Tuesday, January 26, 2016

Ulang Tahun Qian di Raja Rasa Sundanese & Sea Food Jakarta



Seumur hidupnya Qian akan merayakan ulang tahunnya...hehehe, yes! Ulang tahun ke-1 ini Ayahnya mengundang keluarga besar kami makan siang bersama di Jakarta. Jakarta? Iya, khusus loh Qian, ayah dan ibu serta neneknya dari Sang ibu plus Umi (Assisten rumah tangga keluarga Ayah Qian yang juga dulu membantu mengasuh Ayah Qian sejak SMP) datang ke Jakarta dari Makassar Sulawesi Selatan untuk syukuran ulang tahun Qian. Tentang kehadiran saya pada pernikahan orang tua Qian bisa di baca di SINI(Banyuwangi) dan saat honeymoon bisa di baca di SINI (Bali).

Awalnya Ayah Qian ingin makan siang bersama di salah satu resto kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Mengingat lokasi keluarga besar kami di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat yang lebih dekat ke Kelapa Gading. Tetapi waktu saya diminta untuk survey tempat tersebut...loh kok resto-nya udah nggak ada? Menurut kakak saya resto tersebut sudah pindah, tetapi berhubung saya belum sempat survey lagi maka kami makan siang syukuran ultah Qian di Raja Rasa Sundanese & Sea Food yang terletak di daerah Ampera (Cilandak-Pasar Minggu) Jakarta Selatan.
Ibu saya sudah beberapa kali silaturahim dan arisan dengan keluarga besar veteran di restaurant ini. Biasanya kakak ke-5 saya yang mengantar beliau. Jam ½ 11 kakak ke-3 saya beserta suami, anak bungsu dan sopirnya menjemput saya dan ibu. Kami langsung berangkat menuju lokasi melalui By Pass – Cawang – Kali Bata – Raya Pasar Minggu – Pejaten dan sampailah kami di lokasi. Diantara keluarga besar, kami yang pertama kali datang – disusul oleh kakak saya ke-7 dengan kedua anak gadisnya. Gimana sih,yang punya hajat malah belum sampai? Hehehe. Ayah Qian 2 hari sebelumnya sudah booking ruangan privat untuk 40 orang.

Ruangan Acara dan Tempat Makan

Raja Rasa Sundanese & Sea Food menyediakan berbagai tipe tempat makan. Ketika kami tiba di lokasi ternyata ada beberapa acara di berbagai tempat yang terpisah-pisah. Jadi terasa privat-nya deh. Kami mendapatkan ruangan di belakang dekat dengan kolam ikan yang rame ikannya. Disekitarnya terlihat bangunan-bangunan mungil mirip saung tetapi tertutup kaca dan berpintu. Ketika saya intip ternyata banyak yang sudah di-reservasi. Pada brosur-nya tertulis bahwa resto ini memiliki tipe ruangan, yakni : Dining Hall dengan kapasitas 400 orang, 4 ruangan VIP, 7 Privat Saung dan Ruangan Meeting. Parkirnya lumayan luas, tetapi karena pada saat bersamaan ada beberapa acara terpaksalah diantara kami mobilnya parkir menggunakan jasa valet. Jadi kalau mau mengadakan resepsi pernikahan bisa diadakan disini. Seminar, gathering, press conference, reuni, arisan, ulang tahun, kumpul keluarga...semua bisa disesuaikan keperluannya dan tidak bercampur baur dengan tamu lain.

Makanan dan Pelayanan 

Raja Rasa Restaurant juga memberikan layanan delivery paket nasi, diantaranya : Nasi Ulam Bali, Nasi Goreng, Nasi Timbel, Nasi Ma’ Ke Ke (Yang terakhir saya belum ngerti macam mana...hehehe). Ketika makan siang syukuran ulang tahun Qian kami tidak memesan makanan sendiri, melainkan sudah dipesankan menu-nya oleh Ayah Qian saat booking. Kami hanya memesan minumnya, saya memesan Juice Strawberry dan Es Teh Tawar. Walaupun sudah pesan tanpa gula tapi saya merasa juice strawberry tersebut kemanisan. Entahlah apakah yang memang dipake’in gula atau tanpa gula tapi ditambahin sirup. Tolong dong untuk resto-resto untuk memperhatikan soal penggunaan gula! Untuk lebih jelasnya kenapa saya lebih memilih tidak menyukai gula, silakan baca deh artikel saya DISINI.
Pelayanan dari waiter/waitress-nya lumayan sigap kok. Kami tidak ada komplain. Mereka inisiatif meletakkan minuman yang kami pesan di meja pojokan sehingga mempermudah kami untuk mengambilnya. Saat masih belum semua yang datang mereka mengantar minuman tersebut satu persatu ke kami. Maklumlah kalau berikutnya pesanan di letakkan di meja yang disediakan. Bisa jadi yang ambil order minuman tersebut bukanlah yang mengantarkan pesanan, jadi mereka tidak mengerti harus diantarkan siapa. Peralatan makanan juga tersedia lengkap tanpa kita minta, misalnya piring dan alat pemecah untuk cangkang kepiting.
Makanan yang kami pesan, silakan lihat foto-fotonya ya. Ini sebagian makanan saja, masih ada yang tidak terfoto oleh saya karena belakangan ada pesanan tambahan bagi yang datang diatas jam 12 siang. Sesuai namanya “Raja Rasa” makanan yang disajikan sangat berani dalam memberi bumbu. Selamat menikmati :)







Saturday, January 23, 2016

Rumah Makan Ayam Betutu, Kuliner Khas Gilimanuk Bali di Jakarta Timur

Pertama  kali mencicipi makanan khas Gilimanuk Bali ini justru di rumah. Keponakan kami, Owien lolos jalur undangan ke IPB dan orang tuanya mengadakan syukuran dengan memesan banyak makanan di Rumah Makan Ayam Betutu yang berlokasi di Rawamangun – Jakarta Timur. Jadi kami menikmatinya di rumah orang tua kami beramai-ramai. Paket dalam box yang juga merupakan menu pesan antar.

Menu paket dalam box yang bisa delivery atau take away adalah : 
Nasi Campur Bali , Ayam Betutu, Bebek Betutu yang harga perbox RP 38.000, Ayam atau Bebek Betutu Goreng harga perbox Rp 40.000 dan Ayam/Bebek Betutu Bakar harga perbox Rp 45.000
Nasi Campur Bali (Menu lunch saya 23.01.2016)
Sayur Nangka
Sejak itu saya dan kakak pertama saya seringkali membeli makanan di sini. Menu favorit saya adalah : Nasi Campur Bali. Dengan harga perporsi Rp 38.000 kita dapat menikmati nasi dengan berbagai macam lauk pauk! Lauk pauk tersebut adalah : Sambel Matah, Kacang Goreng, Sayur Urap, Telor Bumbu Bali, Tumm Ayam, Ayam Sisit, Ayam Bumbu Rajang, Sate Lilit, Sate Tusuk dan Sayur Nangka. Rameee khan lauknya? Hahaha...Dengan label berhuruf Arab dan latin bertuliskan halal setidaknya menambah kenyamanan saya dalam menikmati makanan tersebut. You know-lah kebanyakan Nasi Campur Bali yang di jajakan di Bali (khususnya) adalah non halal. Andaikan tidak mengandung babi, setidaknya ada lauk lainnya yang jelas tidak diperbolehkan bagi kaum muslim. Lebih asyik lagi nih yach kalau label halal-nya yang memang bersertifikat dari lembaga resmi.
Ayam yang digunakan di Rumah Makan Ayam Betutu ini adalah ayam kampung. Semua menu diolah dan disajikan secara traditional. Bumbu yang digunakan juga bumbu asli khas Gilimanuk Bali.  Ada lebih 50 menu yang ditawarkan. Diantaranya adalah yang telah saya sebutkan diatas sebagai menu paling khas, juga ada aneka masakan khas Bali lainnya yang terdapat di Nasi Campur Bali dapat dipesan perporsian.
Selain itu ada : Cumi Goreng Tepung, Udang Bumbu Bali, Udang Goreng Tepung, Ikan Tenggiri Betutu, Ikan Tenggiri Goreng, Sup Ikan Tenggiri, Belut Bumbu Bali, Belut Goreng Besar, Ikan Bakar Jimbaran dan Lawar Ayam. Bahkan Plecing Kangkung juga bisa di dapatkan di sini (Padahal biasanya ingetan langsung ke pulau tetangganya kalau mendengan Plecing Kangkung!). Sambel Khas Bali yang tersedia adalah : Sambel Matah, Sambel Mbe, Sambel Terasi dan Sambel Kecombrang

Atmosphere dan Kebersihan

Berada di pinggir jalan 2 arah rumah makan ini nampak mudah di kenali karena bernuansa Bali, dengan pintu ukir, payung khas Bali dan juga board nama “Rumah Makan Ayam Betutu , Kuliner Khas Gilimanuk-Bali”. Yang saya kurang sreg adalah gambar pada logo-nya, wajah cowok yang terpampang kok aneh gitu ya? Mudah di kenali sih, tetapi lebih berselera makan lagi jika logo-nya bernuansa keindahan Bali saja.
Tidak tersedia WiFi. Ruangan makan kebanyakan adalah meja besar, sehingga kalau makan hanya sendirian atau berdua saja mejanya terasa luas. Ada semi outdoor yang terbagi di 2 bagian, sisi kiri dan sisi kanan yang lebih tertutup. Ada juga indoor yang ber-AC. Kondisi lumayan bersih, walaupun bisa lebih bersih lagi jika petugas lebih mau memperhatikan. Kalau duduk di ruang semi outdoor (khususnya sebelah kiri) agak repot karena petugas tidak ada yang berjaga disana. So kalau mau kabur nggak bayar lumayan mudah loh...hahaha....don’t try euy! :p

Note tambahan :
Saya dan keluarga besar saat berlibur ke Bali di akhir tahun 2012 (Baca : Christmas Holiday in Bali and Lombok) sempat mampir makan siang di salah satu cabang di Bali. Ternyata kami merasakan lebih lezat yang di Rawamangun ini loh, baik makanannya maupun suasananya. Yang di Bali pelayanannya agak lama dan banyak menu yang habis. Tetapi itu pengalaman kami di tahun 2012 ya, barangkali saja sekarang sudah lebih baik lagi.

Alamat Rumah Makan Ayam Betutu – Kuliner Khas Gilimanuk, Bali :
Jln. Balai Pustaka Timur No.25 Rawamangun – Jakarta Timur (Telp.021-4718945)

Sunday, December 27, 2015

One Fine Day With Bengawan Solo Coffee

Sabtu, 28 November 2015 saya mendapatkan undangan dari Openrice untuk hadir dalam acara “ONE FINE DAY With Bengawan Solo Coffee" di unitnya yang berada di Kota Kasablanka. Hal yang sangat familiar bagi saya karena hampir setiap hari melewati dan mampir di Kota Kasablanka. Head Office perusahaan saya beraktifitas berada di area ini. Serta operasional office tempat saya beraktifitas hanya beberapa meter dari ITC Kuningan, dimana terletak retail pertama dari Bengawan Solo yang beroperasi sejak Mei 2003. Seringkali saya mampir membeli minuman di outlet ini, bahkan saya pernah menceritakan di SINI.
Awal dibukanya Bengawan Solo Coffee memiliki konsep ‘take away concept’ dengan model push cart yang kemudian berkembang menjadi in line store dan island store. Line Store dan Island Store memungkinkan pelayanan yang lebih maksimal karena konsumen dapat duduk santai, membicarakan bisnis/pekerjaan atau kegiatan lainnya. Contohnya seperti yang saya lakukan ketika mewawancarai seorang Coffee Conoisseur di Bengawan Solo Coffee ITC Kuningan. Ditambah dengan fasilitas free WiFi tentunya sangat membantu konsumen dalam browsing atau berkomunikasi melalui jaringan internet. Konsep ini terus berkembang dalam proses mencapai tujuan menjadi nomor satu. Bengawan Solo Coffee ingin menjadi Kedai Kopi yang diingat karena konsumennya yang selalu rindu dengan suasana dan rasa dari racikan kedai kopi asli Indonesia. Banyaknya pesaing menjadi Bengawan Solo Coffee harus cermat dalam menjalankan bisnis kopi dengan strategi pemasaran.
Pada hari event diselenggarakannya Openrice Gathering ‘One Fine Day with Bengawan Solo Coffee’ saya tiba 1 jam lebih cepat dari jadwal acara karena saya baru selesai Yoga di salah satu gym yang tidak jauh dari Kokas. Panitia dari Bengawan Solo Coffee sedang mempersiapkan tempat acara. Saya memanfaatkan free wifi yang tersedia disana. Begitu meja registrasi dibuka, saya langsung mendaftar ulang dan mendapatkan goodiebag beserta kartu menu. Saya memesan dalam jajaran Ice-Blended Java Avocado (Traditional and Flavorfull), kemudian duduk di area lokasi acara. 

Minuman dan cemilan saya saat One Fine Day BengSol & Openricer
Tak lama kemudian hadir undangan yang diantaranya influencer media sosial dan para lifestyle dan food blogger yang sudah saya kenal di berbagai event. Acara ONE FINE DAY diadakan oleh BSC bermitra dengan Bank Danamon, Openrice, Dilmah, Ruby Coffee Machine, Greemfield, Fairy & Square, Diamond dan Mal Kota Kasablanka.

Persiapan 3D Latte Art
Berbagai acara dipersembahkan oleh Bengawan Solo Coffee, diantaranya kompetisi nge-tweet tercepat, Instagram Photo dan mini tutorial 3D latte art serta kompetisi latte art logo BSC secara berkelompok. Cihuynya nih, saya memenangkan “Instagram Photo Competition”...yeaay, dapet deh voucher ngombe kopi senilai Rp 100.000 dan sebuah mug. Voucher-nya bermanfaat sekali loh, karena saya termasuk “Hard Coffee Drinker”! Dalam 1 minggu saya bisa berkunjung ke kedai kopi 2-3 kali, dan Bengawan Solo Coffee memang termasuk yang jadi favorit saya dalam ngombe kopi. 

Ini foto saya yang menang Instagram Photo Competition "One Fine Day"
Sejak dahulu saya memang penggemar kopi, ketika belajar di Belanda dan Selandia Baru saya seringkali menikmati kopi di berbagai kedai kopi yang ada di hampir setiap sudut public area disana. Keharuman kopi laksana aromatherapi bagi saya selama belajar. Yup, seringkali di sudut toko buku terdapat kedai kopi yang aroma-nya menyerbak ke penjuru toko. Kini lifestyle itu telah berkembang di Indonesia, tentunya sebagai gerai kopi asli Indonesia BSC harus terus melakukan ekspansi agar kopi dan kedai kopi-nya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bahkan menjajah produksinya ke luar negeri. Pasti bisa dong dengan dukungan penggemar kopi di tanah air, Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ke-empat di dunia loh!

Bengawan Solo Coffee Kota Kasablanka : Terletak di Food Society. Selain di dalam store-nya, kita juga dapat ngombe kopi dan menikmati kudapan di ruang luar depan store. Di sini-lah yang dijadikan lokasi penyelenggaraan acara "One Fine Day with Bengawan Solo Coffee

Sebagian hampers for BengSol "One Fine Day"

Setelah acara "One Fine Day with Bengawan Solo Coffee" usai, inilah beberapa kunjungan saya ke BSC lainnya. Sebagian dari 50 cabang BSC yang tersebar di Indonesia. Yuuk ah, mari majukan usaha lokal...mari dukung kopi Indonesia untuk go international. Setidaknya mari kita jadikan kopi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri!

Bengawan Solo Coffee Pacific Place : Usai menghadiri MarkPlus Conference di Ritz Carlton Hotel tanggal 10 December 2015 saya menyempatkan diri turun ke lantai bawah untuk minum kopi di BSC Pacific Place. Outlet ini tidak besar, tetapi mudah di temukan karena dekat dengan eskalator dan traffic pengunjung Pacific Place yang masuk melalui jalur pejalan kaki. Saya bermaksud ngopi-ngopi sambil mengedit beberapa foto dan tulisan secara online. Sayangnya saat itu BSC PP wifi-nya tidak lancar. Saya melihat sekeliling meja dan kursi yang ada di BSC tampak penuh...hahaha, saya tahu diri-lah nggak berlama-lama nongkrong...hihihi, curiga kalau modem wifi-nya dimatikan deh supaya saya beranjak pergi.... 

Meja mungil di BSC Pasific Place. Unik dengan bertabur biji-bijian kopi dilapisi kaca


Crispy Brownies di BSC Pacific Place
Bengawan Solo Coffee Kelapa Gading Mall : Lokasinya di lantai 3 antara Food Temptation dan Gading XXI. Sederetan dengan beberapa F & B stores lainnya. Ada ruangan yang dibatasi kaca dengan ruang lainnya. Oke banget kalau kita mau ngombe kopi dengan ketenangan khusus sambil ber-wifi ria atau jika bermaksud meeting dengan suasana lebih privacy. Ketika saya kesana bersama kakak (Saya memesan Hazelnut Latte) wifi-nya lancar dan petugas-nya ramah.

Ruang dalam BSC Mall Kelapa Gading
Bengawan Solo Coffee La Piazza Kelapa Gading : Lokasinya di pintu masuk depan Taman Jogging, non-AC karena di ruangan terbuka. Anginnya lumayan kencang waktu saya ke sana sehingga tissue beterbangan dari meja saya...hehehe...tapi asyik-lah, serasa ngopi di pantai. Apalagi ada free wifi. Penasaran dengan “Java Ramen” akhirnya saya memesan makanan yang identik dengan masakan Jepang ini di BSC La Piazza Kelapa Gading. Ternyata ini adalah mie instan yang diberi ekstra bumbu serta di tambahi telor asin. Terpuaskanlah rasa keingin tahuan saya terhadap “Java Ramen” versi Bengawan Solo Coffee.

Java Ramen dan Original Poppucino pengisi sore...
Bengawan Solo Coffee Mall of Indonesia (MOI) : Minggu, 27 Desember 2015 tiba-tiba saya ingin ngombe kopi . 4 hari berturut-turut libur dan 3 hari sudah beraktifitas liburan bersama kerabat dan teman, maka sekarang saya ingin menikmati ‘me time’. Langsung saya menuju MOI di kawasan Kelapa Gading. BSC MOI berada di salah satu sudut di wahana bermain anak-anak. Siang menjelang sore saya kesana suasana sangat ramai di sekitar BSC, maklumlah liburan, namun saya bisa dengan asyik menikmati Hazelnut Latte sambil mengirim berbagai pesan dan foto melalui aplikasi chatting dan email ke My Lovely di luar negeri. Di BSC MOI wifi-nya luaaannncaaarr....
BSC Mall Of Indonesia (MOI) Kelapa Gading

WIFI dan Media Social
Dari tadi saya begitu perhatian dengan wifi masing-masing BSC yach? Hehehe, beginilah orang yang menjalankan LDR. Jadi merupakan hal penting jika memilih suatu tempat tongkrongan yang wifi-nya lancar. Kelihatannya mojok dan ngombe kopi sendirian, padahal sebenarnya lagi “pacaran” dengan pasangan yang berada ribuan kilometer. Dengan adanya wifi di sebuah tempat tongkrongan – menurut saya hal tersebut juga merupakan strategi marketing bagi industri hospitality. Yaa, asal konsumennya sadar diri deh, jangan hanya pesan 1 minuman tetapi nongkrong dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Sesuai dengan perkembangan jaman pula maka BSC mulai merambah media sosial. Dalam media sosial BSC mem-branding dengan istilah Bengsol. Bengsol memiliki beberapa account di dunia media sosial, yakni di : Facebook (Bengawan Solo Coffee Indonesia) yang memiliki follower hampir 5000 orang, Twitter (@bengsol_id) dengan follower yang juga lebih dari 5000 dan Instagram (@bengawansolocoffeeindonesia) yang baru dikembangkan di bulan September 2015 memiliki follower 200-an orang.

PROGRAM PROMO Bengawan Solo Coffee
Untuk berkembangnya ke arah lebih baik, Bengawan Solo Coffee mengajak berbagai mitra untuk melebarkan jaringan dan merambah media sosial. Di dunia perbankan BSC bekerjasama dengan Bank DANAMON sejak 2012. Program unggulan bersama yang ditunggu adalah program COFFEE FOR FREE, yakni BSC dan Danamon memberikan kesempatan kepada pemilik kartu kredit dan debit Danamon untuk mengambil lucky card yang dapat memberikan diskon sampai 100% !!! Woooww...! Tahun 2015 program ini berlaku pada bulan Desember 2015.
Lantas masih ada promosi lainkan yang akan berlangsung??? Yes, mengingat program kerjasama dengan Danamon berkelanjutan sejak 2012 maka harapan kita sebagai “tukang ngombe kopi” tentunya berharap tahun 2016 program promo ini terus berlangsung. Selain itu program promo lainnya adalah bagi pemilik Bengawan Solo Coffee Card (Disingkat : BSCC) yang telah memiliki anggota lebih dari 1,500. BSCC holder (seperti saya) akan mendapatkan promo diskon sepanjang tahun sebesar 10% untuk reguler minuman, Buy 1 Get 1 setiap tanggal 18 (Merupakan tanggal lahir BSC) dan di tahun 2016 (Sampai April 2016) akan berlangsung promo : Ngombe Bareng (1-31 January 2016 mendapat diskon minuman 30% jika member membawa teman untuk kongkow setiap hari Senin-Selasa dengan minimal transaksi Rp 150,000) . Free Upsize (1-29 February 2016 yang berlaku hari Senen untuk beberapa minuman). Early Bird Tuesday (7 – 31 Maret 2016 , jadilah 10 konsumen tercepat di hari Selasa, maka setiap pembelian di BSC akan mendapatkan crispy brownies dengan gratis). Ladies Month (1 – 31 April 2016, dari namanya sudah dapat di terka bahwa promo ini diperuntukkan bagi wanita. Yes, konsumen wanita akan mendapatkan diskon 20% minuman setiap hari Rabu).

Menu Yang Tersedia di Bengawan Solo Coffee
Premium Coffee : Americano, Black Coffee, Coffee Tareek, Cappucino, Caffee Latte, Vanilla Latte, Hazelnut Latte, Caramel Macchiato, Caffe Mocha.
Non Coffee : Milk, Assorted Tea Line, Tea Tareek, Deluxe Chocolate, Blossom Tea.
Ice Blended : Original Poppucino, Cookies ‘n Cream, Java Avocado, The Ultimate, Brande Cookies, Kyoto Green Tea.
Camilan Ndoro : Pisang Goreng, Sate Pisang, Singkong Goreng, Risol, Pastel.
*** Minuman memiliki 3 Size, yakni : Alit, Sedeng, Ageng.

Berbagai ukuran minuman yang tersedia di BSC


Salam Ngombe Kopi,

Anna R Nawaning S - Openrice/Opensnap : balqis57 - Instagram/Twitter : @balqis57 - Email : balqis57@yahoo.co.nz


Tuesday, December 1, 2015

Openrice Gathering : Kitchenette Puri Indah Jakarta Barat


Openrice mengadakan kembali gathering untuk foodblogger, dan 21 November 2015 gathering tersebut bekerjasama dan diselenggarakan di Kitchenette Mal Puri Indah. Jauh dari rumah saya di Jakarta Timur, tetapi belasan tahun yang lalu saya seringkali nge-date dengan teman dekat yang penerbang dan lagi barang dagangan saya – apartment St.Moritz terletak di area ini sehingga bukan hal yang asing-lah untuk jalan-jalan di Puri Indah. Terakhir ke Mal Puri Indah sudah hampir 2 tahun lalu dalam tugas dari tempat bekerja. Jarang-jarang khan ke Puri Indah, makanya begitu ada event gathering disini saya memutuskan untuk datang – apalagi resto-nya adalah Kitchenette dari Ismaya Group, yang kondang di jagad kuliner Indonesia (khususnya di kota metropolitan).
Tiba di lokasi waiter langsung menawarkan saya minuman. Saya duduk di meja ke-2 masih berdua dengan Mas Faizin yang ternyata rumahnya di Matraman Jakarta Timur (Deketan kita...). Openricer/Foodblogger dipersilakan memili 4 minuman yang disediakan, yakni : Lemon & Mint, Lychee Elixirs, Lychee Sensation Smoothies dan Grandpa Luigi’s Ice Coffee. Walaupun ketika kanak-kanak di rumah sering tersedia buah lychee, tetapi saya bukanlah penggemar lychee karena menurut saya buah ini terlalu manis. Siang itu-pun saya memesan : Grandpa Luigi’s Ice Coffee yang dari nama-nya aja sudah terdengar lucuk!

Saya siap menikmati "Grandpa Luigi's Iced Coffee"

Cooking Demo and Crepes Decoration Competition
Setelah acara dibuka oleh pihak Openrice dan Nyonya rumah, kami dipersilakan menyaksikan (Lebih tepatnya meliput) pembuatan crepes yang juga menjadi menu unggulan resto ini – namanya juga khan : Kitchenette Restaurant – Creperie. Open kitchen terletak di samping meja kami, dan Chef men-demo-kan 2 menu crepes, salah satu-nya yang paling saya perhatikan adalah : Marie-Lou Crepe. Hayah, kenapa jadi inget nama pacarnya Superman sih?!

Konsep "open kitchen" - Bersih pastinya :)

Setelah demo oleh chef selesai, Openricers/Foodbloggers ditugaskan memotret dan posting crepe tersebut ke Instagram kemudian 5 peserta tercepat posting dipersilakan untuk mengikuti Crepes Decoration Competition. Saya menjadi salah satu dari 5 peserta tersebut.

5 Peserta siap nge-decor crepes (Foto : Openrice)
Crepe bikininan saya siap disantap, tapi akhirnya saya bawa pulang sih dan dimakan di rumah :)
Lantas hasil dari kompetisi ini bagaimana? Yeaaay, saya menjadi Juara 2 dan mendapatkan hadiah voucher makan di Kitchenette! Hihihi, ngedekor-nya membayangkan wajah My Lovely, bibirnya menggunakan buah kiwi – mengingatkan My Lovely di negeri Kiwi...hiihihihi...

Saat penyerahan hadiah bersama pihak Kitchenette

Foto, Foto and Eat
Berbagai menu disajikan kepada Foodblogers. Tetapi teteeeup ya,Bo’, yang namanya foodblogger tuh pantang makan sebelum makanannya di foto. Makanan di foto dari berbagai sudut, sedangkan makanannya diicip-icip manis gitu. Makanan yang disajikan banyak, "nggak umum" dan mengenyangkan! Intip nih ....

Appetizers

SPAM fries turkey with sriracha mayo

“Nacho style” crispy patato chips with chilli con carne & jalapenos

Fresh kale salad with goat cheese, red beans, corn, cucumber & french vinaigrette dressing


Main Course
Kitchenette fish & chips with spicy coleslaw & lemon dill tartar sauce


Spaghetti with giant sicilian beef meatballs, parmesan & wafu tomato sauce


Indian red curry cod with eggplant, carrot,red rice & homemade yogurt sauce


Antoine-ego galettes with chicken ham, mozzarella cheese, mushroom caviar & truffle oil


Southern boneless friend chicken with crushed patatoes, sauteed spinach,spicy mayo & gravy


 Dessets
Carrot Cake with salted caramel sauce

Nutella Mousse Cake

Marie-Lou Crepe 

Sebelum pulang, mari kita foto bersamaaaa....... :))
Foto : Openrice

Sunday, November 15, 2015

Jajan JAJANGMYEON di Mujigae Resto

Jeng Yuli ngajakin jajan di Mujigae! Mujigae Bimbimbab and Casual Korean Food mengadakan event “Mujigae Black Day”. Buat yang merasa jomblo , bisa dapet Jajangmyeon gratisan pada hari Sabtu 14 November 2015 yang dinyatakan sebagai “Mujigae Black Day”. Emang tanggal ini ada apa sih di Korea? Atau ini perayaan yang diadakan khusus oleh resto ini? Entahlah...Syarat mendapatkan “jajanan” ini adalah mengenakan busana serba hitam. Eeeh syeet dah, saya ngebayanginnya bakalan tengsin berantri ria di depan resto ini dengan dresscode gini. Jomblo berharap gratisan banget kesannya! Hadeuuuh, kesannya nggak ada kemampuan lahir bathin banget yak :p Apalagi saya juga nggak merasa jomblo tulen, sekedar korban LDR aja sih...hihihi...


Demi memuaskan hasrat temen maka saya bela-belain deh pakai jilbab dan kaos hitam, sambil menahan malu antri jajanan gratis dengan status jomblo *Halaaah, jomblo-nya sih mulia tapi ngarep gratisannya itu loh!*. Tapi ambil positif-nya aja deh, khan ini merupakan penambah kekayaan pengalaman kuliner saya :D Lagipula lokasinya toh di Mal Kelapa Gading yang nyaris setiap hari kami berdua berseliweran disana. Petugas yang jaga di depan hanya 1 orang, cewek mengenakan dress khas Korea. Kasihan sih...Mboq ya kalau bikin event gini petugas depannya jangan dibiarkan “jomblo” gituh. Karena ternyata banyak juga jomblo ceria dan gaul yang antri mengenakan busana hitam.

Akhirnya saya dan Jeng Yuli mendapat tempat duduk untuk 2 orang, dipersilakan memesan melalui gadget yang ada di atas meja. Ini kesekian kalinya saya dan Jeng Yuli ke resto Korea ini. Saya pertama kali ke resto ini bersama belasan lansia yang sebenarnya lebih berpotensial pasarnya...hahaha...*Termasuk #MujiGeneration gak tuh, mengingat KTP beliau2 ini masa berlakunya seumur hidup tp seneng banget makan di Mujigae Resto. Lah Jeng Yuli yang ngajakin malah “galau” mau memesan makanan. Justru saya yang mantap memilih “Jajangmyeon” bagi “jomblo” yang berfoto dengan baju hitam di resto tersebut, kemudian posting fotonya di Instagram dengan hastag #mujigaeresto #mujigaeblackday yang print fotonya diberikan ke kasir sebagai pembayaran. Waduuuh, ntar tuh foto dipajang sebagai jomblo demen gratisan deh...*hancur harga diri!Eh, lebih hancur lebur lagi sih kalau pasangan yang nguber gratisan dengan celamitan yak!? (Maaf...maaf...bukan berarti saya nggak bersyukur nih...tapi jadilah mental yang kaya. Nggak usah ngarep2 gratisan, tetapi kalau ada yang ngasih terimalah dengan rasa syukur serta doa kebaikan untuk pemberinya :) 


Alhamdulillah malam itu saya menikmati menu baru bernama Jajangmyeon yang kalau dibanderol sebowl-nya Rp 34.546,- (belum tax). Saya suka dengan makanan ini, walaupun diminta bayaran saya-pun menyukai menu ini. Hikmah dikasih gratisan nih, saya jadi ngerti dan punya alternatif menu jika saya ke Mujigae resto. Kalau bayar sendiri saya pasti memilih menu Bulgogi yang saya makan pertama kali dibuat oleh chef Korea asli dari salah satu resto Korea di Queen Street Auckland NZ. Pengalaman saya makan di Mujigae, rasa Bulgogi-nya juga saya sukai.
Jajangmyeon ini adalah mie dan beef hitam. Rasa masakan beef-nya tuh seperti dibumbui lada hitam dan kecap manis. Beef lada hitam yang tidak pedas, cenderung manis dan lezat. Daging sapi-nya juga empuk asooy! Lembut...beneran saya suka banget! Saya yang banyak mengurangi daging merah kali ini gak nolak deh kalau harus menghabiskan banyak daging di Jajangmyeon-nya Mujigae ini. Katanya sih biasanya nih daging biasanya pork, bersyukur dong Mujigae menggantinya dengan beef..berarti khan saya bisa menikmati. Berdoa dalam hati semoga beef-nya juga masuk kategori 100 % halal. Ternyata Jajangmyeon ini hitamnya berasal dari saos kedelai hitam (Ya berarti kecap kali yak?!)
So dengan menu gratisan bagi jomblo di Mujigae Black Day ini maka saya sih akan memesan menu ini nexttime, untuk menyelingi beberapa menu di sini yang memang saya suka. Minumnya malam itu saya di-input pesankan oleh petugasnya Ice Sweet Jasmine Green Tea...haduuuh,padahal saya mau yang tawar loh. Gak apa-lah, manisnya pas juga kok, malah nambah seger! :)