deh. Secara yang di Queen Street emang diracik dan dimasak oleh orang Korea asli. Sedangkan yang di Gang Gang Sullai...hehehe...masakan sendiri dooong, tetapi bumbunya diracik oleh pihak resto-nya. Nih resto khan memiliki beberapa cabang ....franchaise gitu deh.
Harga diatas belum termasuk harga minuman yaaa....
“Ritual” bersantap di Gang Gang Sullai :
  • Waiters/Waitress menanyakan minuman yang dipesan.
  • Dihidangkan salad di tempat yang imut. Salat terdiri dari (antara lain) : wortel, selada, kol yang dipotong tipis-tipis dan diberi maiyones oranye (hhhmmm...seperti Thousand Island gituh, tapi yang satu-nya lagi! Mayo emang khusus untuk salad.)
  • Miso Soup yang tofu-nya cuma secuplik ;-D (Emang gitu “gaya” Miso Soup, banyakan airnya.)
  • Daging-daging mentah yang telah dilumuri bumbu disuguhkan, yakni : beef, chicken, calamary ditambah bihun (yang ini bisa langsung dilahap tanpa kami repot memasaknya terlebih dahulu).
  • Sreeeng....Sreeeng...Pletak!...Sreeeng......[Mulai deh kita masak! Oh iya sebelumnya minta nyala’in dulu kompor-nya.]
  • Makaaaan deeeh sampai habis. Aku paling banyak masak dan makan Chicken-nya, karena ibu yang masak-nya satu kompor sama aku nggak suka Chicken, sukanya cumi. Makan ‘diselingi’ minum Ocha, teh khas Jepang yang dingin.
  • Setelah makanan habis. Kami dihidangkan es krim.....
Selesai deeehhh.....en bulan depan aku diajak ikutan lagi. Belum dipastikan tempat-nya. Gak apa-apa deh gabung sama ibu-ibu yang jarang umur-nya bisa 3 kali lipat dibandingkan aku...hehehe...tambah menikmati hidup aku! At least sekarang ada jaminan dalam sebulan makan di restoran bagus secara gratis, karena arisan ibu-ibu ini keliling resto terus ;-D

No comments: