Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Wednesday, February 17, 2016

Makan Sore di Pizza Express Grand Indonesia

Sabtu, 06 February 2016 seusai mengikuti Beauty Talk and Workshop di Seibu Premier Lounge Grand Indonesia, saya merasa agak lapar. Memang belum sempat lunch, sedangkan waktu telah menunjukkan lewat pukul 15. Mengingat saya masih mengantongi beberapa voucher MAP dari hadiah lomba penulisan reportase acara Ngabuburit Sehat dan Cantik Bareng Dream.co.id dan Magasida, serta memotret makanan di salah satu aplikasi android, maka saya dan Owien menuju ke Pizza Express di lantai yang sama dengan Foodhall.

No wine, please :) Picture by Owien :D
Seingat saya, saya baru 2x membeli makanan di Pizza Express yang sebelumnya bernama Pizza Marzano. Pertama membeli di store-nya yang di Mal Kelapa Gading untuk dibawa pulang dan di makan di rumah. Kedua ya kali ini....
Seluruh pizza yang ada disini dibuat oleh tenaga ahli pizzaiolos yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 45 tahun. Menurut saya sih pizza disini memang lebih sehat dibandingkan pizza di toko sebelah, dan juga sepertinya nggak terlalu banyak daging olahannya. Asyiklah buat saya yang anti dengan daging asap, sosis dan daging olahan yang asal asulnya gak jelas.

Tiga jenis makanan kami pesan, yakni : 

Bruchetta Originale 
 @ Rp 32,000 ,-

Calamari
Rp 57,000 
Sienese Pizza 
Rp 80.000 ,-

Harga diatas belum termasuk Service Charge yang 5% berikut  PB1 10%, berarti total yang harus kami bayarkan adalag : Rp 198,660. Saya membawa voucher-nya hanya Rp 150,000, jadi sisanya saya bayarkan cash.
Kembali ke soal pizza, kenapa saya memilih pizza Sienese yang ber-topping spinach, bechamel sauce, mascarpone, mozzarella, chilli powder, grana padano chesse? Ya karena seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa saya bukan penggemar daging olahan, tetapi saya juga bukan vegan. Lucuknya lagi, saya bukan penggemar sayuran, sehingga paduan di pizza yang satu ini terasa pas buat saya. Saya menyukai spinach jika dimasaknya sejenis ini, contoh lainnya adalah spinach quiche atau spinach fritata ala Anna yang suka saya buat di rumah.
Di Pizza Express juga menyajikan menu lainnya bagi vegetarian, antara lain : Mix Salad,  Margherita (Mozzarella,Tomato), Funghi Di Bosco (Portobello Mushrooms, Garlic Oil) dan Giardiniera (Artichokes, mushrooms, red peppers, santos tomato & pesto). 3 pizza tersebut adalah pizza classics yang original resepnya tidak berubah sejak tahun 1965! Masih ada lagi beberapa menu untuk vegetarian. Silakan menikmati ya...segera saya update menu apa saja yang saya makan jika saya kembali ke Pizza Express :)

Oh ya, satu hal yang saya kurang suka di Pizza Express Grand Indonesia, yaitu : nggak ada wifi! *Duh, sinyal pribadi juga 'no service'!
                                                                                                                                               

Tuesday, January 26, 2016

Ulang Tahun Qian di Raja Rasa Sundanese & Sea Food Jakarta



Seumur hidupnya Qian akan merayakan ulang tahunnya...hehehe, yes! Ulang tahun ke-1 ini Ayahnya mengundang keluarga besar kami makan siang bersama di Jakarta. Jakarta? Iya, khusus loh Qian, ayah dan ibu serta neneknya dari Sang ibu plus Umi (Assisten rumah tangga keluarga Ayah Qian yang juga dulu membantu mengasuh Ayah Qian sejak SMP) datang ke Jakarta dari Makassar Sulawesi Selatan untuk syukuran ulang tahun Qian. Tentang kehadiran saya pada pernikahan orang tua Qian bisa di baca di SINI(Banyuwangi) dan saat honeymoon bisa di baca di SINI (Bali).

Awalnya Ayah Qian ingin makan siang bersama di salah satu resto kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Mengingat lokasi keluarga besar kami di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat yang lebih dekat ke Kelapa Gading. Tetapi waktu saya diminta untuk survey tempat tersebut...loh kok resto-nya udah nggak ada? Menurut kakak saya resto tersebut sudah pindah, tetapi berhubung saya belum sempat survey lagi maka kami makan siang syukuran ultah Qian di Raja Rasa Sundanese & Sea Food yang terletak di daerah Ampera (Cilandak-Pasar Minggu) Jakarta Selatan.
Ibu saya sudah beberapa kali silaturahim dan arisan dengan keluarga besar veteran di restaurant ini. Biasanya kakak ke-5 saya yang mengantar beliau. Jam ½ 11 kakak ke-3 saya beserta suami, anak bungsu dan sopirnya menjemput saya dan ibu. Kami langsung berangkat menuju lokasi melalui By Pass – Cawang – Kali Bata – Raya Pasar Minggu – Pejaten dan sampailah kami di lokasi. Diantara keluarga besar, kami yang pertama kali datang – disusul oleh kakak saya ke-7 dengan kedua anak gadisnya. Gimana sih,yang punya hajat malah belum sampai? Hehehe. Ayah Qian 2 hari sebelumnya sudah booking ruangan privat untuk 40 orang.

Ruangan Acara dan Tempat Makan

Raja Rasa Sundanese & Sea Food menyediakan berbagai tipe tempat makan. Ketika kami tiba di lokasi ternyata ada beberapa acara di berbagai tempat yang terpisah-pisah. Jadi terasa privat-nya deh. Kami mendapatkan ruangan di belakang dekat dengan kolam ikan yang rame ikannya. Disekitarnya terlihat bangunan-bangunan mungil mirip saung tetapi tertutup kaca dan berpintu. Ketika saya intip ternyata banyak yang sudah di-reservasi. Pada brosur-nya tertulis bahwa resto ini memiliki tipe ruangan, yakni : Dining Hall dengan kapasitas 400 orang, 4 ruangan VIP, 7 Privat Saung dan Ruangan Meeting. Parkirnya lumayan luas, tetapi karena pada saat bersamaan ada beberapa acara terpaksalah diantara kami mobilnya parkir menggunakan jasa valet. Jadi kalau mau mengadakan resepsi pernikahan bisa diadakan disini. Seminar, gathering, press conference, reuni, arisan, ulang tahun, kumpul keluarga...semua bisa disesuaikan keperluannya dan tidak bercampur baur dengan tamu lain.

Makanan dan Pelayanan 

Raja Rasa Restaurant juga memberikan layanan delivery paket nasi, diantaranya : Nasi Ulam Bali, Nasi Goreng, Nasi Timbel, Nasi Ma’ Ke Ke (Yang terakhir saya belum ngerti macam mana...hehehe). Ketika makan siang syukuran ulang tahun Qian kami tidak memesan makanan sendiri, melainkan sudah dipesankan menu-nya oleh Ayah Qian saat booking. Kami hanya memesan minumnya, saya memesan Juice Strawberry dan Es Teh Tawar. Walaupun sudah pesan tanpa gula tapi saya merasa juice strawberry tersebut kemanisan. Entahlah apakah yang memang dipake’in gula atau tanpa gula tapi ditambahin sirup. Tolong dong untuk resto-resto untuk memperhatikan soal penggunaan gula! Untuk lebih jelasnya kenapa saya lebih memilih tidak menyukai gula, silakan baca deh artikel saya DISINI.
Pelayanan dari waiter/waitress-nya lumayan sigap kok. Kami tidak ada komplain. Mereka inisiatif meletakkan minuman yang kami pesan di meja pojokan sehingga mempermudah kami untuk mengambilnya. Saat masih belum semua yang datang mereka mengantar minuman tersebut satu persatu ke kami. Maklumlah kalau berikutnya pesanan di letakkan di meja yang disediakan. Bisa jadi yang ambil order minuman tersebut bukanlah yang mengantarkan pesanan, jadi mereka tidak mengerti harus diantarkan siapa. Peralatan makanan juga tersedia lengkap tanpa kita minta, misalnya piring dan alat pemecah untuk cangkang kepiting.
Makanan yang kami pesan, silakan lihat foto-fotonya ya. Ini sebagian makanan saja, masih ada yang tidak terfoto oleh saya karena belakangan ada pesanan tambahan bagi yang datang diatas jam 12 siang. Sesuai namanya “Raja Rasa” makanan yang disajikan sangat berani dalam memberi bumbu. Selamat menikmati :)







Saturday, January 23, 2016

Rumah Makan Ayam Betutu, Kuliner Khas Gilimanuk Bali di Jakarta Timur

Pertama  kali mencicipi makanan khas Gilimanuk Bali ini justru di rumah. Keponakan kami, Owien lolos jalur undangan ke IPB dan orang tuanya mengadakan syukuran dengan memesan banyak makanan di Rumah Makan Ayam Betutu yang berlokasi di Rawamangun – Jakarta Timur. Jadi kami menikmatinya di rumah orang tua kami beramai-ramai. Paket dalam box yang juga merupakan menu pesan antar.

Menu paket dalam box yang bisa delivery atau take away adalah : 
Nasi Campur Bali , Ayam Betutu, Bebek Betutu yang harga perbox RP 38.000, Ayam atau Bebek Betutu Goreng harga perbox Rp 40.000 dan Ayam/Bebek Betutu Bakar harga perbox Rp 45.000
Nasi Campur Bali (Menu lunch saya 23.01.2016)
Sayur Nangka
Sejak itu saya dan kakak pertama saya seringkali membeli makanan di sini. Menu favorit saya adalah : Nasi Campur Bali. Dengan harga perporsi Rp 38.000 kita dapat menikmati nasi dengan berbagai macam lauk pauk! Lauk pauk tersebut adalah : Sambel Matah, Kacang Goreng, Sayur Urap, Telor Bumbu Bali, Tumm Ayam, Ayam Sisit, Ayam Bumbu Rajang, Sate Lilit, Sate Tusuk dan Sayur Nangka. Rameee khan lauknya? Hahaha...Dengan label berhuruf Arab dan latin bertuliskan halal setidaknya menambah kenyamanan saya dalam menikmati makanan tersebut. You know-lah kebanyakan Nasi Campur Bali yang di jajakan di Bali (khususnya) adalah non halal. Andaikan tidak mengandung babi, setidaknya ada lauk lainnya yang jelas tidak diperbolehkan bagi kaum muslim. Lebih asyik lagi nih yach kalau label halal-nya yang memang bersertifikat dari lembaga resmi.
Ayam yang digunakan di Rumah Makan Ayam Betutu ini adalah ayam kampung. Semua menu diolah dan disajikan secara traditional. Bumbu yang digunakan juga bumbu asli khas Gilimanuk Bali.  Ada lebih 50 menu yang ditawarkan. Diantaranya adalah yang telah saya sebutkan diatas sebagai menu paling khas, juga ada aneka masakan khas Bali lainnya yang terdapat di Nasi Campur Bali dapat dipesan perporsian.
Selain itu ada : Cumi Goreng Tepung, Udang Bumbu Bali, Udang Goreng Tepung, Ikan Tenggiri Betutu, Ikan Tenggiri Goreng, Sup Ikan Tenggiri, Belut Bumbu Bali, Belut Goreng Besar, Ikan Bakar Jimbaran dan Lawar Ayam. Bahkan Plecing Kangkung juga bisa di dapatkan di sini (Padahal biasanya ingetan langsung ke pulau tetangganya kalau mendengan Plecing Kangkung!). Sambel Khas Bali yang tersedia adalah : Sambel Matah, Sambel Mbe, Sambel Terasi dan Sambel Kecombrang

Atmosphere dan Kebersihan

Berada di pinggir jalan 2 arah rumah makan ini nampak mudah di kenali karena bernuansa Bali, dengan pintu ukir, payung khas Bali dan juga board nama “Rumah Makan Ayam Betutu , Kuliner Khas Gilimanuk-Bali”. Yang saya kurang sreg adalah gambar pada logo-nya, wajah cowok yang terpampang kok aneh gitu ya? Mudah di kenali sih, tetapi lebih berselera makan lagi jika logo-nya bernuansa keindahan Bali saja.
Tidak tersedia WiFi. Ruangan makan kebanyakan adalah meja besar, sehingga kalau makan hanya sendirian atau berdua saja mejanya terasa luas. Ada semi outdoor yang terbagi di 2 bagian, sisi kiri dan sisi kanan yang lebih tertutup. Ada juga indoor yang ber-AC. Kondisi lumayan bersih, walaupun bisa lebih bersih lagi jika petugas lebih mau memperhatikan. Kalau duduk di ruang semi outdoor (khususnya sebelah kiri) agak repot karena petugas tidak ada yang berjaga disana. So kalau mau kabur nggak bayar lumayan mudah loh...hahaha....don’t try euy! :p

Note tambahan :
Saya dan keluarga besar saat berlibur ke Bali di akhir tahun 2012 (Baca : Christmas Holiday in Bali and Lombok) sempat mampir makan siang di salah satu cabang di Bali. Ternyata kami merasakan lebih lezat yang di Rawamangun ini loh, baik makanannya maupun suasananya. Yang di Bali pelayanannya agak lama dan banyak menu yang habis. Tetapi itu pengalaman kami di tahun 2012 ya, barangkali saja sekarang sudah lebih baik lagi.

Alamat Rumah Makan Ayam Betutu – Kuliner Khas Gilimanuk, Bali :
Jln. Balai Pustaka Timur No.25 Rawamangun – Jakarta Timur (Telp.021-4718945)

Monday, December 29, 2014

Indonesian Soup Hunter

Mengakhiri tahun 2014 di Indonesia, hujan tercurah deras hingga banjir melanda berbagai tempat di Indonesia. Hal yang paling asyik adalah makan air, eh maksudnya menikmati makanan Indonesia yang banyak kuah-nya. Makanan hangat berkuah...nikmaaat! Apalagi Indonesia kaya akan beragam sop/soto, hampir setiap daerah Indonesia memiliki sop/soto khas masing-masing.

Selama bulan December 2014 saya menjadi "Soup Hunter" , yang saya dapatkan diantara-nya adalah :
SOTO KUDUS & SOTO MIE BOGOR

Soto Kudus Jawa Tengah, yang didapatkan di Soto Kudus Blok M Jl.Boulevard Kelapa Gading. Ini Soto Kudus Komplit karena ditambah telor dan soun. 
Soto Mie Bogor (Jawa Barat),  yang saya pesan di Food Sensation Mal Kelapa Gading 1

SOTO PEKALONGAN & SOP TULANG SUMSUM

Soto Pekalongan (Jawa Tengah). Sepertinya kali ini saya baru 'ngeh' dengan yang namanya Soto Pekalongan, walaupun saya berulangkali ke kota yang juga terkenal dengan batiknya. Soto Pekalongan diolah dengan taoco asli Pekalongan. Warung soto ini baru dibuka sekitar 2 bulan lalu di seberang Pasar Sunan Giri Rawamangun Jakarta Timur. Yang jual seorang Ibu yang melayani sendirian di ruangan depan rumahnya (garasi?). Saya sih termasuk nyaman makan disini karena tempatnya juga bersih, mudah2an bersih terus ya, bukan karena baru. Sedap-nya Ibu tersebut memilih dagingnya pintar-tidak berlemak, memasaknya juga tanpa MSG :)
Sop Tulang Sumsum Semarang (Jawa Tengah) di Jln Saharjo. Akhirnya saya bisa menemukan warung makanan khas Semarang, dipinggir jalan Saharjo. Sayangnya karena tempatnya terbuka, jadi banyak debu di meja dan kursi-nya. Tapi makan Sumsum "utuh" seperti ini agak sulit dicari di tempat lain sih....

BAKSO GEPENG & BAKSO SECENG

Nah, ini "sop" bakso, yang atas Bakso A Fung dan bawahnya bakso dari BMK alias Bakso Malang Karapitan. Kedua-nya sudah memiliki cabang di berbagai mall/tempat.

Saturday, March 30, 2013

Kopi Oey Rawamangun : Ayam Kuah Asam #4thKopiOey [CLOSED]

Tampak Depan Kopi Oey Rawamangun

Kopi Oey adalah outlet ngopi atau makan ala tempo doeloe milik Bapak Bondan Winarno. Awalnya dibuka oulet di Jln.H.Agus Salim (Sabang) Jakarta Pusat. Hingga sekarang membuka cabang di banyak tempat serta tersebar di beberapa kota di Indonesia. Salah satu outlet-nya berada di Rawamangun – Jakarta Timur.
Tanggal 27 Maret 2013 dalam rangka ulang tahunnya yang ke-4 PT.Koptiam Oey Indonesia mengadakan ajang kompetisi “Kreasi Menu Oey 2013”. Masing-masing outlet berkompetisi membuat menu baru. Dipilihlah masing-masing 5 Juri yang menilai menu tersebut. Bersyukur, saya terpilih menjadi Juri di outlet Rawamangun (Yang baru -/+ 1 bulan beroperasi) karena lokasi outlet yang dekat dengan domisili saya.


Inilah penilaian saya sebagai salah satu “PENDEKAR KULINER INDONESIA 2013”

Nama Menu Outlet Kopi Tiam Rawamangun Jakarta Timur
AYAM KUAH ASAM


Kreatifitas Menu :
Nama menu yang disajikan oleh Kopi Oey Rawamangun Jakarta Timur dalam Pendekar Kuliner Indonesia adalah : Ayam Kuah Asam. Keharuman dan tampilan masakan ini mengingatkan saya pada menu Garang Asam Kuah (Bukan yang di-“tum” dengan daun pisang), yakni menu khas daerah Jawa Tengah.
Tampak awal begitu masakan disajikan oleh Waiter (Keponakan : Istilah yang diberi oleh Kopi Oey untuk para petugas) terlihat : Potongan ayam bagian paha atas, irisan cabe merah,irisan tomat hijau muda, dan potongan daun kemangi.Dengan hijau keemasan dan tidak terlalu bening....hhmmm, memaksa saya untuk mengira-ngira apakah dimasak dengan menggunakan santan kelapa atau tidak :D Yang tidak terlihat adalah kentang yang dipotong berbentuk kotak-kotak kecil. Baru terlihat jika kita aduk dan mengangkatnya dengan sendok.
Yang pasti menu ini pada umumnya dimakan menjadi lauk pauk, bukan menu kudapan. Secara umum sih menu terlihat biasa, namun di era fastfood yang sudah bertaburan di kaki lima, menu ini termasuk cukup unik. Sudah amat jarang rumah makan atau resto menyajikan menu seperti ini.
Oh ya, syarat untuk menilai dan mengapreasi menu makanan dan minuman adalah dalam kondisi sehat (fit) agar tidak mempengaruhi penciuman aroma dan rasa. Oleh karena-nya saya menganjurkan untuk Tamoe yang memang berniat mencoba dan mengapresiasi makanan adalah dalam kondisi fit....ya supaya nggak protes,”Laaah, ini kok aroma-nya aneh sih?” atau “Loh, ini agak pahit ya?”. Itu bukan “salah” makanan-nya, Bro...itu karena kondisi kesehatan yang berpengaruh terhadap apa yang kita nikmati. Selezat apapun makanan kalau kondisi kesehatan lagi nggak fit, tetap aja jadi mempengaruhi. Oleh karenanya saya tidak mengatakan bahwa menu Ayam Kuah Asam ini cocok untuk yang sedang mengalami kondisi kesehatan yang sedang “ini” atau sedang “itu”....
Nah, kalau kondisi cuaca baru deh bisa direkomendasikan, misalnya : Ayam Kuah Asam ini asyiknya untuk kondisi cuaca yang dingin atau hujan, disaat makan siang. Tetapi kalau kita menikmatinya di saat malam hari...ya silakan saja karena tidak mempengaruhi rasa selama kondisi kesehatan baik.
Cabai merah dan tomat hijau yang terdapat di Ayam Kuah Asam ini baik untuk asupan vitamin pada tubuh kita. Karena santannya tidak sepekat Garang Asam, maka mudah-mudahan relatif aman dimakan untuk makan malam. Kalau dikurangi atau tanpa nasi juga oke banget, seperti makan soto saja tuh. Bahkan lebih segar, lagipula di menu Ayam Kuah Asam sudah terdapat kentang, jadi dengan berkurangnya nasi putih tetap saja baik bagi tubuh kita.
Scala Penilaian Indikator 1  : 7.5 dari 10


Waktu dan Cara Penyajian Menu :
Beberapa kali saya datang ke beberapa outlet Kopi Oey, dan biasanya waktu yang diperlukan untuk menyajikan menu lebih dari 15 menit – bahkan pernah di cabang Jakarta Selatan kami “dipaksa” kehausan, padahal saat itu kami sedang berbuka puasa bersama! Nah, tetapi di Kopi Oey Rawamangun saya hanya memerlukan waktu 3 menit untuk mendapatkan Ice Lemon Tea sebagai minuman! Apa karena selama ini saya datang ke Kopi Oey (cabang lain) secara berombongan sehingga memerlukan waktu yang cukup lama?
Bahkan menu Ayam Kuah Asam bersama nasi-nya disajikan tidak sampai 10 menit menunggu. Kondisi-nya juga masih hangat mengepul, segar disajikan di sore itu. Terbayang deh, menu ini dapat menjadi menu unggulan di hari yang “basah”. Jadi menurut saya pribadi yang lebih menarik justru aroma pada indra penciuman dan rasa dibandingkan tampilan indra penglihatan, namun alangkah lebih baik lagi air kuahnya ditambah agar garnish dan ayam-nya tidak terkesan “tenggelam” dalam kehimpitan. Ditambah bawang goreng seru kali yaaa?hahaha...ini selera saya pribadi loh :)
Scala Penilaian Indikator 2 : 8 dari 10

Cara Pelayanan :
Sikap Waiter/Waitress (Di Kopi Oey disebutnya : Keponakan) terkesan wajar alias tidak banyak omongan dalam melayani saya sebagai Juri ‘Kreasi Menu Oey 2013’ atau Pendekar Kuliner Indonesia. Saya memang lebih nyaman jika di sutu resto/rumah makan/cafe para Waiter/Waitress-nya bersikap wajar. Khan sekarang banyak tuh tempat makan yang melayani pengunjungnya dengan keramahan bagai robot yang setiap kata dan sikapnya seakan sudah di-program oleh management F&B Industry...hehehe, sampai kalau udah kesal pengen ngomong,”Mbak/Mas, saya sudah hafal deh apa yang Mbak/Mas ingin jelaskan ke saya...” Hahaha...soalnya dari satu cabang ke cabang lain apa yang diomongin mereka sama persis, seperti orang yang menghafal!
Para Keponakan melayani dengan mengenakan seragam sportif kaos berwarna hitam. Good, kalau ada yang kotor tidak langsung terlihat. Tetapi barangkali lebih seru andai para Keponakan mengenakan seragam yang unik ala tempo dulu, yang simple saja kok atau ditambah assesoris barangkali.
Scala Penilaian Indicator 3 : 7.5 dari 10


Kondisi & Suasana Outlet :
[Lokasi] Kopi Oey Rawamangun menempati sebuah ruko di daerah yang ramai. Sangat strategis, banyak kendaraan umum (Dari Bajaj, Ojeg,Taksi,Angkot,Mikrolet,Metromini) lewat di depat outlet Kopi Oey Rawamangun, bahkan tidak seberapa jauh dari jalur  rute Transjakarta no.4 (Pulo Gadung/TU Gas – Dukuh Atas). Oh ya, beberapa kali admin social media mengatakan bahwa outlet Kopi Oey Rawamangun terletak di TEPAT di depan Tip Top Swalayan. Padahal letak Kopi Oey Rawamangun tidak tepat di depan/seberang Tip Top. Tepat di depan/seberang Tip Top banyak berderet tempat makan lainnya.Sedangkan Kopi Oey Rawamangun terletak di seberang ruko yang berada di Jln Balai Pustaka tersebut. Jika kita menyeberang dari Tip Top maka kita masih harus berjalan sekitar 100 meter lagi ke arah Jalan Pemuda atau Apotik Rini. Ya, Kopi Oey Rawamangun terletak sejajar dengan Apotik Rini, salah satu apotik yang legendaris juga di Jakarta.
[Ruangan Outlet] Kondisi ruko Kopi Oey Rawamangun termasuk mungil, terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah untuk Non Smoker yang terdiri dari ruangan 6 – 7 meja berkapasitas 4 orang. Di teras juga terdapat meja dan kursi bagi yang ingin menikmati suasana non-AC. Sedangkan lantai atas digunakan untuk Smoker.
Kebersihan relatif terjaga bersih, karena jika terlihat peralatan makan yang menumpuk maka para Keponakan dengan cekatan mengangkat peralatan makan yang sudah digunakan. Yang jelas kebersihan masih terjaga dikarenakan oulet Kopi Oey Rawamangun masih termasuk baru. Baru sebulanan beroperasi-nya. Sayangnya ketika saya berkunjung sedang ada pemasangan (service) TV yang ada di outlet sehingga sempat menimbulkan suara yang mengganggu suasana (Jedak...jeduk...duk...duk...dok).
Bentuk ruangan sih seperti biasa, layaknya ruko namun lukisan, kasir dan beberapa interior menampakkan kesan tempo dulu. Apalagi yang menjadi backsound selama di dalam ruangan adalah lagu-lagu keroncong tempo doeloe, misalnya : Bengawan Solo...yang memang versi tempo doeloe.
[Service Keponakan ke Tamoe dan Kasir] Ketika pertama kali saya berkunjung ke Kopi Oey Rawamangun (Baru seminggu beroperasi) para Tamoe memesan makanan di kasir dan langsung membayar pesanan tersebut. Ketika disodorkan angket oleh Keponakan yang ada disana, saya menuliskan sikap “protes” saya karena kalau memesan dan membayar pesanan secara langsung di kasir kok ya saya berasa makan di tempat makan fastfood/junkfood ala Amerika gitu. Nah, ternyata tanggal 27 Maret 2013 saya melihat Keponakan langsung mengantar daftar menu dan mencatat menu yang ingin dipesan oleh para Tamoe. Seperti di outlet Kopi Oey lainnya-lah, walaupun di desk Kasir saya masih melihat tulisan “Pesan dan Bayar Disini”
[Warta Koffie] adalah koran yang diterbitkan oleh PT Kopitiam Oey Indonesia, terdapat di setiap meja. Di media ini terdapat voucher dan informasi promosi Kopi Oey di beberapa outlet.
Scala Penilaian Indicator 4 : 8 dari 10 


Kesimpulan :
Kritik dan Saran  :
·         Untuk menu Ayam Kuah Asam : Apabila menu ditawarkan kepada Tamoe yang ingin memesan, alangkah lebih baiknya jika Keponakan menanyakan kepada Tamoe bagian ayam mana yang diinginkan oleh Tamoe (Dada/Ayam/Sayap atau bahkan Ceker) karena tidak semua Tamoe menyukai semua bagian ayam.
·         Kalau banyak Tamoe sebaiknya ada Keponakan yang berada di ruangan outlet yang memudahkan Tamoe untuk memanggil jika memerlukan/bertanya sesuatu . So para Keponakan jangan pada bergerombol di dalam dapoer. Saya pernah loh, masuk ke ruangan Kopi Oey dengan gaya celingak-celinguk nggak ngerti Keponakan pada dimana, sehingga saya dan saudara saya nyaris teriak,”Permiiiisssiiii....Puuunttteeeen.....Assalamu’alaikum....”. Ya karena outlet cabang Kopi Oey-nya mirip rumah tempo doeloe juga, jadi benar-benar berasa bertamu deh.
·         Walaupun tidak berharap pelayanan yang istimewa bak raja, sebaiknya jika ada Tamoe yang sudah akan pergi dibukakan pintu-nya apabila ada Keponakan yang berada di dekat pintu masuk/keluar. Begitu pula jika ada Tamoe yang datang, selayaknya disambut dengan wajar agar tidak terulang pengalaman saya ala mertamu di rumah kosong...hehehe...
·         Yang jelas : Kebersihan harus selalu terjaga. Walaupun suasana tempo doeloe, tetapi harus terlihat ‘cling’ – bersih mengkilat baik ruangan maupun makanan dan peralatannya. Termasuk selalu di jaga kebersihan para Keponakan.

Kopi Oey RAWAMANGUN Jakarta Timur :
Jln.Balai Pustaka Raya 13 B
Rawamangun – Jakarta Timur

Wednesday, January 30, 2013

Ubud Bali : Warung Murni

Tampak Depan Warung Murni
Ubud. Yang tercetus diingatan saya jika mendengar kata Ubud adalah saat saya kecil saya diajak kesini oleh ayah saya, dan ibu saya yang memiliki "penglihatan lebih" mengalami peristiwa yang lain dari orang kebanyakan - oleh karenanya keluarga  meninggalkan saya yang masih bayi dirumah bersama saudara sepupu dan pengasuh pada wisata keluarga sebelumnya. Kesan kedua tentang Ubud, di tahun 2000an awal saya dan keponakan saya dikejar-kejar oleh monyet yang berada di tempat wisata Monkey Forest...hahaha...itu yang membuat keponakan saya (Sekar) trauma sampai sekarang. Padahal saat itu kami tidak membawa makanan atau hal lain yang menarik perhatian si monyet loh....
Saya tidak ingat berapa kali saya sudah berkunjung ke Ubud. Heee, saya khan pernah 2 tahun berdomisili di Kuta Bali, jadi beberapa kali menemani turis yang ingin berwisata ke Bali. Sayangnya dulu belum ada Foursquare yang baru saya sadari sangat membantu dalam pembuatan "travelogue". Kini, era isue kiamat terjadi 21 December 2012, yang terlintas di pikiran saya mendengar Ubud adalah : Buku dan Film Eat, Pray, Love dan Ubud Writer Festival dan Bali Yoga. 
Makin berkembang...seberkembang wisatawan-nya. Ubud yang dahulu tenang dan damai jika saya berkunjung kesini, pada tanggal 29 December 2012 sangat ramai. Jalanan yang tak lebar begitu padat sehingga macet begitu terasakan. Setelah dari Ubud Art Market dan Puri Ubud kami berniat makan siang. Kakak saya mengincar Murni's Warung yang pernah beliau kunjungi sebelumnya. Saya yang belum pernah berkunjung ke Murni's Warung mulai kasak kusuk penasaran. Apa sih kelebihan dari warung ini? Namanya warung? Kira-kira hiegenis gak tuh? Hihihi....
Terjawablah pertanyaan saya begitu mobil APV hitam yang dikendarai oleh Pak Agus (Driver yang asli Bali) terparkir di halaman resto bertuliskan "Warung Murni". Buat yang suka jalan-jalan, khususnya berwisata kuliner jangan sampai terjebak dengan kata "warung" bernama lokal deh! Saya yang "anti" di ajak ke warung di Jakarta akhirnya jatuh cinta dengan tempat makan yang eksotis ini :)
Nggak perlu menuliskan banyak kata, karena sengaja saya mengambil beberapa bagian warung ini dalam gambar. Selamat menikmati :)

Suasana Warung-nya Asyik Banget....



Souvenir Shop Menyambut Saat Memasuki Pintu Masuk



Naaah, ini makanan yang kami pesan. Warning nih untuk Muslim/Muslimah : Katakan bahwa bahan makanan yang halal dan peralatannya juga minta dipisah dari yang non-halal.Biasanya orang Bali toleransi dan pengertiannya tinggi mengenai ini, bahkan seringkali saya yang diingatkan oleh mereka dikarenakan kerudung yang saya gunakan...hehehe,tuh khan salah satu manfaat pakai kerudung ;)

Nasi Campur adalah unggulan masakan Bali, plus Sate Lilit tentunya :)
 Web Murni's Group : http://www.murnis.com/

Wednesday, December 15, 2010

Open Rice Indonesia

Awalnya saya mengetahui mengenai website OpenRice Indonesia dari koran Seputar Indonesia. Menawarkan aneka jenis restaurant dari berbagai cita rasa, baik makanan maupun minuman. Dari makanan besar hingga cemilan. Dari restaurant Eropa ala aristokrat hingga warung khas pedesaan Indonesia (namun dengan penyajian yang disesuaikan dengan masyarakat metropolitan).

Yang paling mengasyikkan dari OpenRice Indonesia adalah semua masyarakat boleh mengirimkan pengalaman mereka ketika berkunjung dan mencoba aneka hidangan kuliner yang ada di restaurants yang mereka pernah kunjungi, bahkan saat ini OpenRice Indonesia juga membagi - bagikan tiket menonton gratis di cinema...hhuuuiii, ngerti aja dah apa yang daku suka * hus, maksudnya yang disuka kebanyakan masyarakat metropolitan - bukan daku aja kaaaleee..Kelewat narsis banget daku yak?! ;-p

Tambahan saran untuk OpenRice Indonesia nih, yaitu : tolong dong beri informasi di setiap restaurant yang di-reviews atau ditampilkan, mana-mana saja restaurant yang memiliki sertifikat halal dari MUI. At least kalau nggak ada sertifikat MUI bisa kasih informasi manakah restaurant yang tidak menggunakan bahan dari hewan babi (semua unsur babi ya, termasuk minyaknya...NO...NO...NO...). Yang membuat saya sering teriris hatinya (duh lebay) es krim import nan yummy itu ternyata ada yang gelatin (whatever dah!) dari hewan yang satu ini. Diharapkan lagi OpenRice Indonesia juga memberi informasi minuman mana saja yang tidak mengandung alkohol.

Cerita soal makanan lezat, minuman enak, tempat nongkrong yang asyik dan menjual aneka makanan dan minuman??? Bebas bercerita tentang apapun mengenai restaurant di sekelilingmu - tapi sementara ini masih di wilayah seputaran Jabodetabek dan Bandung. Menikmati makanan seorang diri atau bersama - sama orang beberapa kelurahan...ayo deh silakan kamu ceritakan di OpenRice Indonesia.

Mau cari info mengenai apapun tentang F & B juga bisa dilakukan di OpenRice Indonesia. Sesuai namanya OpenRice Indonesia bersifat open bagi semua orang. Lebih seru lagi nih andai OpenRice Indonesia mengadakan aneka kompetisi dan quiz berhadiah secara periodik!

Tapi sepertinya sudah mulai kok, saat ini kita semua bisa dapat discount, 3x cerita alias mengirimkan 3 reviews mendapatkan 1 tiket nonton di cinema kesayangan, bahkan bisa dapat Blackberry gratis! Waaaddduuuhhh...jangan pada ngirim deh, supaya daku aja yang bisa dapetin Blackberry gratisannya,,,;-p