Wednesday, January 30, 2013

Ubud Bali : Warung Murni

Tampak Depan Warung Murni
Ubud. Yang tercetus diingatan saya jika mendengar kata Ubud adalah saat saya kecil saya diajak kesini oleh ayah saya, dan ibu saya yang memiliki "penglihatan lebih" mengalami peristiwa yang lain dari orang kebanyakan - oleh karenanya keluarga  meninggalkan saya yang masih bayi dirumah bersama saudara sepupu dan pengasuh pada wisata keluarga sebelumnya. Kesan kedua tentang Ubud, di tahun 2000an awal saya dan keponakan saya dikejar-kejar oleh monyet yang berada di tempat wisata Monkey Forest...hahaha...itu yang membuat keponakan saya (Sekar) trauma sampai sekarang. Padahal saat itu kami tidak membawa makanan atau hal lain yang menarik perhatian si monyet loh....
Saya tidak ingat berapa kali saya sudah berkunjung ke Ubud. Heee, saya khan pernah 2 tahun berdomisili di Kuta Bali, jadi beberapa kali menemani turis yang ingin berwisata ke Bali. Sayangnya dulu belum ada Foursquare yang baru saya sadari sangat membantu dalam pembuatan "travelogue". Kini, era isue kiamat terjadi 21 December 2012, yang terlintas di pikiran saya mendengar Ubud adalah : Buku dan Film Eat, Pray, Love dan Ubud Writer Festival dan Bali Yoga. 
Makin berkembang...seberkembang wisatawan-nya. Ubud yang dahulu tenang dan damai jika saya berkunjung kesini, pada tanggal 29 December 2012 sangat ramai. Jalanan yang tak lebar begitu padat sehingga macet begitu terasakan. Setelah dari Ubud Art Market dan Puri Ubud kami berniat makan siang. Kakak saya mengincar Murni's Warung yang pernah beliau kunjungi sebelumnya. Saya yang belum pernah berkunjung ke Murni's Warung mulai kasak kusuk penasaran. Apa sih kelebihan dari warung ini? Namanya warung? Kira-kira hiegenis gak tuh? Hihihi....
Terjawablah pertanyaan saya begitu mobil APV hitam yang dikendarai oleh Pak Agus (Driver yang asli Bali) terparkir di halaman resto bertuliskan "Warung Murni". Buat yang suka jalan-jalan, khususnya berwisata kuliner jangan sampai terjebak dengan kata "warung" bernama lokal deh! Saya yang "anti" di ajak ke warung di Jakarta akhirnya jatuh cinta dengan tempat makan yang eksotis ini :)
Nggak perlu menuliskan banyak kata, karena sengaja saya mengambil beberapa bagian warung ini dalam gambar. Selamat menikmati :)

Suasana Warung-nya Asyik Banget....



Souvenir Shop Menyambut Saat Memasuki Pintu Masuk



Naaah, ini makanan yang kami pesan. Warning nih untuk Muslim/Muslimah : Katakan bahwa bahan makanan yang halal dan peralatannya juga minta dipisah dari yang non-halal.Biasanya orang Bali toleransi dan pengertiannya tinggi mengenai ini, bahkan seringkali saya yang diingatkan oleh mereka dikarenakan kerudung yang saya gunakan...hehehe,tuh khan salah satu manfaat pakai kerudung ;)

Nasi Campur adalah unggulan masakan Bali, plus Sate Lilit tentunya :)
 Web Murni's Group : http://www.murnis.com/

1 comment:

januar surya said...

mantap. thank's infonya.

bisnis online terpercaya www.kiostiket.com