Sunday, August 14, 2016

Petualangan Kuliner 'INDONESIA IS ME' at Mall Bassura

Bassura City merupakan kawasan superblock yang terletak di Jakarta Timur, sangat strategis dikarenakan dekat dengan toll dalam kota, selintas dengan area perkantoran Kasablanka dan  mudah mencapai ke kawasan bisnis Kuningan dan Sudirman. Bahkan searah juga dengan kawasan Jakarta Timur yang  ramai dengan aneka kegiatan bisnis sekaligus kegiatan keluarga. Mudah dijangkau dari berbagai arah. Tak jauh dari Bandara Halim Perdana Kusuma , stasiun Jatinegara bahkan mudah menuju pelabuhan Tanjung Priok.
Saya diperkenalkan Bassura City  oleh pihak pemasarannya sejak belum di bangun karena Ibu saya membeli unit apartment di Kalibata City yang juga dikerjakan oleh Synthesis Development. Seringkali melintas di jalan tol dan melihat perkembangan pembangunannya, namun baru mendapat kesempatan ke lokasi Bassura City pada tanggal 6 Agustus 2016 ketika hadir undangan bersama Blogger Crony  dalam acara ‘Petualangan Kuliner Indonesia’ olahan Jakarta Food Adventure bekerjasama dengan Synthesis Development yang selama bulan Agustus 2016 mengadakan rangkaian acara kampanye  INDONESIA IS ME . Sesuai dengan semangat proyek-proyeknya yang mengangkat thema INDONESIA, seperti Bassura  diambil dari singkatan nama jalan lokasi proyek yang merupakan salah satu pahlawan Indonesia, serta Prajawangsa Apartment yang namanya sedemikian Indonesia era dahulu.
Saya jadi teringat lagi deh arti kemerdekaan yang saya cetuskan dan di muat di harian Kompas tanggal 16 Agustus 2007 (Ada di profil blog saya ini)  Nah, berarti benar dong jika kuliner merupakan bagian dari INDONESIA IS ME? :)

Tarian Pembuka
Acara Talkshow Dunia Kuliner memilih thema “Petualangan Kuliner Indonesia dan Kuliner Indonesia di Mata Dunia” dimulai pada pukul 13.00 oleh MC, Idfi Pancani. Pembicara talkshow siang itu adalah Ira Lathief (Pendiri Jakarta Food Adventure, Tour Guide dan Pemilik D’Marco Martabak) serta Harry Nazaruddin dan Lidia Tanod (Moderator JalanSutra dan Penulis Buku Kuliner ‘100 Maknyus Bali’ dan ‘100 Maknyus Jakarta’). Bukan pertama kalinya saya ‘bertemu’ dengan mereka, karena tahun 2012 saya menulis buku keroyokan bersama Ira Lathief dan Idfi P (Baca : Cinta #JakartaBanget). Serta tanggal 19 July 2016 saya mengikuti Workshop Food Photography and Writing Class dengan pengisi materi adalah Harry Nazaruddin dibantu oleh Lidia Tanod.


Siang itu Harry Nazaruddin (Lebih dikenal dengan panggilan Harnaz) dan Lidia Tanod berbicara secara ‘tandem’. Thema yang mereka bahas adalah ‘Apakah Kuliner Indonesia Layak Dipopulerkan di Luar Negeri?’ Mereka bercerita mengenai jamur Pelawan (Kulat Pelawan) yang harganya mencapai Rp 1,5 juta perkilogramnya. Ini adalah jamur eksotis asal Bangka dengan warna kuning langsat. Hanya tumbuh di daerah Pelawan  saat hujan dan petir. Jamur asal Bangka yang langka ini menurut Lidia rasa dan keunikannya bisa disandingkan dengan trufel asal Perancis.
Setelah Lidia menceritakan Kulat Pelawan, Harnaz melanjutkan cerita mengenai Latoh atau Bulung di Bali. Latoh adalah rumput laut berbulir yang memiliki potensi dijadikan sebagai bahan kuliner khas Indonesia siap mendunia.Di Okinawa Jepang memang ada rumput laut sejenis Latoh, tetapi hanya di makan tanpa diolah lebih lanjut lagi. Sedangkan di Lasem Jawa Tengah Latoh diolah menjadi menu Urap dan di Bali diolah menjadi Rujak. Sedemikian uniknya Latoh, di Lasem dijadikan sebagai salah satu motif batik Lasem. Keren yak?!
Ira Lathief menceritakan tentang berbagai pengalamannya ketika ia menjadi pemandu wisata international yang mendalami kuliner yang ada di Indonesia. Berbagai cerita mengalir, diantaranya pengalaman ketika ia memperkenalkan tukang kopi keliling ke turis-turis asing, mengajak wisatawan ke berbagai tempat kuliner di berbagai tempat di Jakarta yang memiliki pengaruh budaya dan kuliner antar bangsa, seperti : Explore Little India (Pasar Baru), Explore Old Town Batavia (Kota Tua), Explore Portugese Village (Kampung Tugu) dan Explore Little Arab (Cikini). Ira juga menjelaskan berbagai brand kuliner produk Indonesia yang telah go internesional, seperti Es Teler 77, Kebab Rafi, J Co,dll. Sejarah mengenai kuliner Indonesia juga diceritakan-nya, misalkan Kue Cubit Indonesia yang ternyata terinspirasi dari Pofffertjes (Kue Belanda favorit saya!), demikian pula mengenai Pindang Serani makanan khas Kampung Tugu yang banyak terinspirasi dari kuliner Portugis. Ternyata Pindang Serani ini ciri khasnya adalah bumbunya yang utuh – tidak dihancurkan/uleg dan tidak dipotong-potong – kemudian di bakar. Kata Serani berasal dari bahasa Melayu yang artinya penduduk peranakan Portugis.

ICIP – ICIP KULINER 

Usai talkshow yang menambah wawasan INDONESIA IS ME, kami diajak mencicipi beraneka kuliner Indonesia. Makanan-makanan tersebut tersaji di 2 tempat, yakni di Kantor Pemasaran Synthesis Development dan di booth pameran Prajawangsa Apartment. Adapun makanan yang kami icip-icipi adalah :
  • Sayur Babanci – Betawi (Historia Kafe)
Nama makanan yang lucu, ternyata penamaan makanan ini dikarenakan jenis-nya yang tidak jelas. Dikatakan sayur, tetapi tidak ada sayur hijau-nya, bukan soto bukan juga rasa kare. Berkuah namun tidak ada sayur-nya, sekilas mirip dengan kare tetapi rasanya berbeda dengan kare. Karena inilah maka makanan ini disebut dengan Sayur Babanci. Bahan dan rempah untuk membuat sayur ini bisa sampai 17 jenis dan diantaranya sudah sulit ditemukan di Jakarta, sehingga makanan ini juga jarang ditemukan penjualnya. Diantara bahan untuk membuat masakan ini adalah daging dan irisan kelapa muda. Makanan Betawi ini kini tersaji pada saat hari-hari besar, seperti saat hari Raya Idul Fitri dan Lebaran Haji. Salah satu yang menyajikannya adalah Historia Cafe.
  • Martabak Rendang (D’Marco Martabak)
Martabak Telur merupakan salah satu kegemaran orang Indonesia dari berbagai kalangan. Terutama di Jakarta sangat mudah menemukan gerobak penjual dari makanan yang menurut beberapa sumber memiliki pengaruh dari India. Selain mudah ditemukan di Indonesia, Martabak Telur juga mudah ditemukan di Singapore dan Malaysia. D’Marco Martabak meluncurkan inovasi baru dengan menyajikan MARTABAK RENDANG PEDAS yang juga dijual dalam kemasan beku (frozen food). Dan di D’Marco merupakan pelopor dan satu-satunya yang menjual Martabak Frozen.
  • Kue Kue Khas Kampung Tugu (Pisang Udang dan Ketan Unti) dari Enna Catering
Kampung Tugu di Semper Jakarta Utara dikenal juga dengan sebutan “Portugese Village), ternyata di sini kita akan mendapatkan kuliner khas-nya yang banyak mendapat pengaruh dari bangsa Portugis, diantaranya Pisang Udan dan Ketan Unti yang kami icip di Bassura City. Ibu Enna hanya memasaknya jika ada pesanan. Wah, saya harus memasukkan agenda berkunjung ke Kampung Tugu secara khusus nih karena sebenarnya kawasan Semper tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya.
  • Kue Timpan – Aceh dari RM Selera Kita
Ini salah satu makanan khas Aceh yang disajikan pada hari-hari besar Islam, terbuat dari tepung ketan berisikan Srikaya dan Telur. Tetapi memang kue ini sangat jarang ditemukan di rumah makan Aceh di Jakarta. Biasanya di rumah makan khas Aceh hanya menyajikan aneka Mie Aceh dan kari-kari ala India khan? Di Rumah Makan Selera Kita yang berlokasi di Pasar Baru menyajikan Kue Timpan ini apabila ada pemesanan. Wow, saya mencicipi kue ini di tanggal ulang tahun almarhum ayahanda jadi terharu deh, karena Ayah saya kelahiran propinsi Aceh. Terima kasih Synthesis Development yang sudah berkenan mengadakan acara ini dengan mengajak Jakarta Food Adventure dan Blogger Crony.
  • Es Pallubutung – Makassar dari Bikini’s Food
Es Pallubutung. Kalau dessert yang satu ini sebenarnya tidak terlalu asing bagi saya yang telah 2x berkunjung ke Makassar. Di Bassura City saya menikmati menu ini dari Bikini’s Food.
  • Kue Lampet – Batak Tapanuli
Jajanan Batak yang berasal dari Tapanuli ini mengingatkan saya pada kue Putu yang beberapa tahun lalu sering lewat di rumah saya. Jika kue Putu dibentuk dengan batang bambu, maka kue Lampet (Dibaca Kue Lappet) dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang. Terdapat 2 jenis Lampet, yakni Lapet Beras dan Lapet Ketan. Lapek yang paling terkenal adalah dari kecamatan Siborong Borong yang terletak antara Tarutung dan Boliga.
  • Teh Talua – Sumatera Barat dari Pak Datuak
Menurut saya Teh Talua hampir serupa dengan Teh Tarik Malaysia. Hanya Teh Talua menambahkan dengan telur kampung. Minuman hangat ini merupakan menu wajib di tiap warung traditional ataupun restoran khas Padang. Bahannya adalah campuran teh, gula, telur, dan sedikit perasan jeruk nipis. Teh Talua ini dianggap sebagai minuman berbudaya, bergengsi dan berkelas yang disajikan di acara yang dihadiri para pejabat, saudagar dan orang kaya loh! Tapi pada kenyataannya petani yang hendak meladang juga minum Teh Talu karena diyakini dapat menambah stamina. Dan saya juga menyenangi Teh Talua ini.

Asyik khan ternyata berpetualang kuliner INDONESIA IS ME?! Semoga saya bisa menikmati lebih banyak lagi menu-menu ini di penjualnya secara langsung. Semangat saya untuk mencicipi berbagai kuliner Indonesia juga semakin membara!

Tuesday, August 9, 2016

Blogger Gathering : A & W Indonesia National Day Promotion

Bulan Agustus merupakan bulan kelahiran Indonesia , dan juga bulan kelahiran Ayahanda saya. Tanggal 6 Agustus 2016 , tepat di hari ulang tahun Ayahanda, A & W Restaurants meluncurkan National Day Promotion. Saya baru memastikan hadir di acara peluncurannya pada malam harinya, agak sangsi untuk hadir tepat waktu di tempat acara, yakni di A & W Restaurant Cipete. Beberapa tahun lalu saya seringkali ke daerah sana, namun karena traffic Jakarta yang sejak 3 tahun ini teramat sangat tidak bersahabat bagi orang yang mobilitasnya tinggi, maka aktifitas sebisa mungkin saya fokuskan di daerah Jakarta Pusat, Kelapa Gading, Rawamangun, Kasablanka atau Cawang. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut dalam acara peluncuran menu tersebut, dengan mempertimbangkan bahwa acara berlangsung di  hari Sabtu dan saya sudah jarang beraktifitas di Jakarta Selatan lagi, jadi sekali-sekali nggak apa dong ngeluyur ke wilayah kelahiran saya yang salah satu area biang macet :D


Saya tiba di lokasi acara pada pukul 09.50. Ruangan sudah penuh, masih ada tersisa beberapa kursi, dan kebetulan kursi di sebelah Jeng Dewi masih kosong sehingga saya duduk di sampingnya. Setelah meletakkan tas saya mengambil sajian, pilihan jatuh kepada Fried Chicken, Fried Fries dan air mineral. Belum sempat melahapnya acara dimulai, tepat pukul 10. Nampaknya memang tepat waktu karena waktu yang tercantum di undangan adalah pukul 09.30 dan berarti pada jam itu peserta sudah melakukan registrasi, menikmati hidangan dan sudah melakukan livetwit serta posting foto di instagram yang dilombakan. Sedangkan saya tidak sempat melakukan aktifitas tersebut karena saya baru tiba di lokasi acara pukul 09.50.
Rangkaian menu yang diluncurkan telah berada di depan kami semua . 


NATIONAL DAY PROMOTION merupakan 3 edisi desain terbatas Rooty Picnic Barrel dengan paket hemat combo, yakni : Best Friends Forever (BFF) Picnic Barrel. Promo berlaku mulai 1 Agustus 2016 di Jabodetabek dan 8 Agustus 2016 di 230 A & W Restaurants seluruh Indonesia. 
Terdapat 3 desain barrel yang berbeda-beda, masing-masing dengan maskot Rooty Bear A & W Restaurants yang sedang melakukan 3 cabang kegiatan olah raga favorit di Indonesia, yakni : Sepak Bola, Bulu Tangkis dan Bersepeda. Wah, sesuai sekali ya dengan ramainya kegiatan olah raga dunia di bulan Agustus 2016? Bertepatan dengan diselenggarakan pesta olah raga terbesar di dunia, Olimpiade 2016 di Rio  Brazil. 

Barrel tersebut terdiri dari paket :
Edisi Terbatas BFF Rooty Barrel (Harga Mulai Rp 69.500) : 
  • 2 Golden Aroma Chickens 
  • 2 Nasi 
  • 2 Perkedel 
  • 2 RB (Regular)

A & W Rooty Picnic Barrel 1(Harga Mulai Rp 79.000) : 
Dok.A & W
  • 2 Golden Aroma Chickens 
  • 1 Beef Burger 
  • 4 Chicken Chunks 
  • 1 Nasi 
  • 2 RB (Regular)

A & W Rooty Picnic Barrel 2 (Harga Mulai Rp 98.000) : 
  • 4 Golden Aroma Chickens
  •  4 Chicken Chunks 
  • 2 Nasi
  •  2 RB (Regular)
A & W Rooty Picnic Barrel 3 (Harga Mulai Rp 87.000) : 6 Golden Aroma Chickens
A & W Rooty Picnic Barrel 3 (Harga Mulai Rp 95.000) : 6 Spicy Aroma Chickens
A & W Rooty Picnic Barrel 3 (Harga Mulai Rp 90.000) : 3 Golden Aroma Chicken dan 3 Spicy Aroma Chicken

Selain melaunching berbagai paket menu tersebut, kami – para bloggers juga dijelaskan mengenai A & W Mini Coupon yang memiliki 2 versi, versi online yang bisa kita peroleh di website-nya serta kupon kertas yang dibagikan kepada kami pagi itu. Berbagai diskon yang menguntungkan bagi konsumen dapat diperoleh dengan menggunakan kupon tersebut. Kupon berlaku hingga 31 Oktober 2016. Lumayan bangeeet....!

GAME DAN KOMPETISI SERU!

Dok. A & W
Dari Lomba Joget Balon sampai SocMed Contest
Pagi itu juga kami mengikuti kompetisi joged berpasangan dengan menggunakan balon. Haduh saya yang bersama Jeng Dewi tidak sampai babak akhir, padahal sebenarnya nyaris bisa memenangkan tuh...hehehe...Sebelum usai acara diumumkan pemenang-pemenang game dan kompetisi pagi itu, diantarannya : Ibu 3 anak, Suci bersama pasangan jogednya memenangkan joged balon, serta Bapak 2 anak, Agung Han memenangkan Instagram Photo Competition...Waktu saya lihat foto-fotonya memang oke, terdapat pose Sang Anak memainkan bola di taman depan A & W Cipete. Sedangkan Best Dress dimenangkan oleh seorang wanita yang lengkap menggunakan bandana olahraga dan saya belum mengetahui namanya...hehehe...


Pukul 11an kami pulang, dan di lantai bawah sambil menunggu Uber Car yang di pesan Neng Nissa saya memesan Root Beer Float terlebih dahulu. Rasanya memang nggak komplit kalau mampir ke A & W Resto tanpa memesan minuman khas-nya. Pertama kali yang saya kenal dari A & W Resto khan Root Beer Float-nya, dan Alhamdulillah A & W Restaurants Indonesia telah mendapatkan sertifikasi Halal dari LPPOM MUI untuk ketiga kalinya, yang berarti bisa mempertahankan kepercayaan bagi lebih dari 210 juta konsumen Muslim di Indonesia.

Friday, June 10, 2016

Momi & Toy’s Creperie, Kekayaan Rasa Crepes di Lippo Mal Kemang


Berkunjung ke Momi & Toy’s Creperie di Kemang Village pertama kalinya pada tanggal 23 Juli 2015 ditraktir Bimo. Ketika itu kami datang berenam. Hingga akhirnya kembali saya berkunjung ke sini diundang oleh management sebagai Foodblogger/Instagramer
Kamis, 26 Mei 2016 saya dan Nona Tukang Makan menikmati hidangan di Momi & Toy;s Creperie. Saat itu tersedia menu promo, yakni Waffle. Ada 3 menu waffle yang di tawarkan di Lippo Mal Kemang hingga 12 Juni 2016. Menu waffle tersebut adalah : Nutella Cheese WaffLe , Nutella Banana Waffle  dan Matcha Nutella Waffle (Rp 54,900). Setelah ini akan ada menu baru yang kembali ditawarkan, jadi secara berkala mereka menyajikan menu promo yang hanya ditawarkan di bulan-bulan tertentu.
Pada kesempatan siang itu saya dan Nona Tukang Makan mencicipi Nutella Cheese Waffle dan Nutella Banana Waffle. Karena sudah kekenyangan kami tidak mencicipi Matcha Nutella Waffle-nya. Sebenarnya sayang banget karena saya lihat fotonya terlihat sangat menggiurkan dan terkesan unik.
Kulit crepes dan waffle di Momi & Toy’s tidak kering, justru empuk dan lembut (Moist) . Hal ini dikarenakan bahan crepes/waffle tersebut berbahan tepung almond. Jadi asyik banget deh dinikmatinnya, nggak bikin batuk. Crepe disini memang berbeda dengan crepe lainnya yang beroperasional di Indonesia. Ternyata komitmen Momi & Toy’s memang melayani crepe asli yang terbaik yang belum pernah ada di Indonesia. Produk utamanya adalah “Meltingly Crepe”, merupakan merek terkemuka di kelas Premium Crepes.

NUTELLA CHEESE WAFFLE (Harga 1 pcs Rp 14.9K dan 2 pcs Rp 29.9K)
Sesuai dengan namanya waffle ini ditaburi dengan keju dan nuttela. Walaupun tidak terlalu istimewa namun Nutella Cheese Waffle ini memiliki nilai tambah dari rasa waffle-nya yang tebal dan lembut. Keju yang ditabur juga banyak, demikian pula nutella coklatnya. Oke-lah untuk penggemar waffle yang nggak mau neko-neko dalam rasa. 

NUTELLA BANANA WAFFLE (Ro 49.9K)
Waffle yang disajikan dengan 2 scoop ice cream coklat dan vanila, potongan buah pisang dan di taburi oleh nutella, potongan kacang almond serta diberi 2 stick pocky coklat. Kekuatan rasa manis pada topping-nya melumer di mulut dengan sensasi gurih dari waffle-nya.

MATCHA NUTELLA CREPES (Harga Rp 29.9K)
Dikarenakan kami berdua sudah merasa kenyang maka saya membawa pulang Matcha Nutella Crepes yang menjadi salah satu favorit di Momi & Toy’s. Waktu memakannya saya merasakan rasa matcha-nya sangat kuat, sepertinya ada serbuk matcha di dalam crepes ini selain nutella dan bubuk coklat semacam Ovaltine/Milo. Barangkali terasa sedikit pahit, tetapi saya menyukai rasa pahitnya. Pahit yang bikin nagih, seperti pahitnya pare dan jamu. Pahit namun menyehatkan...hehehe...yup Matcha memang memiliki manfaat bagi kesehatan, memperkuat pertahanan imun dan baik sebagai detoxification. Banyak deh manfaat lainnya bagi kesehatan.

BLACK & WHITE PREMIUM CREPES (Harga Rp 59.9K)
Sebenarnya justru ini yang jadi favorit saya! Ada 3 gulungan crepes yang dibentuk seperti gulungan lumpia. Di  dalam gulungan crepes tersebut duusu debfab butekka, skippy dan toblerone. Diberi topping vanila ice cream, coklat cair, cocoa, gula bubuk, almond dan crunch. Rasanya seru antara manis,asin dan gurih. Black & White Premium Crepes ini dapat dipesan tanpa batas waktu selama persediaan masih ada.

Selain menu tersebut kami berdua juga disuguhi minuman : 
MOMY & TOY’S ORIGINAL FRUIT TEA (Harga Rp 34.9K)
Teh yang dicampur dengan lemon, leci, peach dan daun mint. Dapat dipilih antara yang hot atupun dengan ice. Saat itu kami minum yang hot, aromanya mantap dan segar di tenggorokan. Kebayang deh yang ice pastinya lebih segar.
Harga-harga diatas belum termasuk tax ya...
Jika kalian berminat untuk menikmati berbagai crepes premium di Momi & Toy’s Creperie, silakan datang di lokasi-lokasi ini :
Lippo Mall Kemang 3rd Floor Jakarta Selatan
Gandaria City UG Floor Jakarta Selatan
Maxxbox Lippo Village Ground Floor Tangerang
Tunjungan Plaza 3-5th Floor Surabaya
Frangipani Nusa Dua Bali

Monday, May 23, 2016

Tradisi dan Wasiat Almarhum Ayah Adalah Makan Bersama Keluarga


Setiap tanggal 27 Mei saya berulang tahun, berarti tidak sampai seminggu lagi. Tak sampai sebulan lagi bulan Ramadhan tiba. Setiap menjelang Ramadhan keluarga besar kami berkumpul sambil makan bersama. Memang dalam sebulan selalu ada anggota keluarga kami yang berulang tahun, dan kami senantiasa makan bersama di restoran atau memesan catering untuk 50-100 orang. Berbagi cerita, bercengkerama dan senantiasa menjalin kekerabatan sambil menikmati makanan yang terhidang.  Meneruskan tradisi dan  “wasiat” dari almarhum Ayah , bahwa sesibuk apapun kami harus menyempatkan makan bersama didalam satu ruangan. Tahun ini kebetulan ulang tahun saya berdekatan dengan bulan Ramadhan maka keluarga besar telah berencana untuk berkumpul makan bersama pada tanggal 29 Mei 2016. Merayakan ulang tahun saya sekaligus silaturahim menyambut bulan Ramadhan. Kali ini tidak di restoran atau memesan prasmanan catering karena kami akan mengadakan “family party” dengan cara “potluck”. Potluck adalah pesta dengan tamu membawa makanan masing-masing yang akan di makan bersama-sama. Seru dan seringkali diadakan oleh keluarga saya :)
Sebagian keluarga "inti" Orang Tua Saya usai Makan Bersama

Saturday, March 26, 2016

SWISS CAFE at Swiss Belresidence Kalibata,Resto Hotel Konsep Bistro


Setelah menyaksikan Little Chef Cooking Class di lantai bawah dan hotel tour melihat-lihat berbagai fasilitas dari Swiss Belresidence Kalibata, maka kami menuju ke Swiss Cafe untuk makan siang. Wah, tepat 2 tahun 1 hari yang lalu saya breakfast di Swiss Cafe Belinn Panakukkang Makassar Sulawesi Selatan tanggal 19 Maret 2014 dan 20 Maret 2016 saya lunch di Swiss Cafe Restaurant Swiss BelResidences Kalibata. Nama Swiss Cafe memang sudah pasti digunakan sebagai nama restaurantnya  oleh semua jaringan international Swiss Bel seluruh dunia.
Swiss Cafe di Kalibata termasuk lumayan luas. Oke banget untuk kongkow atau mengadakan reuni/ulang tahun/gathering/arisan di sini. Kami berdelapan duduk di teras restaurant yang non-AC, tetapi tidak berasa gerah dan pepohonan merindangi bangunan di sekelilingnya. View kolam renang Woodlands Apartment ada dalam pandangan mata di hadapan kami. Benar – benar terlepas dari kebisingan kota.

Oxtail Soup Black Pepper
Menu dibagikan kepada kami. Waitress menjelaskan kepada kami menu yang sedang promo di bulan Maret 2016. Oxtail Soup dengan 8 bumbu rasa! Saya sempat ‘meringis’ karena Oxtail Soup bukan makanan yang saya gemari! Tetapi sungguh saya tidak mau melewati kesempatan petualangan kuliner di resto hotel bertaraf international dengan menu Indonesia asli. Dengan mantap saya memesan “Oxtail Black Pepper Soup”. Berbeda dengan menu yang disajikan saat breakfast, maka menu yang ditawarkan pada saat lunch adalah ala carte. Boleh dikatakan makanan ala carte disini relatif terjangkau dengan standard hotel international berbintang 4.
Mengundang Chef Novan untuk berbincang bersama kami mengenai masakan yang di sajikan di Swiss Cafe Kalibata

Oxtail Soup Garang Asam
Oxtai Soup "Regular"
Menurut Sang Chef menu oxtail soup yang disajikan oleh Swiss Cafe Swiss Belresidences Kalibata memiliki favorit : Saos Padang, Black Pepper dan Pesmol. Menggunakan oxtail lokal dengan tingkat kepedasan nggak ada levelnya, tetapi tamu dapat request jika memang tidak menyukai rasa pedas.

Nasi Rawon
Seafood Revioli (Pasta) @ Rp 78K
Signature menu yang terdapat disini adalah : NASI GORENG KALIBATA  Rp 88K (Dengan ciri khas Teri Balado dan Pete) dan NASI KEMANDORAN Rp 78K (Dengan Opor Ayam, tumis jagung, jeruk limau) .
Setelah promo menu variasi oxtail soup 8 rasa di bulan berikutnya akan ada modifikasi noodle dan bakso (meat ball) . Wah, siap-siap lagi nih....

Pisang Goreng
Aneka Gorengan : Combro, Otak Otak, Pastel, Singkong
Bila kita tidak bermalam di Swiss Belresidence Kalibata, Swiss Cafe Restaurant tetap dapat menjadi alternatif untuk makan di sini deh, karena konsep-nya bistro maka porsi makanan yang disajikan lumayan besar. Mantep, baik rasa maupun ukuran porsi! 
Menu lainnya yang tersedia diantaranya : Spaghetti with Meatballs Rp 78K, Mie Goreng Jawa dan Mie Jawa Rebus @ Rp 88K, Ayam Bakar Taliwang Rp 98K,  Wok Fried Beef Tenderloin Black Pepper Rp 68K, Sweet Sour Fish Rp 68K, Chicken Kung Pao Rp 68K, Iga Bakar Jakarta Rp 180K, Soto Bandeng Rp 58K, Gado Gado dan Ketoprak @ Rp 58K, Rawon Daging Rp 78K . Wah, termasuknya menu disini sangat bervariasi dengan harga dibawah seratus ribu....plus tax ya karena yang namanya tax di berbagai resto standard hotel pasti mengenakan tax dan service :)

Zuppa Soup-nya saja double gini.... :) Rp 78K
Mountain Dew (Kiwi,Mint,Soda) Rp 45.K

Saya katakan diatas bahwa saya bukan penggemar oxtail soup, tetapi begitu makanan yang pesan datang, saya langsung menikmati-nya! Sedap sekali loh...di melewati tenggorokan dengan mulus dan tidak berlemak seperti yang saya bayangkan. Jujur, baru sekali ini saya benar-benar menikmati oxtail soup, apalagi dengan modifikasi resep seperti ini. Black pepper-nya pedasnya tidak "menusuk" dan ada rasa manis gurihnya.


Swiss Cafe Restaurant at Swiss-BelResidence Kalibata
Jln Kalibata Raya No 22 - Jakarta Selatan (12740)
Depan Kalibata Plaza dan Stasiun Kalibata