Setiap tanggal 27 Mei saya berulang
tahun, berarti tidak sampai seminggu lagi. Tak sampai sebulan lagi bulan
Ramadhan tiba. Setiap menjelang Ramadhan keluarga besar kami berkumpul sambil
makan bersama. Memang dalam sebulan selalu ada anggota keluarga kami yang
berulang tahun, dan kami senantiasa makan bersama di restoran atau memesan
catering untuk 50-100 orang. Berbagi cerita, bercengkerama dan senantiasa
menjalin kekerabatan sambil menikmati makanan yang terhidang. Meneruskan tradisi dan “wasiat” dari almarhum Ayah , bahwa sesibuk
apapun kami harus menyempatkan makan bersama didalam satu ruangan. Tahun ini
kebetulan ulang tahun saya berdekatan dengan bulan Ramadhan maka keluarga besar
telah berencana untuk berkumpul makan bersama pada tanggal 29 Mei 2016.
Merayakan ulang tahun saya sekaligus silaturahim menyambut bulan Ramadhan. Kali
ini tidak di restoran atau memesan prasmanan catering karena kami akan
mengadakan “family party” dengan cara “potluck”. Potluck adalah pesta dengan tamu membawa makanan masing-masing yang akan di makan bersama-sama. Seru dan seringkali diadakan oleh keluarga saya :)
"Ya Allah ya Tuhan kami,turunkanlah kiranya kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami dan bagi orang-orang sesudah kami,dan (turunkanlah) tanda kekuasaan-Mu,beri rezekilah kami,karena Engkau-lah sebaik-baik Pemberi rezeki" (QS.Al Maidah 5 : 114)
Monday, May 23, 2016
Saturday, March 26, 2016
SWISS CAFE at Swiss Belresidence Kalibata,Resto Hotel Konsep Bistro
Setelah menyaksikan Little Chef Cooking Class
di lantai bawah dan hotel tour melihat-lihat berbagai fasilitas dari Swiss
Belresidence Kalibata, maka kami menuju ke Swiss Cafe untuk makan
siang. Wah, tepat 2 tahun 1 hari yang lalu saya breakfast di Swiss Cafe Belinn
Panakukkang Makassar Sulawesi Selatan tanggal 19 Maret 2014 dan 20 Maret 2016
saya lunch di Swiss Cafe Restaurant Swiss BelResidences Kalibata. Nama Swiss Cafe memang sudah pasti digunakan
sebagai nama restaurantnya oleh semua
jaringan international Swiss Bel seluruh dunia.
Swiss Cafe di Kalibata
termasuk lumayan luas. Oke banget untuk kongkow atau mengadakan reuni/ulang
tahun/gathering/arisan di sini. Kami berdelapan duduk di teras restaurant yang
non-AC, tetapi tidak berasa gerah dan pepohonan merindangi bangunan di
sekelilingnya. View kolam renang Woodlands
Apartment ada dalam pandangan mata di hadapan kami. Benar – benar terlepas
dari kebisingan kota.
Menu dibagikan kepada kami. Waitress
menjelaskan kepada kami menu yang sedang promo di bulan Maret 2016. Oxtail Soup
dengan 8 bumbu rasa! Saya sempat ‘meringis’ karena Oxtail Soup bukan makanan
yang saya gemari! Tetapi sungguh saya tidak mau melewati kesempatan petualangan
kuliner di resto hotel bertaraf international dengan menu Indonesia asli. Dengan
mantap saya memesan “Oxtail Black Pepper Soup”. Berbeda dengan
menu yang disajikan saat breakfast, maka menu yang ditawarkan pada saat lunch
adalah ala carte. Boleh dikatakan makanan ala carte disini relatif terjangkau
dengan standard hotel international berbintang 4.
Mengundang Chef Novan untuk
berbincang bersama kami mengenai masakan yang di sajikan di Swiss Cafe Kalibata.
Menurut Sang Chef menu oxtail soup yang disajikan oleh Swiss Cafe Swiss Belresidences Kalibata memiliki favorit : Saos Padang, Black Pepper dan Pesmol. Menggunakan oxtail lokal dengan tingkat kepedasan nggak ada levelnya, tetapi tamu dapat request jika memang tidak menyukai rasa pedas.
Signature menu yang terdapat disini adalah : NASI GORENG KALIBATA Rp 88K (Dengan ciri khas Teri Balado dan Pete) dan NASI KEMANDORAN Rp 78K (Dengan Opor Ayam, tumis jagung, jeruk limau) .
Setelah promo menu variasi oxtail soup 8 rasa di bulan berikutnya akan ada modifikasi noodle dan bakso (meat ball) . Wah, siap-siap lagi nih....
Bila kita tidak bermalam di Swiss Belresidence Kalibata, Swiss Cafe Restaurant tetap dapat menjadi alternatif untuk makan di sini deh, karena konsep-nya bistro maka porsi makanan yang disajikan lumayan besar. Mantep, baik rasa maupun ukuran porsi!
Menu lainnya yang tersedia diantaranya : Spaghetti with Meatballs Rp 78K, Mie Goreng Jawa dan Mie Jawa Rebus @ Rp 88K, Ayam Bakar Taliwang Rp 98K, Wok Fried Beef Tenderloin Black Pepper Rp 68K, Sweet Sour Fish Rp 68K, Chicken Kung Pao Rp 68K, Iga Bakar Jakarta Rp 180K, Soto Bandeng Rp 58K, Gado Gado dan Ketoprak @ Rp 58K, Rawon Daging Rp 78K . Wah, termasuknya menu disini sangat bervariasi dengan harga dibawah seratus ribu....plus tax ya karena yang namanya tax di berbagai resto standard hotel pasti mengenakan tax dan service :)
Saya katakan diatas bahwa saya bukan penggemar oxtail soup, tetapi begitu makanan yang pesan datang, saya langsung menikmati-nya! Sedap sekali loh...di melewati tenggorokan dengan mulus dan tidak berlemak seperti yang saya bayangkan. Jujur, baru sekali ini saya benar-benar menikmati oxtail soup, apalagi dengan modifikasi resep seperti ini. Black pepper-nya pedasnya tidak "menusuk" dan ada rasa manis gurihnya.
Swiss Cafe Restaurant at Swiss-BelResidence Kalibata
Jln Kalibata Raya No 22 - Jakarta Selatan (12740)
Depan Kalibata Plaza dan Stasiun Kalibata
![]() |
| Oxtail Soup Garang Asam |
![]() |
| Oxtai Soup "Regular" |
![]() |
| Nasi Rawon |
![]() |
| Seafood Revioli (Pasta) @ Rp 78K |
Setelah promo menu variasi oxtail soup 8 rasa di bulan berikutnya akan ada modifikasi noodle dan bakso (meat ball) . Wah, siap-siap lagi nih....
![]() |
| Pisang Goreng |
![]() |
| Aneka Gorengan : Combro, Otak Otak, Pastel, Singkong |
Menu lainnya yang tersedia diantaranya : Spaghetti with Meatballs Rp 78K, Mie Goreng Jawa dan Mie Jawa Rebus @ Rp 88K, Ayam Bakar Taliwang Rp 98K, Wok Fried Beef Tenderloin Black Pepper Rp 68K, Sweet Sour Fish Rp 68K, Chicken Kung Pao Rp 68K, Iga Bakar Jakarta Rp 180K, Soto Bandeng Rp 58K, Gado Gado dan Ketoprak @ Rp 58K, Rawon Daging Rp 78K . Wah, termasuknya menu disini sangat bervariasi dengan harga dibawah seratus ribu....plus tax ya karena yang namanya tax di berbagai resto standard hotel pasti mengenakan tax dan service :)
![]() | |
| Zuppa Soup-nya saja double gini.... :) Rp 78K |
![]() |
| Mountain Dew (Kiwi,Mint,Soda) Rp 45.K |
Saya katakan diatas bahwa saya bukan penggemar oxtail soup, tetapi begitu makanan yang pesan datang, saya langsung menikmati-nya! Sedap sekali loh...di melewati tenggorokan dengan mulus dan tidak berlemak seperti yang saya bayangkan. Jujur, baru sekali ini saya benar-benar menikmati oxtail soup, apalagi dengan modifikasi resep seperti ini. Black pepper-nya pedasnya tidak "menusuk" dan ada rasa manis gurihnya.
Swiss Cafe Restaurant at Swiss-BelResidence Kalibata
Jln Kalibata Raya No 22 - Jakarta Selatan (12740)
Depan Kalibata Plaza dan Stasiun Kalibata
Labels:
Cafe,
hotel,
indonesian food,
Jakarta Selatan,
Kalibata,
Pasar Minggu,
Restaurant,
Swiss Cafe
Tuesday, March 15, 2016
Resto Padang Peranakan : Cikang, The Untold Story of Padang
Cikang
Restaurant, sekilas saya pernah mendengar nama
itu. Nama yang terdengar etnik kalau menurut saya mah. Jadi saya menduga bahwa
tempat makan ini menyajikan masakan dari daerah tertentu. Minggu, 6 Maret 2016
saya mendapat kesempatan untuk mengenal restaurant yang berlokasi di kawasan
Menteng. Di dekat RB Bunda, dimana kedua orang keponakan saya dilahirkan di
rumah sakit ini. 3 tahun lalu saya juga sempat mondar mandir ke unit
infertilitas-nya untuk “study khusus”, yang ternyata bagian dari rumah sakit
ini berada tepat diseberang Cikang Resto.
![]() |
| Dari luar resto tampak modern minimalis tetapi tetap ada unsur Sumatera Barat |
Informasi
lebih lanjut bahwa Cikang Resto merupakan tempat makan yang menyajikan masakan
dari daerah Sumatera Barat, dengan istilah lebih spesifik lagi adalah masakan Padang Peranakan. Cerita dan legenda
Padang Peranakan berawal sejak zaman kolonial Belanda dan kota tua China yang
berada di salah 1 suburb di Padang
Sumatera Barat bernama Pondok. Dimana disana terdapat banyak kedai kopi yang
seringkali dikunjungi oleh orang-orang China,Arab dan India selain orang
pribumi. Menu yang tersedia di Cikang
merupakan menu yang biasa disajikan di aneka kedai kopi (Kopitiam) di
kawasan Pondok Sumatera Barat. Kata Cikang berasal dari salah satu pemilik
kedai kopi yang ada di kawasan tersebut, Lee Chie Kwang.
Mengusung
tagline “The Untold Story of Padang” owner Cikang, yakni sepasang suami
istri bernama dr.Ivan Sini (Ternyata
beliau dokter kandungan spesialis bayi tabung) bersama istrinya memiliki
keinginan membuka cafe saat kembali ke Indonesia. Sebelumnya mereka tinggal di
Australia selama 10 tahun, sehingga akhirnya mereka membuka usaha kuliner yang
bukan sekedar cafe yang menyajikan kopi. Siang dipandu oleh Mas Arie Parikesit, Founder Kelana Rasa
mereka bercerita tentang seluk beluk hingga Cikang Resto beroperasi. Berbagai
kisah yang unik dipaparkan kepada kami, para pecinta kuliner, media,
blogger,vlogger yang sangat antusias mengetahui cerita dan sejarah Cikang.
Beneran deh, menurut saya pribadi tagline “Cikang : The Untold Story of Padang”-nya
sangat mengena! Beruntung siang itu kami mendapatkan cerita lain tentang rumah
makan Padang.
Saya
peserta yang pertama kali datang. Mas Arie telah terlihat duduk di salah satu
sudut space acara diselenggarakan. Ketika saya menanyakan sistem sajian
makanannya, Mas Arie mengatakan bahwa menu Ala
Carte adalah sistem penyajian yang
ditawarkan oleh Cikang. Saya manggut-manggut, terkibaslah bayangan pelayan
rumah makan Padang yang membawakan piring-piring tersusun berisikan lauk pauk.
Ketika saya masih kecil beginilah wajah rumah makan Padang hingga membuat saya
terkagum-kagum melihat para pelayan itu membawa piring-piring tersusun sangat
tinggi. Bisa sampai belasan piring tersusun di satu tangan mereka, laksana
pemain akrobat.
Setelah
pemilik Cikang Resto menceritakan latar dan sejarah seluk beluk berdirinya
resto, plus cerita tentang sejarah menu yang ada – Mas Arie memanggil seorang
Chef yang memang telah siap melakukan demo memasak. Menu yang dimasak siang itu
adalah Mie Alang Lawe.
![]() |
| Mie Alang Lawe |
Kami
dibagikan resep masakan tersebut, siap mempraktekkannya di rumah di waktu
senggang. Nambah pinter deh nih, makanya jangan Cuma pinter masak mie instan ;p
Kami yang hadir di sana langsung mencicipi menu tersebut pada bowl kecil yang disajikan oleh petugas
rumah makan. Penampakan Mie Alang Lawe seperti Mie Aceh, tetapi rasa berbeda
kok. Bahan yang terdapat dan masih terlihat di Mie Alang Lawe adalah : Mie
kuning (pastinya), Ceisin, Daun Bawang, daging has yang sudah dipotong dengan
ukuran 2x1 cm serta irisan wortel kecil tipis. Sebenarnya saya lebih menyukai
apabila memasaknya tanpa menggunakan bumbu penyedap (MSG) dan kaldu sapi
kemasan yang juga tertulis di resep, karena saya yakin dengan hanya memberikan
bumbu alami yang terdiri dari cabe giling,bawang putih dan bawang
merah,garam,merica,gula,minyak goreng dan telur makanan ini sudah kuat rasa
gurihnya. Tapi ini masalah selera ya, jika kalian suka dengan rasa umami
diantara kelezatan makanan maka silakan tambahkan bumbu penguat rasa tersebut.
![]() |
| Gulai Paku/Pakis |
Menu
berikutnya yang dihidangkan kepada kami adalah : Gulai Paku. Iya, daun paku atau daun pakis yang dulu dipelihara Ibu
saya di beberapa pot ketika saya masih SD. Ketika itu Ibu pernah mengatakan
bahwa daun pakis oleh beberapa masyarakat enak untuk di masak menjadi lauk
sayur. Ternyata baru 20 tahunan kemudian saya membuktikan dan makan langsung
daun pakis ini, dan saya doyan tuh daun pakis yang di Cikang dimasak dengan
menggunakan kuah kari. Macam makan lontong sayur dengan sayuran dari daun
pakis.
![]() |
| Lamang Tapai |
Sebagai
makanan penutup (dessert) kami dihidangkan Lamang
Tapai yang merupakan kegemaran saya sejak dulu. Sekarang jarang,atau bahkan
sudah tidak ada rumah makan yang menyediakan makanan penutup ini. Paling-paling
biasanya di tempat lain tape ketan dijadikan minuman “Es Tape”.
Walaupun
bukan berasal dari Sumatera Barat, namun almarhum Ayah saya menggemari masakan
Padang. Jenis masakan Padang memang sangat beragam, lihat saja rumah makan
Padang sejak dulu, tetapi ternyata keberagaman jenis masakan Padang lebih
banyak lagi. Ternyata-nya lagi saya belum mengenal cerita atau sejarah dari
masing-masing masakan/makanan tersebut. Misalkan Rendang yang umumnya
masyarakat awam hanya mengenal Rendang Daging Sapi , padahal berbagai jenis
rendang terdapat di bumi Minang – bahkan mencapai 30 jenis rendang, ada rendang
ayam/telor,dll. Iya tuh, Rendang Telor pernah hitz 2 tahun lalu di online
shop,tapi kenapa sekarang jarang kelihatan lagi ya?
Nah di Cikang kita bisa menemukan cerita lain tentang kuliner Padang :)
Nah di Cikang kita bisa menemukan cerita lain tentang kuliner Padang :)
Yang
parah sih tentang pengetahuan saya terhadap Sate Padang. Maklum, selama ini
saya kalau membeli sate tersebut hanya menyebutkan sate Padang tanpa spesifik
menyebutkan asal daerah dan ciri khas bumbu lainnya. Siang itu akhirnya saya
mendapat wawasan baru tentang Sate Padang, njawab pertanyaan Mas Arie yang
jawabannya dapat bocoran dari Mbak Ika...hehehe....*Thanks,Mbak atas bantuannya.
Thanks,Mas Arie untuk voucher Rp 200.000 makan lagi di Cikang Resto. Semoga
minggu depan bersama teman bisa datang dan menikmati Sate Padang ala Cikang
yang ada cakwe-nya. Selain itu saya juga akan melahap Soto Padang Simpang Kinol. Jadi penasaran, jangan-jangan Soto
Padang juga berbeda-beda setiap daerah di Sumatera Barat. Kalau mau makan mixed
rice alias nasi dengan lauk pauk bisa memesan : Nasi Uci (Ayam Bakar) dan Nasi
Angku (Rendang Beef)
Yaa,pastinya
saya akan kembali ke Cikang Resto untuk menikmati sekaligus menambah cerita
tentang sejarah makanan Padang yang ada di sana. Ternyata sangat seru menambah
wawasan dan pengetahuan tentang kuliner – nggak sekedar memanjakan lidah dan
mengenyangkan perut loh!
Harga Makanan per-6 Maret 2016 :
(Maaf, saya tidak mengecheck soal tax. Jadi ini harga di daftar menu ya :D)
(Maaf, saya tidak mengecheck soal tax. Jadi ini harga di daftar menu ya :D)
Mie
Alang Lawe - 55K
Gulai
Paku - 30K
Soto
Padang Simpang Kinol - 45K
Lamang
Tapai - 25K
Nasi
Uci dan Nasi Angku – 90K
Alamat Cikang Coffee & Resto
Graha Anam, Ground Floore
Jln.Teuku Cik Ditiro 11
Menteng - Jakarta Pusat
Telp. 021-3906110
Alamat Cikang Coffee & Resto
Graha Anam, Ground Floore
Jln.Teuku Cik Ditiro 11
Menteng - Jakarta Pusat
Telp. 021-3906110
Wednesday, March 9, 2016
Re.juve : Drink to Your Happiness (Healthy=Happy=Wealthy)
Bertempat di Re.Juve cold-pressed Juicery
Headquarter hari Jum’at tanggal 26 Februari 2016 diselenggarakan “Open
House Gathering” yang ditujukan bagi Media, F & B Bloggers dan Re.Juve
Lover and Health Enthusiast. Cold-Pressed Juice ini telah berada di
pasaran sejak 2 tahun lalu, bermula dari Gandaria City kemudian di Kota
Kasablanka. Saya merupakan Re.Juve Lover
sejak awal opening store-nya yang di
Kota Kasablanka. Berawal dari instagram saya mengetahui keberadaannya, namun
belum ada kesempatan untuk berkunjung ke Gandaria City yang jauh dari rumah dan
tempat saya beraktifitas, hingga bersorak dan langsung meluncurlah saya ke
store Re.Juve saat dibuka di Kota
Kasablanka. Nyaris setiap hari saya mampir ke Kokas karena kantor pusat perusahaan
saya beraktifitas di 88 Office yang terkoneksi dengan mall-nya.
![]() |
| Kisah pertama kali ke Re.juve Kokas,en ngarep banget pengen dateng ke gatheringnya tp gak dpt undangan :p Hehehe,Alhamdulillah emang rezekinya untuk hadir di gatheringnya tahun 2016 :)) |
Pertama kali yang saya coba
justru bukan cold-pressed juice-nya.
Justru saya membeli Milk Smoothies, yakni Chocolate High (Banana,oatmeal,natural peanut butter,chocolate protein,cashew/almond
milk/non-fat milk) karena saya penggemar berat chocolate and milk sejak kecil, namun sedang proses menjalani hidup
yang sehat. Ini salah satu cara mensyukuri nikmat sehat yang Dia berikan kepada
saya yang tidak memiliki masalah kesehatan yang serius. Usia dewasa maka asupan
makanan serta lifetyle harus lebih
sehat.
Beberapa bulan ini saya baru
membeli cold-pressed juices-nya.
Alasannya simple, karena saya tidak menyukai sayur mayur yang di masak dengan
berbagai proses. Bayangkan, tidak suka sayur tetapi ingin memiliki lifestyle yang sehat...hehehe...Classic Line : Asian Green (Spinach,cucumber,pineapple and apple) jadi andalan
saya setiap saya mampir ke Re.juve store.
Terakhir kali ke sana saya mendapati semua minuman telah dibotol, sedangkan
sebelumnya cold-pressed juice selalu
diproses langsung begitu konsumen memesan. Fresh
dan kita yakin bahwa memang prosesnya tanpa menggunakan pengawet, dan lainnya.
Dengan penjelasan yang tidak terlalu detail petugas menjelaskan kepada saya
mengapa cold-pressed juice sekarang
dibuat di central kitchen yang saya
tidak mengerti lokasi dan keberadaannya. Hingga akhirnya saya menghadiri gathering-nya barulah mendapat
penjelasan yang detail. Hhhmmm berharapnya lagi sih bisa visit ke central kitchen-nya
yang di Tangerang, tapi saya nggak dapat doorprize-nya
tuh...hiks...nexttime
yach,An...nunggu rezeki-nya :D
Rezeki keberuntungan saya siang
itu adalah menikmati 2 smoothies yang
di launching, dan baru tersedia di stores pada tanggal 8 Maret 2016! Kedua
meal smoothies tersebut adalah :
Red Wonder , yang terbuat
dari : Red Dragon Fruits alias buah
naga merah, Pineapple, Spinach, Chia
seeds, Organic Coconut Palm Sugar, dengan topping Banana and Granola.
Dengan bahan-bahan tersebut
energi dan kesehatan dapat kita peroleh dari segelas meal smoothies ini.
Green Arrow, yang terbuat
dari : Banana, Pineapple, Spinach, Chia
Seeds, Organic Coconut Palm Sugar, dengan topping Banana and Granola.
Nah, Green Arrow ini sangat baik untuk menambah energi sebelum atau
sesudah berolah raga.
Dari kedua smoothies yang di-launching
hari itu, saya lebih menyukai Red Wonder
alias yang terbuat dari buah naga. Tetapi kok saya kurang merasakan adanya Chia seeds yach? Dengan konsumsi 1 cup
saja perut sudah merasa kenyang. Apalagi sejak awal datang saya sudah langsung
disodori Asian Green dan I.Glow. Barangkali saya sudah minum
3-4 cup kecil cold-pressed juice
tersebut. Ditambah lagi dengan berbagai snack sehat yang disodorkan kepada
kami.
Selain 2 smoothies tersebut, Re.juve juga memproduksi Greek Smoothies line yang menggunakan the premium Greek Yogurt. Mengapa
menggunakan Greek Yogurt? Berikut
jawaban dari Ms.Bitina Pravitri (Re.juve
Product Development Specialist) : “We choose Greek yogurt instead of ordinary
yogurt because it is the healthies and the most premium yogurt there is. Greek
yogurt is also the finest type of yogurt in term of processing and making,
giving itself great health benefits and delicious taste. This is supporting
what Re.juve promises to our customers : Gives and recommends customers the
healthiest ingredients of many other options”
Re.juve Greek Smoothies line nantinya akan memiliki 2 variants, yakni : Greek Nutcracker dan Greek
Banana.
Sessie sharing dilakukan oleh a
healthy couple yang benar-benar pengantin fresh, se-fresh cold-pressed
juice-nya Re.juve...hehehe...Mereka adalah Zivanna Letisha (Miss
Indonesia 2008,Model,Author,Presenter,Health Enthusiast) dan Argareza Harahap (Abang Jakarta,Freeletics/IndoSweatCamp Expert,Fitness Figure). Yap
keduanya belum genap seminggu menikah pada saat sharring siang itu. Dipandu oleh Emil Kusumo (Model,Actor,Presenter,Health
and fitness enthusiast,Re.juve Lover). Pada sessie ini mereka menceritakan
mengenai program Juice Cleanse 3R Program. Oh ya, program ini tidak membuat kita
tidak diperbolehkan makan apapun juga seperti beberapa program di luaran saya
yang membuat justru lemas.
Program ini dirancang bagi kita
yang ingin memulai healthy lifestyle dan memiliki pola makan yang sehat (let’s
say eatclean) tetapi tidak mengetahui bagaimana memulainya. Re.juve
berkolaborasi dengan Jansen Ongko Msc,RD, a registered dietician and one of
Indonesian active health and wellness ambassadors untuk mendesain program ini.
3 program tersebut adalah : Re.Cleanse, Re.Glow dan Re.juvenate.
Seusai acara ini insight saya dalam urusan kesehatan
bertambah....”You are what you EAT.You
can’t have a happy life with a sad food”. So, bukan berarti saya nggak
peduli dengan pedagang makanan di pinggir jalan yach jika saya nyaris tidak
pernah mau makan makanan di tempat yang tidak memenuhi syarat higienis.
Karena kenyang duluan selama
acara, maka saya pulang membawa berbagai buah Sunpride yang diberikan oleh Re.juve
, Green Forest Salad (Iceberg
Lettuce, Sunny Lettuce, Green Curly Lettuce, Sweet Corn, Cherry Tomatoes,Red
Bellpepper,Yellow Bellpepper)....asliii sukaaak...kemudian kami masih
di-oleh-olehi 1 botol Super
Pinky (Pineapple,Red Dragon
Fruits) serta Berry Licious (Rolled
Oats, Low fat milk,chia seeds,Strawberry yoghurt,banana &
strawberries,honey,almond slices) yang super yummy dari O’s Healthy Choice. Dikasih Ice Cream Wheatgrass pula yang langsung
saya makan. Wuuuiii...pokoknya healthy,happy
and berasa wealthy deh hari
itu. Terima kasih Re.juve...
Labels:
Beverage,
Food Blogger Gathering,
Healthy Food,
Jakarta Selatan,
Rejuve
Subscribe to:
Posts (Atom)























