Showing posts with label Cafe. Show all posts
Showing posts with label Cafe. Show all posts

Sunday, March 19, 2017

March Fiesta, Keseruan Acara dan Kuliner Food Garden di Jakarta Garden City

Saya rindu menikmati keindahan sore di Jakarta Garden City. Berlokasi di Cakung , penghujung Timur , maka di area ini matahari terbenam paling akhir di langit Jakarta. Keromantisan aura sunset Jakarta dapat kita rasakan.

3 tahun lalu setiap akhir pekan saya mengendarai motor menuju deretan ruko bertingkat di Jakarta Garden City. Bercengkerama dengan para sahabat yang tinggal di sekitar. Di kursi meja berpayung yang berada di deretan ruko,  kami menghabiskan hari sambil makan dan minum yang kami beli di ruko tersebut. Saya sangat menyukai menu khas Manado dan Jawa Timuran yang tersedia. Semilir angin sore menyejukkan, membuat ingatanku lepas dari keriuhan industri di luar sekitarnya.
2 tahun lalu saya dan rekan kerja berbuka puasa di rumah makan Padang di Jakarta Garden City, setelah selesai urusan kami di Club House. Ini terakhir kalinya saya berkunjung ke JGC.

Saturday, March 26, 2016

SWISS CAFE at Swiss Belresidence Kalibata,Resto Hotel Konsep Bistro


Setelah menyaksikan Little Chef Cooking Class di lantai bawah dan hotel tour melihat-lihat berbagai fasilitas dari Swiss Belresidence Kalibata, maka kami menuju ke Swiss Cafe untuk makan siang. Wah, tepat 2 tahun 1 hari yang lalu saya breakfast di Swiss Cafe Belinn Panakukkang Makassar Sulawesi Selatan tanggal 19 Maret 2014 dan 20 Maret 2016 saya lunch di Swiss Cafe Restaurant Swiss BelResidences Kalibata. Nama Swiss Cafe memang sudah pasti digunakan sebagai nama restaurantnya  oleh semua jaringan international Swiss Bel seluruh dunia.
Swiss Cafe di Kalibata termasuk lumayan luas. Oke banget untuk kongkow atau mengadakan reuni/ulang tahun/gathering/arisan di sini. Kami berdelapan duduk di teras restaurant yang non-AC, tetapi tidak berasa gerah dan pepohonan merindangi bangunan di sekelilingnya. View kolam renang Woodlands Apartment ada dalam pandangan mata di hadapan kami. Benar – benar terlepas dari kebisingan kota.

Oxtail Soup Black Pepper
Menu dibagikan kepada kami. Waitress menjelaskan kepada kami menu yang sedang promo di bulan Maret 2016. Oxtail Soup dengan 8 bumbu rasa! Saya sempat ‘meringis’ karena Oxtail Soup bukan makanan yang saya gemari! Tetapi sungguh saya tidak mau melewati kesempatan petualangan kuliner di resto hotel bertaraf international dengan menu Indonesia asli. Dengan mantap saya memesan “Oxtail Black Pepper Soup”. Berbeda dengan menu yang disajikan saat breakfast, maka menu yang ditawarkan pada saat lunch adalah ala carte. Boleh dikatakan makanan ala carte disini relatif terjangkau dengan standard hotel international berbintang 4.
Mengundang Chef Novan untuk berbincang bersama kami mengenai masakan yang di sajikan di Swiss Cafe Kalibata. 

Oxtail Soup Garang Asam
Oxtai Soup "Regular"
Menurut Sang Chef menu oxtail soup yang disajikan oleh Swiss Cafe Swiss Belresidences Kalibata memiliki favorit : Saos Padang, Black Pepper dan Pesmol. Menggunakan oxtail lokal dengan tingkat kepedasan nggak ada levelnya, tetapi tamu dapat request jika memang tidak menyukai rasa pedas.

Nasi Rawon
Seafood Revioli (Pasta) @ Rp 78K
Signature menu yang terdapat disini adalah : NASI GORENG KALIBATA  Rp 88K (Dengan ciri khas Teri Balado dan Pete) dan NASI KEMANDORAN Rp 78K (Dengan Opor Ayam, tumis jagung, jeruk limau) .
Setelah promo menu variasi oxtail soup 8 rasa di bulan berikutnya akan ada modifikasi noodle dan bakso (meat ball) . Wah, siap-siap lagi nih....

Pisang Goreng
Aneka Gorengan : Combro, Otak Otak, Pastel, Singkong
Bila kita tidak bermalam di Swiss Belresidence Kalibata, Swiss Cafe Restaurant tetap dapat menjadi alternatif untuk makan di sini deh, karena konsep-nya bistro maka porsi makanan yang disajikan lumayan besar. Mantep, baik rasa maupun ukuran porsi! 
Menu lainnya yang tersedia diantaranya : Spaghetti with Meatballs Rp 78K, Mie Goreng Jawa dan Mie Jawa Rebus @ Rp 88K, Ayam Bakar Taliwang Rp 98K,  Wok Fried Beef Tenderloin Black Pepper Rp 68K, Sweet Sour Fish Rp 68K, Chicken Kung Pao Rp 68K, Iga Bakar Jakarta Rp 180K, Soto Bandeng Rp 58K, Gado Gado dan Ketoprak @ Rp 58K, Rawon Daging Rp 78K . Wah, termasuknya menu disini sangat bervariasi dengan harga dibawah seratus ribu....plus tax ya karena yang namanya tax di berbagai resto standard hotel pasti mengenakan tax dan service :)

Zuppa Soup-nya saja double gini.... :) Rp 78K
Mountain Dew (Kiwi,Mint,Soda) Rp 45.K

Saya katakan diatas bahwa saya bukan penggemar oxtail soup, tetapi begitu makanan yang pesan datang, saya langsung menikmati-nya! Sedap sekali loh...di melewati tenggorokan dengan mulus dan tidak berlemak seperti yang saya bayangkan. Jujur, baru sekali ini saya benar-benar menikmati oxtail soup, apalagi dengan modifikasi resep seperti ini. Black pepper-nya pedasnya tidak "menusuk" dan ada rasa manis gurihnya.


Swiss Cafe Restaurant at Swiss-BelResidence Kalibata
Jln Kalibata Raya No 22 - Jakarta Selatan (12740)
Depan Kalibata Plaza dan Stasiun Kalibata  

Sunday, December 27, 2015

One Fine Day With Bengawan Solo Coffee

Sabtu, 28 November 2015 saya mendapatkan undangan dari Openrice untuk hadir dalam acara “ONE FINE DAY With Bengawan Solo Coffee" di unitnya yang berada di Kota Kasablanka. Hal yang sangat familiar bagi saya karena hampir setiap hari melewati dan mampir di Kota Kasablanka. Head Office perusahaan saya beraktifitas berada di area ini. Serta operasional office tempat saya beraktifitas hanya beberapa meter dari ITC Kuningan, dimana terletak retail pertama dari Bengawan Solo yang beroperasi sejak Mei 2003. Seringkali saya mampir membeli minuman di outlet ini, bahkan saya pernah menceritakan di SINI.
Awal dibukanya Bengawan Solo Coffee memiliki konsep ‘take away concept’ dengan model push cart yang kemudian berkembang menjadi in line store dan island store. Line Store dan Island Store memungkinkan pelayanan yang lebih maksimal karena konsumen dapat duduk santai, membicarakan bisnis/pekerjaan atau kegiatan lainnya. Contohnya seperti yang saya lakukan ketika mewawancarai seorang Coffee Conoisseur di Bengawan Solo Coffee ITC Kuningan. Ditambah dengan fasilitas free WiFi tentunya sangat membantu konsumen dalam browsing atau berkomunikasi melalui jaringan internet. Konsep ini terus berkembang dalam proses mencapai tujuan menjadi nomor satu. Bengawan Solo Coffee ingin menjadi Kedai Kopi yang diingat karena konsumennya yang selalu rindu dengan suasana dan rasa dari racikan kedai kopi asli Indonesia. Banyaknya pesaing menjadi Bengawan Solo Coffee harus cermat dalam menjalankan bisnis kopi dengan strategi pemasaran.
Pada hari event diselenggarakannya Openrice Gathering ‘One Fine Day with Bengawan Solo Coffee’ saya tiba 1 jam lebih cepat dari jadwal acara karena saya baru selesai Yoga di salah satu gym yang tidak jauh dari Kokas. Panitia dari Bengawan Solo Coffee sedang mempersiapkan tempat acara. Saya memanfaatkan free wifi yang tersedia disana. Begitu meja registrasi dibuka, saya langsung mendaftar ulang dan mendapatkan goodiebag beserta kartu menu. Saya memesan dalam jajaran Ice-Blended Java Avocado (Traditional and Flavorfull), kemudian duduk di area lokasi acara. 

Minuman dan cemilan saya saat One Fine Day BengSol & Openricer
Tak lama kemudian hadir undangan yang diantaranya influencer media sosial dan para lifestyle dan food blogger yang sudah saya kenal di berbagai event. Acara ONE FINE DAY diadakan oleh BSC bermitra dengan Bank Danamon, Openrice, Dilmah, Ruby Coffee Machine, Greemfield, Fairy & Square, Diamond dan Mal Kota Kasablanka.

Persiapan 3D Latte Art
Berbagai acara dipersembahkan oleh Bengawan Solo Coffee, diantaranya kompetisi nge-tweet tercepat, Instagram Photo dan mini tutorial 3D latte art serta kompetisi latte art logo BSC secara berkelompok. Cihuynya nih, saya memenangkan “Instagram Photo Competition”...yeaay, dapet deh voucher ngombe kopi senilai Rp 100.000 dan sebuah mug. Voucher-nya bermanfaat sekali loh, karena saya termasuk “Hard Coffee Drinker”! Dalam 1 minggu saya bisa berkunjung ke kedai kopi 2-3 kali, dan Bengawan Solo Coffee memang termasuk yang jadi favorit saya dalam ngombe kopi. 

Ini foto saya yang menang Instagram Photo Competition "One Fine Day"
Sejak dahulu saya memang penggemar kopi, ketika belajar di Belanda dan Selandia Baru saya seringkali menikmati kopi di berbagai kedai kopi yang ada di hampir setiap sudut public area disana. Keharuman kopi laksana aromatherapi bagi saya selama belajar. Yup, seringkali di sudut toko buku terdapat kedai kopi yang aroma-nya menyerbak ke penjuru toko. Kini lifestyle itu telah berkembang di Indonesia, tentunya sebagai gerai kopi asli Indonesia BSC harus terus melakukan ekspansi agar kopi dan kedai kopi-nya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bahkan menjajah produksinya ke luar negeri. Pasti bisa dong dengan dukungan penggemar kopi di tanah air, Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ke-empat di dunia loh!

Bengawan Solo Coffee Kota Kasablanka : Terletak di Food Society. Selain di dalam store-nya, kita juga dapat ngombe kopi dan menikmati kudapan di ruang luar depan store. Di sini-lah yang dijadikan lokasi penyelenggaraan acara "One Fine Day with Bengawan Solo Coffee" 

Sebagian hampers for BengSol "One Fine Day"

Setelah acara "One Fine Day with Bengawan Solo Coffee" usai, inilah beberapa kunjungan saya ke BSC lainnya. Sebagian dari 50 cabang BSC yang tersebar di Indonesia. Yuuk ah, mari majukan usaha lokal...mari dukung kopi Indonesia untuk go international. Setidaknya mari kita jadikan kopi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri!

Bengawan Solo Coffee Pacific Place : Usai menghadiri MarkPlus Conference di Ritz Carlton Hotel tanggal 10 December 2015 saya menyempatkan diri turun ke lantai bawah untuk minum kopi di BSC Pacific Place. Outlet ini tidak besar, tetapi mudah di temukan karena dekat dengan eskalator dan traffic pengunjung Pacific Place yang masuk melalui jalur pejalan kaki. Saya bermaksud ngopi-ngopi sambil mengedit beberapa foto dan tulisan secara online. Sayangnya saat itu BSC PP wifi-nya tidak lancar. Saya melihat sekeliling meja dan kursi yang ada di BSC tampak penuh...hahaha, saya tahu diri-lah nggak berlama-lama nongkrong...hihihi, curiga kalau modem wifi-nya dimatikan deh supaya saya beranjak pergi.... 

Meja mungil di BSC Pasific Place. Unik dengan bertabur biji-bijian kopi dilapisi kaca


Crispy Brownies di BSC Pacific Place
Bengawan Solo Coffee Kelapa Gading Mall : Lokasinya di lantai 3 antara Food Temptation dan Gading XXI. Sederetan dengan beberapa F & B stores lainnya. Ada ruangan yang dibatasi kaca dengan ruang lainnya. Oke banget kalau kita mau ngombe kopi dengan ketenangan khusus sambil ber-wifi ria atau jika bermaksud meeting dengan suasana lebih privacy. Ketika saya kesana bersama kakak (Saya memesan Hazelnut Latte) wifi-nya lancar dan petugas-nya ramah.

Ruang dalam BSC Mall Kelapa Gading
Bengawan Solo Coffee La Piazza Kelapa Gading : Lokasinya di pintu masuk depan Taman Jogging, non-AC karena di ruangan terbuka. Anginnya lumayan kencang waktu saya ke sana sehingga tissue beterbangan dari meja saya...hehehe...tapi asyik-lah, serasa ngopi di pantai. Apalagi ada free wifi. Penasaran dengan “Java Ramen” akhirnya saya memesan makanan yang identik dengan masakan Jepang ini di BSC La Piazza Kelapa Gading. Ternyata ini adalah mie instan yang diberi ekstra bumbu serta di tambahi telor asin. Terpuaskanlah rasa keingin tahuan saya terhadap “Java Ramen” versi Bengawan Solo Coffee.

Java Ramen dan Original Poppucino pengisi sore...
Bengawan Solo Coffee Mall of Indonesia (MOI) : Minggu, 27 Desember 2015 tiba-tiba saya ingin ngombe kopi . 4 hari berturut-turut libur dan 3 hari sudah beraktifitas liburan bersama kerabat dan teman, maka sekarang saya ingin menikmati ‘me time’. Langsung saya menuju MOI di kawasan Kelapa Gading. BSC MOI berada di salah satu sudut di wahana bermain anak-anak. Siang menjelang sore saya kesana suasana sangat ramai di sekitar BSC, maklumlah liburan, namun saya bisa dengan asyik menikmati Hazelnut Latte sambil mengirim berbagai pesan dan foto melalui aplikasi chatting dan email ke My Lovely di luar negeri. Di BSC MOI wifi-nya luaaannncaaarr....
BSC Mall Of Indonesia (MOI) Kelapa Gading

WIFI dan Media Social
Dari tadi saya begitu perhatian dengan wifi masing-masing BSC yach? Hehehe, beginilah orang yang menjalankan LDR. Jadi merupakan hal penting jika memilih suatu tempat tongkrongan yang wifi-nya lancar. Kelihatannya mojok dan ngombe kopi sendirian, padahal sebenarnya lagi “pacaran” dengan pasangan yang berada ribuan kilometer. Dengan adanya wifi di sebuah tempat tongkrongan – menurut saya hal tersebut juga merupakan strategi marketing bagi industri hospitality. Yaa, asal konsumennya sadar diri deh, jangan hanya pesan 1 minuman tetapi nongkrong dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Sesuai dengan perkembangan jaman pula maka BSC mulai merambah media sosial. Dalam media sosial BSC mem-branding dengan istilah Bengsol. Bengsol memiliki beberapa account di dunia media sosial, yakni di : Facebook (Bengawan Solo Coffee Indonesia) yang memiliki follower hampir 5000 orang, Twitter (@bengsol_id) dengan follower yang juga lebih dari 5000 dan Instagram (@bengawansolocoffeeindonesia) yang baru dikembangkan di bulan September 2015 memiliki follower 200-an orang.

PROGRAM PROMO Bengawan Solo Coffee
Untuk berkembangnya ke arah lebih baik, Bengawan Solo Coffee mengajak berbagai mitra untuk melebarkan jaringan dan merambah media sosial. Di dunia perbankan BSC bekerjasama dengan Bank DANAMON sejak 2012. Program unggulan bersama yang ditunggu adalah program COFFEE FOR FREE, yakni BSC dan Danamon memberikan kesempatan kepada pemilik kartu kredit dan debit Danamon untuk mengambil lucky card yang dapat memberikan diskon sampai 100% !!! Woooww...! Tahun 2015 program ini berlaku pada bulan Desember 2015.
Lantas masih ada promosi lainkan yang akan berlangsung??? Yes, mengingat program kerjasama dengan Danamon berkelanjutan sejak 2012 maka harapan kita sebagai “tukang ngombe kopi” tentunya berharap tahun 2016 program promo ini terus berlangsung. Selain itu program promo lainnya adalah bagi pemilik Bengawan Solo Coffee Card (Disingkat : BSCC) yang telah memiliki anggota lebih dari 1,500. BSCC holder (seperti saya) akan mendapatkan promo diskon sepanjang tahun sebesar 10% untuk reguler minuman, Buy 1 Get 1 setiap tanggal 18 (Merupakan tanggal lahir BSC) dan di tahun 2016 (Sampai April 2016) akan berlangsung promo : Ngombe Bareng (1-31 January 2016 mendapat diskon minuman 30% jika member membawa teman untuk kongkow setiap hari Senin-Selasa dengan minimal transaksi Rp 150,000) . Free Upsize (1-29 February 2016 yang berlaku hari Senen untuk beberapa minuman). Early Bird Tuesday (7 – 31 Maret 2016 , jadilah 10 konsumen tercepat di hari Selasa, maka setiap pembelian di BSC akan mendapatkan crispy brownies dengan gratis). Ladies Month (1 – 31 April 2016, dari namanya sudah dapat di terka bahwa promo ini diperuntukkan bagi wanita. Yes, konsumen wanita akan mendapatkan diskon 20% minuman setiap hari Rabu).

Menu Yang Tersedia di Bengawan Solo Coffee
Premium Coffee : Americano, Black Coffee, Coffee Tareek, Cappucino, Caffee Latte, Vanilla Latte, Hazelnut Latte, Caramel Macchiato, Caffe Mocha.
Non Coffee : Milk, Assorted Tea Line, Tea Tareek, Deluxe Chocolate, Blossom Tea.
Ice Blended : Original Poppucino, Cookies ‘n Cream, Java Avocado, The Ultimate, Brande Cookies, Kyoto Green Tea.
Camilan Ndoro : Pisang Goreng, Sate Pisang, Singkong Goreng, Risol, Pastel.
*** Minuman memiliki 3 Size, yakni : Alit, Sedeng, Ageng.

Berbagai ukuran minuman yang tersedia di BSC


Salam Ngombe Kopi,

Anna R Nawaning S - Openrice/Opensnap : balqis57 - Instagram/Twitter : @balqis57 - Email : balqis57@yahoo.co.nz


Saturday, March 30, 2013

Kopi Oey Rawamangun : Ayam Kuah Asam #4thKopiOey [CLOSED]

Tampak Depan Kopi Oey Rawamangun

Kopi Oey adalah outlet ngopi atau makan ala tempo doeloe milik Bapak Bondan Winarno. Awalnya dibuka oulet di Jln.H.Agus Salim (Sabang) Jakarta Pusat. Hingga sekarang membuka cabang di banyak tempat serta tersebar di beberapa kota di Indonesia. Salah satu outlet-nya berada di Rawamangun – Jakarta Timur.
Tanggal 27 Maret 2013 dalam rangka ulang tahunnya yang ke-4 PT.Koptiam Oey Indonesia mengadakan ajang kompetisi “Kreasi Menu Oey 2013”. Masing-masing outlet berkompetisi membuat menu baru. Dipilihlah masing-masing 5 Juri yang menilai menu tersebut. Bersyukur, saya terpilih menjadi Juri di outlet Rawamangun (Yang baru -/+ 1 bulan beroperasi) karena lokasi outlet yang dekat dengan domisili saya.


Inilah penilaian saya sebagai salah satu “PENDEKAR KULINER INDONESIA 2013”

Nama Menu Outlet Kopi Tiam Rawamangun Jakarta Timur
AYAM KUAH ASAM


Kreatifitas Menu :
Nama menu yang disajikan oleh Kopi Oey Rawamangun Jakarta Timur dalam Pendekar Kuliner Indonesia adalah : Ayam Kuah Asam. Keharuman dan tampilan masakan ini mengingatkan saya pada menu Garang Asam Kuah (Bukan yang di-“tum” dengan daun pisang), yakni menu khas daerah Jawa Tengah.
Tampak awal begitu masakan disajikan oleh Waiter (Keponakan : Istilah yang diberi oleh Kopi Oey untuk para petugas) terlihat : Potongan ayam bagian paha atas, irisan cabe merah,irisan tomat hijau muda, dan potongan daun kemangi.Dengan hijau keemasan dan tidak terlalu bening....hhmmm, memaksa saya untuk mengira-ngira apakah dimasak dengan menggunakan santan kelapa atau tidak :D Yang tidak terlihat adalah kentang yang dipotong berbentuk kotak-kotak kecil. Baru terlihat jika kita aduk dan mengangkatnya dengan sendok.
Yang pasti menu ini pada umumnya dimakan menjadi lauk pauk, bukan menu kudapan. Secara umum sih menu terlihat biasa, namun di era fastfood yang sudah bertaburan di kaki lima, menu ini termasuk cukup unik. Sudah amat jarang rumah makan atau resto menyajikan menu seperti ini.
Oh ya, syarat untuk menilai dan mengapreasi menu makanan dan minuman adalah dalam kondisi sehat (fit) agar tidak mempengaruhi penciuman aroma dan rasa. Oleh karena-nya saya menganjurkan untuk Tamoe yang memang berniat mencoba dan mengapresiasi makanan adalah dalam kondisi fit....ya supaya nggak protes,”Laaah, ini kok aroma-nya aneh sih?” atau “Loh, ini agak pahit ya?”. Itu bukan “salah” makanan-nya, Bro...itu karena kondisi kesehatan yang berpengaruh terhadap apa yang kita nikmati. Selezat apapun makanan kalau kondisi kesehatan lagi nggak fit, tetap aja jadi mempengaruhi. Oleh karenanya saya tidak mengatakan bahwa menu Ayam Kuah Asam ini cocok untuk yang sedang mengalami kondisi kesehatan yang sedang “ini” atau sedang “itu”....
Nah, kalau kondisi cuaca baru deh bisa direkomendasikan, misalnya : Ayam Kuah Asam ini asyiknya untuk kondisi cuaca yang dingin atau hujan, disaat makan siang. Tetapi kalau kita menikmatinya di saat malam hari...ya silakan saja karena tidak mempengaruhi rasa selama kondisi kesehatan baik.
Cabai merah dan tomat hijau yang terdapat di Ayam Kuah Asam ini baik untuk asupan vitamin pada tubuh kita. Karena santannya tidak sepekat Garang Asam, maka mudah-mudahan relatif aman dimakan untuk makan malam. Kalau dikurangi atau tanpa nasi juga oke banget, seperti makan soto saja tuh. Bahkan lebih segar, lagipula di menu Ayam Kuah Asam sudah terdapat kentang, jadi dengan berkurangnya nasi putih tetap saja baik bagi tubuh kita.
Scala Penilaian Indikator 1  : 7.5 dari 10


Waktu dan Cara Penyajian Menu :
Beberapa kali saya datang ke beberapa outlet Kopi Oey, dan biasanya waktu yang diperlukan untuk menyajikan menu lebih dari 15 menit – bahkan pernah di cabang Jakarta Selatan kami “dipaksa” kehausan, padahal saat itu kami sedang berbuka puasa bersama! Nah, tetapi di Kopi Oey Rawamangun saya hanya memerlukan waktu 3 menit untuk mendapatkan Ice Lemon Tea sebagai minuman! Apa karena selama ini saya datang ke Kopi Oey (cabang lain) secara berombongan sehingga memerlukan waktu yang cukup lama?
Bahkan menu Ayam Kuah Asam bersama nasi-nya disajikan tidak sampai 10 menit menunggu. Kondisi-nya juga masih hangat mengepul, segar disajikan di sore itu. Terbayang deh, menu ini dapat menjadi menu unggulan di hari yang “basah”. Jadi menurut saya pribadi yang lebih menarik justru aroma pada indra penciuman dan rasa dibandingkan tampilan indra penglihatan, namun alangkah lebih baik lagi air kuahnya ditambah agar garnish dan ayam-nya tidak terkesan “tenggelam” dalam kehimpitan. Ditambah bawang goreng seru kali yaaa?hahaha...ini selera saya pribadi loh :)
Scala Penilaian Indikator 2 : 8 dari 10

Cara Pelayanan :
Sikap Waiter/Waitress (Di Kopi Oey disebutnya : Keponakan) terkesan wajar alias tidak banyak omongan dalam melayani saya sebagai Juri ‘Kreasi Menu Oey 2013’ atau Pendekar Kuliner Indonesia. Saya memang lebih nyaman jika di sutu resto/rumah makan/cafe para Waiter/Waitress-nya bersikap wajar. Khan sekarang banyak tuh tempat makan yang melayani pengunjungnya dengan keramahan bagai robot yang setiap kata dan sikapnya seakan sudah di-program oleh management F&B Industry...hehehe, sampai kalau udah kesal pengen ngomong,”Mbak/Mas, saya sudah hafal deh apa yang Mbak/Mas ingin jelaskan ke saya...” Hahaha...soalnya dari satu cabang ke cabang lain apa yang diomongin mereka sama persis, seperti orang yang menghafal!
Para Keponakan melayani dengan mengenakan seragam sportif kaos berwarna hitam. Good, kalau ada yang kotor tidak langsung terlihat. Tetapi barangkali lebih seru andai para Keponakan mengenakan seragam yang unik ala tempo dulu, yang simple saja kok atau ditambah assesoris barangkali.
Scala Penilaian Indicator 3 : 7.5 dari 10


Kondisi & Suasana Outlet :
[Lokasi] Kopi Oey Rawamangun menempati sebuah ruko di daerah yang ramai. Sangat strategis, banyak kendaraan umum (Dari Bajaj, Ojeg,Taksi,Angkot,Mikrolet,Metromini) lewat di depat outlet Kopi Oey Rawamangun, bahkan tidak seberapa jauh dari jalur  rute Transjakarta no.4 (Pulo Gadung/TU Gas – Dukuh Atas). Oh ya, beberapa kali admin social media mengatakan bahwa outlet Kopi Oey Rawamangun terletak di TEPAT di depan Tip Top Swalayan. Padahal letak Kopi Oey Rawamangun tidak tepat di depan/seberang Tip Top. Tepat di depan/seberang Tip Top banyak berderet tempat makan lainnya.Sedangkan Kopi Oey Rawamangun terletak di seberang ruko yang berada di Jln Balai Pustaka tersebut. Jika kita menyeberang dari Tip Top maka kita masih harus berjalan sekitar 100 meter lagi ke arah Jalan Pemuda atau Apotik Rini. Ya, Kopi Oey Rawamangun terletak sejajar dengan Apotik Rini, salah satu apotik yang legendaris juga di Jakarta.
[Ruangan Outlet] Kondisi ruko Kopi Oey Rawamangun termasuk mungil, terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah untuk Non Smoker yang terdiri dari ruangan 6 – 7 meja berkapasitas 4 orang. Di teras juga terdapat meja dan kursi bagi yang ingin menikmati suasana non-AC. Sedangkan lantai atas digunakan untuk Smoker.
Kebersihan relatif terjaga bersih, karena jika terlihat peralatan makan yang menumpuk maka para Keponakan dengan cekatan mengangkat peralatan makan yang sudah digunakan. Yang jelas kebersihan masih terjaga dikarenakan oulet Kopi Oey Rawamangun masih termasuk baru. Baru sebulanan beroperasi-nya. Sayangnya ketika saya berkunjung sedang ada pemasangan (service) TV yang ada di outlet sehingga sempat menimbulkan suara yang mengganggu suasana (Jedak...jeduk...duk...duk...dok).
Bentuk ruangan sih seperti biasa, layaknya ruko namun lukisan, kasir dan beberapa interior menampakkan kesan tempo dulu. Apalagi yang menjadi backsound selama di dalam ruangan adalah lagu-lagu keroncong tempo doeloe, misalnya : Bengawan Solo...yang memang versi tempo doeloe.
[Service Keponakan ke Tamoe dan Kasir] Ketika pertama kali saya berkunjung ke Kopi Oey Rawamangun (Baru seminggu beroperasi) para Tamoe memesan makanan di kasir dan langsung membayar pesanan tersebut. Ketika disodorkan angket oleh Keponakan yang ada disana, saya menuliskan sikap “protes” saya karena kalau memesan dan membayar pesanan secara langsung di kasir kok ya saya berasa makan di tempat makan fastfood/junkfood ala Amerika gitu. Nah, ternyata tanggal 27 Maret 2013 saya melihat Keponakan langsung mengantar daftar menu dan mencatat menu yang ingin dipesan oleh para Tamoe. Seperti di outlet Kopi Oey lainnya-lah, walaupun di desk Kasir saya masih melihat tulisan “Pesan dan Bayar Disini”
[Warta Koffie] adalah koran yang diterbitkan oleh PT Kopitiam Oey Indonesia, terdapat di setiap meja. Di media ini terdapat voucher dan informasi promosi Kopi Oey di beberapa outlet.
Scala Penilaian Indicator 4 : 8 dari 10 


Kesimpulan :
Kritik dan Saran  :
·         Untuk menu Ayam Kuah Asam : Apabila menu ditawarkan kepada Tamoe yang ingin memesan, alangkah lebih baiknya jika Keponakan menanyakan kepada Tamoe bagian ayam mana yang diinginkan oleh Tamoe (Dada/Ayam/Sayap atau bahkan Ceker) karena tidak semua Tamoe menyukai semua bagian ayam.
·         Kalau banyak Tamoe sebaiknya ada Keponakan yang berada di ruangan outlet yang memudahkan Tamoe untuk memanggil jika memerlukan/bertanya sesuatu . So para Keponakan jangan pada bergerombol di dalam dapoer. Saya pernah loh, masuk ke ruangan Kopi Oey dengan gaya celingak-celinguk nggak ngerti Keponakan pada dimana, sehingga saya dan saudara saya nyaris teriak,”Permiiiisssiiii....Puuunttteeeen.....Assalamu’alaikum....”. Ya karena outlet cabang Kopi Oey-nya mirip rumah tempo doeloe juga, jadi benar-benar berasa bertamu deh.
·         Walaupun tidak berharap pelayanan yang istimewa bak raja, sebaiknya jika ada Tamoe yang sudah akan pergi dibukakan pintu-nya apabila ada Keponakan yang berada di dekat pintu masuk/keluar. Begitu pula jika ada Tamoe yang datang, selayaknya disambut dengan wajar agar tidak terulang pengalaman saya ala mertamu di rumah kosong...hehehe...
·         Yang jelas : Kebersihan harus selalu terjaga. Walaupun suasana tempo doeloe, tetapi harus terlihat ‘cling’ – bersih mengkilat baik ruangan maupun makanan dan peralatannya. Termasuk selalu di jaga kebersihan para Keponakan.

Kopi Oey RAWAMANGUN Jakarta Timur :
Jln.Balai Pustaka Raya 13 B
Rawamangun – Jakarta Timur