Showing posts with label seafood. Show all posts
Showing posts with label seafood. Show all posts

Thursday, September 29, 2016

The Holy Crab Jakarta, Makan Disini Kamu Tidak Perlu Table Manner

Pernah makan tanpa etika atau table manner? Pernah di warung pinggir jalan? Atau di lesehan? 
Kalau di resto dengan harga seperti hotel berbintang pernah? 
Bisa loh kamu makan tanpa aturan-aturan yang lazim di resto yang harganya nggak kalah dengan harga hotel berbintang. Lebih parahnya lagi, makan disini kamu tidak di berikan piring, sendok, garpu atau pisau. Dikasihnya malah obeng. Hah obeng??? Buat gigi loe! :))) Hus! Baca dulu deh pengalaman kami makan di The Holy Crab Jln Gunawarman 55 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Klik di bawah ini jika mau baca ceritanya :)

Tuesday, January 26, 2016

Ulang Tahun Qian di Raja Rasa Sundanese & Sea Food Jakarta



Seumur hidupnya Qian akan merayakan ulang tahunnya...hehehe, yes! Ulang tahun ke-1 ini Ayahnya mengundang keluarga besar kami makan siang bersama di Jakarta. Jakarta? Iya, khusus loh Qian, ayah dan ibu serta neneknya dari Sang ibu plus Umi (Assisten rumah tangga keluarga Ayah Qian yang juga dulu membantu mengasuh Ayah Qian sejak SMP) datang ke Jakarta dari Makassar Sulawesi Selatan untuk syukuran ulang tahun Qian. Tentang kehadiran saya pada pernikahan orang tua Qian bisa di baca di SINI(Banyuwangi) dan saat honeymoon bisa di baca di SINI (Bali).

Awalnya Ayah Qian ingin makan siang bersama di salah satu resto kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Mengingat lokasi keluarga besar kami di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat yang lebih dekat ke Kelapa Gading. Tetapi waktu saya diminta untuk survey tempat tersebut...loh kok resto-nya udah nggak ada? Menurut kakak saya resto tersebut sudah pindah, tetapi berhubung saya belum sempat survey lagi maka kami makan siang syukuran ultah Qian di Raja Rasa Sundanese & Sea Food yang terletak di daerah Ampera (Cilandak-Pasar Minggu) Jakarta Selatan.
Ibu saya sudah beberapa kali silaturahim dan arisan dengan keluarga besar veteran di restaurant ini. Biasanya kakak ke-5 saya yang mengantar beliau. Jam ½ 11 kakak ke-3 saya beserta suami, anak bungsu dan sopirnya menjemput saya dan ibu. Kami langsung berangkat menuju lokasi melalui By Pass – Cawang – Kali Bata – Raya Pasar Minggu – Pejaten dan sampailah kami di lokasi. Diantara keluarga besar, kami yang pertama kali datang – disusul oleh kakak saya ke-7 dengan kedua anak gadisnya. Gimana sih,yang punya hajat malah belum sampai? Hehehe. Ayah Qian 2 hari sebelumnya sudah booking ruangan privat untuk 40 orang.

Ruangan Acara dan Tempat Makan

Raja Rasa Sundanese & Sea Food menyediakan berbagai tipe tempat makan. Ketika kami tiba di lokasi ternyata ada beberapa acara di berbagai tempat yang terpisah-pisah. Jadi terasa privat-nya deh. Kami mendapatkan ruangan di belakang dekat dengan kolam ikan yang rame ikannya. Disekitarnya terlihat bangunan-bangunan mungil mirip saung tetapi tertutup kaca dan berpintu. Ketika saya intip ternyata banyak yang sudah di-reservasi. Pada brosur-nya tertulis bahwa resto ini memiliki tipe ruangan, yakni : Dining Hall dengan kapasitas 400 orang, 4 ruangan VIP, 7 Privat Saung dan Ruangan Meeting. Parkirnya lumayan luas, tetapi karena pada saat bersamaan ada beberapa acara terpaksalah diantara kami mobilnya parkir menggunakan jasa valet. Jadi kalau mau mengadakan resepsi pernikahan bisa diadakan disini. Seminar, gathering, press conference, reuni, arisan, ulang tahun, kumpul keluarga...semua bisa disesuaikan keperluannya dan tidak bercampur baur dengan tamu lain.

Makanan dan Pelayanan 

Raja Rasa Restaurant juga memberikan layanan delivery paket nasi, diantaranya : Nasi Ulam Bali, Nasi Goreng, Nasi Timbel, Nasi Ma’ Ke Ke (Yang terakhir saya belum ngerti macam mana...hehehe). Ketika makan siang syukuran ulang tahun Qian kami tidak memesan makanan sendiri, melainkan sudah dipesankan menu-nya oleh Ayah Qian saat booking. Kami hanya memesan minumnya, saya memesan Juice Strawberry dan Es Teh Tawar. Walaupun sudah pesan tanpa gula tapi saya merasa juice strawberry tersebut kemanisan. Entahlah apakah yang memang dipake’in gula atau tanpa gula tapi ditambahin sirup. Tolong dong untuk resto-resto untuk memperhatikan soal penggunaan gula! Untuk lebih jelasnya kenapa saya lebih memilih tidak menyukai gula, silakan baca deh artikel saya DISINI.
Pelayanan dari waiter/waitress-nya lumayan sigap kok. Kami tidak ada komplain. Mereka inisiatif meletakkan minuman yang kami pesan di meja pojokan sehingga mempermudah kami untuk mengambilnya. Saat masih belum semua yang datang mereka mengantar minuman tersebut satu persatu ke kami. Maklumlah kalau berikutnya pesanan di letakkan di meja yang disediakan. Bisa jadi yang ambil order minuman tersebut bukanlah yang mengantarkan pesanan, jadi mereka tidak mengerti harus diantarkan siapa. Peralatan makanan juga tersedia lengkap tanpa kita minta, misalnya piring dan alat pemecah untuk cangkang kepiting.
Makanan yang kami pesan, silakan lihat foto-fotonya ya. Ini sebagian makanan saja, masih ada yang tidak terfoto oleh saya karena belakangan ada pesanan tambahan bagi yang datang diatas jam 12 siang. Sesuai namanya “Raja Rasa” makanan yang disajikan sangat berani dalam memberi bumbu. Selamat menikmati :)







Monday, September 6, 2010

Buka Puasa di Bangkok 69

Puasa sih puasa...tahun ini saya nggak puasa selama 11 hari loh! Huaaa...bangga seh?! Itulah kenikmatan bagi seorang wanita...xixixi...
Nah selama bulan Ramadhan ini, walau undangan berbuka puasa tidak seriuh bulan Ramadhan sebelumnya saya tetap sangat dapat menikmati aneka hidangan sahur , berbuka serta lunch pada saat tidak berpuasa.
Okay, kali ini saya cerita sekilas dulu mengenai buka puasa di Bangkok 69, salah satu restaurant di Gading Food City. Waktunya weekend 4 September 2010.Yang ntraktir Mbak Yoen dan keluarga.Hidangannya??? Besok saya lanjutin deh,karena sekarang sya mau out dulu...sabar yaaa,khan lagi bulan puasa.Kesabaran juga diuji loh ;-D
Oke..mulai deh tentang hidangannya :
Kami datang jam 5 kurang beberapa menit, memesan : Gurame Asem Manis, Udang Telor Asin, Kangkung hotplate Telor Puyuh dan ada dagingnya, plus Cumi Saos Mentega. Tambahan untuk cemilan Lumpia.Minumnya Ice Lemon Tea untuk saya, Galuh,Pandu,Mbak Yoen en Mas Tirto. Menjelang beduk Maghrib kami kembali ke resto ini. Iiih,mosoq meja yang kami reserverd ditukar ke orang lain sih?! Langsung deh kita minta free tajilan, Es Cincau Manis Santan.Kemudian kami lahap semuanya. Porsinya lumayan besar, jadi kami gak seberapa 'ngoceh' saat diberitahu kalau Lumpia yang dipesan Galuh nyasar ke meja lain. Ampun dah tuh orang yang nerima Lumpia, dia khan gak pesan Lumpia kenapa diembat juga yak?! ckckck....
Duh, berhubung saya nulisnya sambil ngabuburit ,jadi gak usah saya ulas lebih dalam ya.Yang jelas, dari pesanan tersebut Mbak Yoen membayar tigaratuslimapuluh ribuan.

Monday, November 3, 2008

RM Apung & Kolam Pancing KAMPUNG LAUT, Semarang

Asyik nih, sekarang Semarang punya tempat tongkrongan yang dapat dinikmati bagi keluarga atau beserta teman – teman. Dari gathering sampai pernikahan bisa diselenggarakan di sini.

Nama-nya : Rumah Makan Apung & Kolam Pancing KAMPUNG LAUT. Letaknya di Kompleks Puri Maerokoco – PRPP Semarang , Jawa Tengah.

Menu seafood-nya lengkap...kap...kap....asalkan kita gak pesan Lumba Lumba Saos Padang atau Putri Duyung Sambel Kecap yaa ;-p

Tanggal 5 October 2008 merupakan kunjungan kedua daku ke Kampung Laut, bareng Ibu, Mas Tunggal, Mbak Rita, Sekar dan Seno naik Tavera. Sebelumnya daku makan disini tanggal 29 December 2007, bedanya ibu diganti dengan Ely.

Dikunjungan kedua kami memesan, antara lain : Kepiting Lamburi Goreng Malaysia, Sapo Tofu Seafood, Udang Telor Asing...hhmmm terus apalagi ya??? Ingatnya hanya 3 menu tersebut karena daku udah girang duluan melihat ada Kepiting Lamburi Malaysia yang seluruhnya bisa dimakan tanpa takut gigi rontok. Harga perporsi-nya kalau nggak salah...(Harga December 2007) Rp 60.000 ,-/porsi. Menu kepiting lainnya : Kepiting Telur Bakar, Kepiting Telur Lada Hitam, Kepiting Telur Cabe Garam, Kepiting Telur Taoco, Kepiting Saos Singapore....pokoknya banyak banget variasi menu-nya. Ini baru kepiting, belum yang lainnya seperti udang, dan aneka ikan-ikanan, cumi bahkan abalonies aja ada loh.

Venue-nya top banget, ada live music, ada televisi, ada lesehan, ada di meja makan biasa, ada yang di pinggir laut,ada yang seperti di resto indoor – bahkan yang nggak kalah serunya : makan sambil memancing. Tempatnya bersih, walaupun semua serba SEA tetapi nggak tercium amis. Memasuki area resto-nya kita berjalan di atas dermaga yang romantis abis!

Untuk makan disini kalau kalian berempat, setidaknya sediakan uang minimum Rp 300.000 ,-. Rata-rata perporsi harganya diatas @ Rp 50.000 ,-. And snack yang ditawarkan, seperti risoles, kroket dan lainnya yang dijual di stand khusus juga nikmat loh untuk menanti menu utamanya datang.

Catatan dari WWF tentang SEAFOOD Ramah Lingkungan. Hindari : abalonies,ketam kelapa, lumba lumba, duyung, kima raksasa, kerapu, lobster/udang karang, pari manta, napoleon, mola mola, hiu, triton, trochus, telur penyu, penyu, ikan paus, tuna sirip biru.

Hiks...padahal dulu daku suka banget loh makan Sop Sirip Hiu en Lobster. Ayo ikutan berpartisipasi mengembang biakkan hewan laut tersebut supaya kita bebas makan. Hayoooo siapa yang mau bikin empang lumba lumba di rumahnya?????!!!