Showing posts with label Tangerang. Show all posts
Showing posts with label Tangerang. Show all posts

Wednesday, March 2, 2016

Menikmati Hidangan Sehat dan Suasana Cozy di Cozyfield Cafe Bintaro


Terima kasih kepada team PR Gramedia dan Cozyfield yang telah mengundang saya dan beberapa food blogger untuk mengeksplor Cozyfield Cafe di Emerald Bintaro pada hari Sabtu, 20 Februari 2016. Awalnya saya berpikir ulang ketika mendapat undangan Food Blogger Gathering ini dikarenakan lokasi acara yang jauh dari tempat tinggal saya,apalagi sore harinya masih ada acara di daerah Tebet. Tetapi begitu diinformasikan bahwa cafe ini baru beroperasi dan milik dari Gramedia Group maka tanpa berpikir lagi saya konfirmasikan kehadiran . Gramedia, nama yang sudah melekat di pikiran karena kecintaan saya terhadap dunia literasi. Di dalam toko buku Gramedia Matraman memang sudah ada cafe, namun itu hanya tenant – bukan milik Gramedia. Cozyfield Cafe inilah cafe pertama milik Gramedia.


Cozyfield Cafe dibuka untuk umum pada tanggal 23 December 2015. Sesuai dengan namanya cozyfield berarti “sebuah tempat yang nyaman” yang ditujukan bagi semua golongan, seperti keluarga, komunitas dan masyarakat umumnya. Tagline Cozyfield adalah “Your Second Place”, diharapkan Cozyfield dapat dijadikan tempat/rimah kedua bagi yang bekerja, sekolah dan bahkan ibu rumah tangga yang mengantarkan anaknya sekolah. Dengan kata lain tempat ini merambah lintas generasi. Berapapun usia kita, semua nggak perlu risih untuk nongkrong menikmati hidangan di Cozyfield. Dari balita hingga lansia semuanya bisa merasa nyaman disini. Tempat duduk yang tersedia beragam, dari bangku tinggi hingga sofa yang dapat digunakan untuk leyeh-leyeh lansia sambil menikmati hidangan sehat tersedia di Cozyfield. Konsep dan thema interior yang ditawarkan oleh cafe ini memang  cozy but feel like home”, jadi sebuah rumah tentunya menerima semua penghuninya tanpa mengenal batas usia bukan? Dan pastinya semua merasa nyaman...

Walaupun beberapa mobil nangkring di garasi rumah, tetapi saya memutuskan untuk ber-commuter line ria menuju Bintaro. Lebih praktis *Lagian daya jangkau kemampuan saya nyetir mobil dari rumah ke Bintaro memang belum ter-“cover”..hihihi*. Dari Stasiun Pondok Ranji saya order ojeg online, bersyukur mendapat abang ojeg yang koperatif serta handal membaca GPS sehingga dengan aman dan nyaman saya tiba di depan Gramedia Emerald Bintaro. Sudah terlihat 3 food blogger lainnya yang hadir, mereka mengenakan t-shirt Indonesian Food Blogger yang pernah saya lihat di group FB-nya.

FOOD AND BEVERAGE
Konsep menu yang disajikan adalah fusion, yakni merekonstruksi menu traditional disajikan secara international. Kami memesan makanan, masing-masing memilih 1 makanan dan 1 minuman. Pilihan saya adalah menu “Rawon Re-Born(Seared striploin,black ink qual’s eggs,rice,emping and sambal) untuk makanannya. Memang benar, Rawon yang makanan khas Jawa Timur di sajikan dengan gaya international seperti layaknya steak atau menu fine dining di sebuah resto hotel berbintang 5. Nggak kita dapati Rawon yang berpenampilan potongan daging sapi non-simetris yang disiram oleh kuah hitam yang terciprat disana sini.
Rawon Re-Born Rp 105K
Sedangkan minumannya saya memesan “Healthy Juice”, racikan yang terdiri dari Avocado,Coconut,Spinach,Honey. Jenis minuman ini memang merupakan salah satu keunggulan yang tidak dimiliki cafe lainnya. Selain healthy juice yang saya pesan, terdapat pula “Healthy Juice” yang terdiri dari Beet,Apple and Berry, serta terdiri dari Orange,Carrot,Apple,Basil Seeds. Ada pula jenis minuman “Fruit Ice Crush” dengan 3 menu : Detox (Pineapple Kemangi), Glow (Dragon Fruit,Soursop,Apple) dan Refresh (Lychee Mint)

Keunggulan menu makanan dan minuman yang diantaranya saya telah sebutkan diatas sangat memenuhi “syarat dan ketentuan” saya dalam memilih sebuah restaurant. Bagaimana tidak jika Sang Chef memastikan bahwa bahan baku dari makanan di Cozyfield halal dan sesuai dengan apa yang saya perlukan saat ini? Yakni : Halal – sapi import tetapi dikembang biakkan di Indonesia dan dipotongnya sesuai tata cara Islam untuk kepastian halalnya,di masak tanpa menggunakan MSG atau bumbu instan lainnya. Kaldu berasal dari daging dan tulang murni,tanpa bumbu olahan pabrik. Tentunya semua dalam kondisi fresh. Demikian pula dengan minumannya yang saat saya coba memang tidak menggunakan gula,sirop buatan pabrik. Untuk pemanisnya di minuman saya? Ya, honey itu!



Layak-lah jika saya “memperjuangkan” mampir ke sini walaupun lokasinya jauh dari rumah. Ya tetapi kalau boleh usul sih, buka cabang di Gramedia Matraman dan/atau Kelapa Gading dong supaya dekat rumah saya...hahaha...Yang agak "mengganggu" saya hanya penamaan 1 menu, yakni : Beef Bacon Quiche. Walaupun sudah diyakinkan bahwa semua makanan disini tidak mengandung pork/lard dan sejenisnya, tetapi dengan kata 'bacon' maka akan menimbulkan keraguan pada seseorang yang sering ke luar negeri seperti saya karena menu bernama 'bacon' di luar negeri sudah mutlak berarti mengandung bahan non-halal.
Baked Macaroni Cheese Pot Rp 52K

Satu menu lagi yang cocok dengan saya, yakni “Baked Macaroni Cheese Pot”, menu vegetarian namun tetap lezat. Bahkan saya merasa “light” saat mengunyahnya. Menu vegetarian lain di Cozyfield diantaranya adalah : “Tofu Rice Noodle Soup with Green Veg and bean sprout” serta “Spaghetti Pesto with Roasted Cashew Nuts and Fresh Basil “ serta “Roasted Veggies (Cumin spice bread,relish & fries or wedges)”. Ya, saya memang sedang gemar konsumsi vegetarian food – namun bukan plain vegetable. Plain vegetable? Ya semacam salad,karedok atau lalapan gituh. Saya bukan penggemar sayur, tetapi ingin mendapatkan asupan yang “nilai”-nya seperti jika kita makan sayur.

Massaman Beef Cubes Rp 105K

Sate Pusut Rp 90K

Spaghetti Pesto Rp 52K

Beef Burger Rendang Floss Rp 65K
Kalau kita hanya ingin makanan ringan juga tersedia berbagai pilihan pastry & bakery seperti eclair, croissant dan chocho-praline. Tersedia muffin dengan rasa tape dan nangka juga loh...keren yach? Seperti hal yang langka di dunia nih...hehehe...Seru nih kalau bisa masuk The First World Record (Minimal rekord MURI-lah!) berbarengan dengan teraihnya sertifikat halal bagi Cozyfield.
Nilai tambah dari Cozyfield Cafe ini, selain menyatu dengan toko buku besar adalah menerapkan konsep "peduli lingkungan" atau "Go Green" dengan cara meminimalkan  penggunaan plastik yang secara tidak langsung mengurangi limbah plastik di lingkungan. Demikian pula sistem penerangan dan ventilasi udara yang lapang dan terang, menurut saya ini menjadi bagian dari peduli lingkungan.


Mau kongkow bersama kerabat/handai taulan atau menikmati F & B sambil menikmati me time dengan membaca buku/mendapatkan ide kreatif di Cozyfield Cafe?

Foto dari gadgetnya Dina
Alamatnya :
Jln Boulevard Bintaro Jaya CBD Emerald Blok CE/B-02
Bintaro Sektor 9 - Tangerang Selatan 
(Di dalam Gramedia World Emerald Bintaro)

Monday, May 3, 2010

Ayam Pengemis : Favorit Raja China


-->
Usai acara launching Pink Berry Club di MP Cipete dan nganter Sekar siaran KKPK di DFM Radio, kami melanjutkan perjalanan ke Sumarecon Mall Serpong melalui toll dari TB Simatupang.”Prajurit Kansas 57” yang berada dalam Tavera-nya Mas Tunggal adalah Mas Tunggal,Mbak Rita,Sekar, Seno plus ibu dan saya, tentunya. Sejak beberapa waktu lalu ibu saya memang ingin mencoba makan “Ayam Celengan”...maksudnya adalah “Ayam Pengemis” or “Beggar’s Chicken” – makanan pengemis yang akhirnya jadi favorit-nya sang Kaisar Tiong Hoa zaman dahulu kala. Ini menurut kisahnya lowwwh...
Begitu turun dari mobil kami langsung masuk restoran ‘Chicken Village’ yang terletak di “teras” SMS. Chicken Village berdesain unik yang hari itu (Minggu, 20 December 2009) bernuansa Natal begitu penuh. Tetapi tak sampai menunggu kami langsung mendapat tempat di dalam resto ber-quota “Tasty Heritage” untuk 6 orang. Pas! Daftar menu diberikan oleh waitress, terbaca makanan unggulan – yakni : Roasted Pipe Chicken (Ayam Pipa) seharga @ Rp 78.000 (full satu ayam) atau @ Rp 42.000 jika memesan ½ ekor ayam – Apple Chicken (Ayam Saos Apel) yang harganya sama dengan Ayam Pipa. Makanan unggulan satu lagi yang saat ini di-“bidik” oleh kami, adalah “Beggar’s Chicken” alias Ayam Pengemis seharga Rp 168.000 ,- Gak boleh pesan ½ dan sepertinya kalau siang itu kami kehabisan maka kami tidak akan makan di resto ini. Jauh – jauh dari Timur Jakarta emang ngincer menu yang satu ini khan...,tetapi sebentar lagi ‘Chicken Village’ akan membuka cabang di Kelapa Gading. Yap,kita tunggu deh!
Disamping ‘Ayam Pengemis’ kami memesan makanan lain,diantaranya Angsio Tahu dan Kepiting Telor Asin plus Udang Mayoinase...apa lagi ya??? Fokusnya hanya ‘Ayam Pengemis’ sih...hehehe,walau banyak aneka makanan yang ditawarkan disini, misalnya : beraneka jenis soup (Jagung Manis Ayam Cincang, Ayam Pedas ala Szechuan, Tahu dengan Seafood, Asparagus dengan Kepiting). Yang lebih ‘bernilai’ adalah Sup Hisit dengan Telor Kepiting yang dibandrol @ Rp 138.000 per-porsinya. Kalau nggak pesan ‘Ayam Pengemis’ boleh juga nih nyoba ;-D. Yang harganya dibawah Rp 20.000 ,- bisa pesan : Tauge Ikan Asin, Cai Miaw dengan Bawang Putih, Buncis Muda ala Singapore atau beraneka ragam Dim Sum. Menyediakan juga Bubur HongKong, kalau pesan Bubur Ayam dengan Jamur Hitam harganya @ Rp 16.800/porsi sampai Bubur Ayam dengan Kerang Putih @ Rp 22.800. Mau pesan sayuran? Bisa pesan Brocoli dengan harga @ Rp 32,800 atau Asparagus @ Rp 43.800. LOOOBSTTEEERR....pengeeeen! Berapa tahun yak daku gak makan Lobster laut? Dulu saya, Bwanna dan “Sang Mantan” pernah tuh masak bareng Lobster di flat kami di Penrose – Auckland. Mantaap banget! Lobster di Chicken Village harga-nya tergantung pasar. Hhmmm..nexttime ya ;-)
Beggar’s Chicken-pun terhidang dihadapan kami. Hihihi, jadi inget celengan ayam. Memang celengan ayam yang belum di-cat. Disajikan full dengan palu-nya, kemudian dipecahkan oleh waitress. Lalu terkuaklah ayam di dalam celengan tersebut. Katanya sih itu tanah liat, tapi setelah saya pegang dan pencet, seperti adonan tepung. Barangkali memang udah di modifikasi, bukan tanah liat betulan. Waitress-nya sih waktu ditanya bilang kalau itu beneran tanah liat. Kami menikmati hidangan tersebut, Ayam Pengemis terasa empuk dan herb-nya berasa banget. Nggak bisa dibandingin sama jenis makanan lain deh. Tidak manis, tidak pahit, tidak asin...rasanya “lurus-lurus aja”, pas banget deh! Komentar ibu,”Rasanya kok manis nggak – asin juga nggak – asam juga nggak ya?”. Nah, kalau komennya Mas Tunggal ,”Kok seperti ada rasa araknya ya?” Yang disahutin Mbak Rita,”Iya,tapi halal khan?”. Yang pasti sih kalau komen-ku emang berasa herb-nya gituh, ramuan China. Kalau menurut Chicken Village, The Taste of The Chicken is : AROMATIC, TASTY & TENDER.
Proses membuat Ayam Pengemis yang di Beijing disebut ‘Fu Guai Gai’ atau ‘Rich and Noble Chicken’ lumayan memerlukan waktu yang lama, bisa lebih dari 5 jam – bahkan saat bisa semalaman agar bumbu-nya meresap. Niat mencoba?? Kalau saya sih belum berniat...mendingan langsung makan ke restoran-nya ajalah ;-) Program jangka pendek saya adalah memasak ‘Ayam Kodok’. Kira – kira proses pembuatan Ayam Pengemis adalah : seluruh organ ayam dibersihkan dan dimasukkan bumbu-bumbu (China Herbs), wrapped ground lotus leafs, wrapped around clay and baked over low heat for hours. Resep lengkapnya, silakan cari di blog lain ya...nggak enak ati kalau copy paste.
Maap banget neh poto2nya belum bisa aku lampirkan lantaran poto2 yang aku buat dengan mata kepala dan tanganku sendiri belum sempat aku transfer, masih di hape CDMA-ku yang raiiib entah kemana.Yang pasti bukan ditangan pengemis. Semoga poto2 dan hapeku menjadi berkah untukku...sehingga aku tak perlu menjadi pengemis (halah,apa lagi neh! ;-p)

-->