Thursday, April 23, 2015

Menikmati Menu Timur Tengah di Sentral Al Jazeerah

Sebenarnya aktifitas menemani Ibu arisan sudah di ambil alih oleh kakak, tetapi begitu membaca sms bahwa arisan yang bertepatan dengan hari Kartini diadakan di Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe maka kali ini saya kembali menemani. Belum pernah ke restaurant ini biarpun sering melintas di depannya.
Restaurant ini masih relatif baru, belum ada 2 tahun. Bahkan sepertinya masih beberapa bulan deh. Saat saya tanyakan kepada salah satu waitress-nya restaurant yang berlokasi di Jln.Pramuka Raya ini sudah beroperasi sekitar 1,5 tahun. 


Sampai di lokasi sebelum pukul 11, Ibu Sampurno dan beberapa ibu lainnya sudah tiba. Belum ada pengunjung di meja lainnya. Ibu Alatas yang keturunan Arab nampak memilihkan menu-menu yang ada. Ya iyalaaah, beliau yang ngerti gimana makanan-makanan tersebut. Pagi sebelum berangkat saya sempat menanyakan ke My Lovely menu apa kira-kira yang cocok buat saya, secara makanan Arab kesannya pasti kambing aja deh tuh. My Lovely di negeri seberang mengatakan bahwa pilih aja yang Dujaj, karena Dujaj itu ayam. Sedangkan kambing adalah Laham. Alhamdulillah itu ibu-ibu yang berusia 60-an sampai 70 tahunan pada “takut” makan kambing, jadi Ibu Alatas memilihkan menu Dujaj semua...Selamaaat deh saya ;D
Menu yang akhirnya terhidang di meja saya, antara lain : Hummos (Rp 50,000), Sambosak – dimenu tertulis Laham, tapi rasanya sih Dujaj, barangkali special request ya. Kemudian Shrimp Coctail (Rp 120.000), Biryani Dujaj (Rp 87,000), Chicken Curry (Rp 63.000) dan beberapa menu lain. Untuk juice saya memesan Juice Alpukat seharga Rp 50,000.


Saya pribadi ternyata menyukai makanan yang terhidang di hadapan, lahap! Awalnya saya membayangkan makanan Timur Tengah yang berminyak dan beraroma kambing, ternyata perkiraan saya meleset! Saya justru menyukai-nya.
Harga memang terkesan di atas rata-rata, tetapi melihat interior yang menarik dan tidak kalah keren dengan resto di hotel berbintang maka oke-oke saja-lah. Pilihan tempatnya ada ruang : dining resto, cafe, private room, family room dan jalzah Arabi alias lesehan.
Waitress-nya mengenakan jilbab segiempat sederhana, bermake up dan bisa berbahasa Arab. Beuuh, lulusan pesantren sekarang bisa kerja di resto kelas hotel inih...hihihi. Mau shalat? Ada mushola yang adeeem....
Tetapi pesanannya membutuhkan waktu yang lumayan bikin manyun untuk kami menunggu. Barangkali hanya ini yang jadi kekurangan yang"prinsip" :D

Wednesday, January 28, 2015

Breakfast @ Kenanga Cafe - Bidakara Hotel

Mengakhiri tahun 2014 - tepatnya tanggal 29 December, saya menginap di Hotel Bidakara. Tentunya termasuk "harus" breakfast yaaa..... Kalau breakfast di hotel biasanya saya menuju resto/cafe-nya pada pukul 7 pagi karena biasanya jam 8 sudah ramaaaiiii...dan kali ini ternyata cenderung sepi. Mungkin ini pengaruh larangan instansi pemerintah melakukan kegiatan di hotel berbintang.
Dari kamar saya menuju tempat breakfast. Lobby nampak masih lenggang. Mata plarak plirik mencari keramaian tamu berkegiatan makan pagi, tidak tertemukan. Bahkan Lia dan kawan-kawan yang berbeda kamar dari saya juga belum terlihat.
Oaaallaaah, ternyata tempat makan pagi alias Kenanga Cafe berada diluar lobby. Seakan cafe ini berada di lobby gedung bidakara, berjejeran dengan toko, kantor dan ATM Centre.

Stand Jamu

Mata saya tertumbuk di stand di sebelah kanan pintu masuk. Berbagai minuman kesehatan khas Indonesia alias Jamu terdapat disana. Mantap! Minuman kesehatan favorit saya yang pastinya diracik dengan kebersihan standard hotel berbintang :) Wuuuhuuuu....

Makanan Pembuka saya pagi itu. Please jangan protest! :D



Pagi itu saya tidak makan prasmanan hidangan utama ala Indonesia. Cereal, bubur dan beberapa kue ala Indonesia. Lagipula saya juga tidak melihat letak meja prasmanan utama. Bahkan saya tidak ketemu dengan Lia yang katanya duduk dekat meja prasmanan. Model lantai cafe-nya ber-tangga gitu sih, jadi pandangan kita terhalang.


Monday, December 29, 2014

Indonesian Soup Hunter

Mengakhiri tahun 2014 di Indonesia, hujan tercurah deras hingga banjir melanda berbagai tempat di Indonesia. Hal yang paling asyik adalah makan air, eh maksudnya menikmati makanan Indonesia yang banyak kuah-nya. Makanan hangat berkuah...nikmaaat! Apalagi Indonesia kaya akan beragam sop/soto, hampir setiap daerah Indonesia memiliki sop/soto khas masing-masing.

Selama bulan December 2014 saya menjadi "Soup Hunter" , yang saya dapatkan diantara-nya adalah :
SOTO KUDUS & SOTO MIE BOGOR

Soto Kudus Jawa Tengah, yang didapatkan di Soto Kudus Blok M Jl.Boulevard Kelapa Gading. Ini Soto Kudus Komplit karena ditambah telor dan soun. 
Soto Mie Bogor (Jawa Barat),  yang saya pesan di Food Sensation Mal Kelapa Gading 1

SOTO PEKALONGAN & SOP TULANG SUMSUM

Soto Pekalongan (Jawa Tengah). Sepertinya kali ini saya baru 'ngeh' dengan yang namanya Soto Pekalongan, walaupun saya berulangkali ke kota yang juga terkenal dengan batiknya. Soto Pekalongan diolah dengan taoco asli Pekalongan. Warung soto ini baru dibuka sekitar 2 bulan lalu di seberang Pasar Sunan Giri Rawamangun Jakarta Timur. Yang jual seorang Ibu yang melayani sendirian di ruangan depan rumahnya (garasi?). Saya sih termasuk nyaman makan disini karena tempatnya juga bersih, mudah2an bersih terus ya, bukan karena baru. Sedap-nya Ibu tersebut memilih dagingnya pintar-tidak berlemak, memasaknya juga tanpa MSG :)
Sop Tulang Sumsum Semarang (Jawa Tengah) di Jln Saharjo. Akhirnya saya bisa menemukan warung makanan khas Semarang, dipinggir jalan Saharjo. Sayangnya karena tempatnya terbuka, jadi banyak debu di meja dan kursi-nya. Tapi makan Sumsum "utuh" seperti ini agak sulit dicari di tempat lain sih....

BAKSO GEPENG & BAKSO SECENG

Nah, ini "sop" bakso, yang atas Bakso A Fung dan bawahnya bakso dari BMK alias Bakso Malang Karapitan. Kedua-nya sudah memiliki cabang di berbagai mall/tempat.

Saturday, February 8, 2014

Manisnya Hidup dengan Pemanis Sehat

Tekad saya di tahun 2014 H/1435 H dan Tahun Kuda : Meningkatkan kwalitas kesehatan dengan makanan/minuman yang sehat . Pastinya menjauhi aneka makanan yang proses pertumbuhannya menggunakan pupuk atau pestisida kimiawi. Go to the hell, Pupuk dan Pestisida Kimiawi!!

Percuma kampanye hidup sehat dan menjadi vegetarian andaikan sayuran yang kita konsumsi pada proses pertaniannya menggunakan pupuk atau pestisida buatan industri/pabrik besar (sintetis).
Tekad tersebut diantaranya untuk mensyukuri nikmat sehat yang Tuhan berikan. Tuhan Mahasempurna menganugerahkan sekaligus memberi amanah berupa kesehatan yang prima kepada saya hingga detik ini. Padahal Ibunda saya mengidap diabetes, dan menurut theory kesehatan anak-anaknya dapat mengidap Diabetes tipe 2. Secercah sinar, Prof.Sidartawan Soegondo MD,Ph.D FACE, Ketua PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) mengatakan bahwa kita bisa mencegah diabetes tipe 2 ini dengan cara jangan menjadi gemuk alias diet.
Nggak boleh gemuk en harus diet??? Gubraaak...betapa pahitnya hidup ini apabila saya diharuskan ber-diet dengan membatasi aneka makanan yang lezat. Sedangkan saya adalah seorang Food Blogger yang seringkali diundang oleh restaurant ternama untuk melakukan foodtesting. Kalau cuma kondangan atau diundang menghadiri event (yang juga banyak di selenggarakan di tempat-tempat makan) barangkali saya bisa memilah-milah makanan sehat agar saya dapat melakukan diet.
Tuhan-pun selalu memberi solusi apabila kita ada tekad untuk kebaikan. Saya tetap dapat beraktifitas di dunia kuliner, dan pastinya menyantap makanan lezat tersebut (Asalkan tidak kalap!) di berbagai restaurant namun jikalau diluar event tersebut saya selalu konsumsi makanan sehat dan tetap lezat :)


SAYA, IBU dan GULA
Berbicara mengenai diabetes, tentunya kita tidak akan bisa melepas dari gula atau pemanis. Selama ini ibu saya mengkonsumsi gula rendah kalori terkenal buatan pabrik yang dikhususkan untuk pengidap diabetes. Setelah saya pikir lagi rasanya nggak mungkin ah nggak ada alternatif lain selain gula pabrik tersebut. Lagipula gula yang dikonsumsi ibu khan bukan organik dan sepertinya mau nggak mau pasti ada pengawetnya deh!
Ibu saya sudah yakin dengan gula tersebut. Korban iklan deh....hihihi...
Padahal dahulu saya seringkali mengkonsumsi gula aren yang diolah oleh nenek, adik ayah (tante) dan sepupu.Oh ya, berbicara mengenai gula aren ketika kecil saya kerapkali diajak ayah saya berwisata ke Kebumen Jawa Tengah. Penduduk sana banyak yang membuat gula aren sebagai industri rumahan. Saya yang berusia belum 10 tahun mengamati para ibu membuat gula aren dengan wajan ekstra besar, kemudian mereka memberikan segelas kecil gula aren yang masih mengental kepada saya. Seingat saya betapa nikmatnya, walau belum diolah menjadi makanan dan minuman.
Gula aren yang dibuat oleh para ibu di Kebumen Jawa Tengah itu barangkali merupakan Palm Sugar,mengingat banyak pohon kelapa/palm/siwalan yang tumbuh disana, sekarang sudah pada ngerti belum apa yang dimaksud "Palm Sugar"??? Palm sugar atau gula aren (bahasa Indonesia) adalah jenis pemanis yang digunakan masyarakat Asia Tenggara sejak ratusan tahun yang lalu.Bahan bakunya berasal dari pohon Aren (Arenga Pinnata) yang tumbuh tersebar di seluruh Indonesia.

Memang perbedaan gula pasir yang sudah eksis di masyarakat dengan gula merah apa sih?
Gula Pasir (Cane Sugar) : 
Manis dan mengandung glukosa yang tinggi, kandungan garam mineralnya tidak ada dan tidak mengandung nutrisi, tidak baik untuk kesehatan (Memicu batuk dan demam, terkadang menimbulkan radang tenggorokan). Nggak bisa diandalkan untuk kita yang ingin sehat. Cuma manis sesaat. Manis namun berefek racun...hehehe...
Gula Aren (Palm Sugar) :
Tidak sekedar manis, bahkan rasanya lezat dan khasiatnya bagaikan madu, yang jelas sangat baik untuk kesehatan karena terdapat kandungan mineral dan kadar glukosanya rendah, mengandung vitamin C, protein, thiamine, nicotinic acid, riboflavin, ascorbic. Dapat digunakan sebagai therapi kesehatan untuk asma,anemia, diabetes, batuk, demam, kusta. Sangat baik untuk pertumbuhan anak, gigi kuat, meredam panas pankreas, memperkuat kerja jantung, DIET bahkan sebagai makanan awal bagi penderita typhoid.

GULA AREN, KEMBALI KE KEHIDUPAN MANIS
Menemukan gula aren organik di kota metropolitan Jakarta, disaat saya sedang mencanangkan meningkatkan kwalitas kesehatan agar hidup selalu manis seperti gula benar-benar merupakan peristiwa manis. Apalagi menemukannya dekat dengan tempat tinggal saya. Mungkin banyak gula aren di jual di pasaran, tetapi apakah kebersihan dan kehalalannya terjamin? Apakah bahan baku-nya organik? Belum tentu khan? :) *Boro-boro organik, terjaga kebersihannya saja sudah bagus :D Sedangkan kebersihan adalah sebagian dari iman khan?
Pertemuan awal dengan Arenga adalah saat saya menemani kakak sulung membeli paket herbal di ITC Cempaka Mas. Kakak sulung saya secara berkala membeli paket herbal kesehatan untuk kakak ke-2  yang bertempat tinggal di Belanda. Kebayang khan, kakak saya yang tinggal lebih dari 20 tahun di Eropa saja masih memercayakan perawatan kesehatan dan pengobatan dengan metode alami Indonesia ? :)
Di toko herbal terkenal itu saya melihat-lihat berbagai produk sambil (kembali) bersyukur. Ya bersyukur dikarenakan saya "tidak memerlukan" paket herbal untuk menyembuhkan penyakit . Dengan kata lain : Saya Sehat.


Pandangan mata saya terhenti melihat deretan pemanis yang berderet di dekat tempat duduk. Saya meraih kemasan pemanis tersebut. Mengamati kemasan bertuliskan :
Arenga your healthy choice "Organic Palm Sugar" : All Purpose Organic Sweeteners.
Ingredient : 100 % Arenga Sugar. 
Pemanis organik untuk :
  • Kopi, teh, susu, coklat, sereal, cincau, es kelapa muda, kacang hijau, dll.
  • Minuman herbal : Jahe, beras kencur, temulawak dll
  • Aneka kue basah, kue kering, roti, dll
  • Penyedap aneka masakan
Selain itu  pada kemasan juga tercantum label halal dari Majelis Ulama Indonesia dan Certified by IMO (Institute for Marketecology) Control. Nutrition Facts-nya tercantum lengkap.
Tanpa ragu lagi saya mengambil beberapa kemasan Organic Palm Sugar tersebut. Untuk saya, assisten rumah tangga keluarga (supaya kalau masak atau bikin minuman untuk tamu menggunakan pemanis ini) dan satu lagi saya akan rekomendasikan untuk ibu . Semoga ibu saya cocok dengan Gula Semut Aren yang satu ini, dan semoga dengan menggunakan gula ini pada makanan dan minuman kami sehari-hari maka kwalitas kesehatan kami lebih meningkat. Gula Aren ini juga akan saya bawa saat beraktifitas sehari-hari, jadi kalau sedang mampir ke restaurant saya tidak akan segan untuk meminta ke waitress-nya untuk mengganti pemanis pada minuman yang saya pesan.

Jadi demikianlah cara saya memberi keseimbangan makanan dan minuman agar tetap sehat , yakni :
  • Mengganti pemanis dengan Organic Palm Sugar pada makanan dan minuman yang sehari-hari saya konsumsi.
  • Tidak pantangan meminum/makanan apapun jenisnya, selama bahan makanan/minuman tersebut organik dan halal. Karena keyakinan saya bahwa kita tidak boleh "mengharamkan" suatu makanan/minuman jika itu tidak diharamkan oleh agama saya. Saya tidak akan menjadi vegan karena agama saya menganjurkan bahwa kita harus makan daging, minimal setahun sekali pada hari raya Qurban. Tuhan telah menciptakan hewan yang  memiliki berbagai kandungan pada tubuhnya bermanfaat bagi manusia.
  • Memberi keseimbangan makanan/minuman pada tubuh kita. Tidak semua buah baik bagi kesehatan loh! Buah-buah yang warnanya seuuugeeer, seperti jenis jeruk tertentu justru tidak baik bagi diabetesi, dikarenakan kadar gula yang terkandung pada buah tersebut sangat tinggi. 
  • Makan dan minumlah apapun juga, asalkan seimbang nutrisinya - sesuai yang diperlukan tubuh. 
  • Minum dengan air mineral yang sehat, misalnya air alkali, oxigen, microcluster.
  • Selalu menjaga kebersihan makanan/minuman yang dikonsumsi.
Diet dengan cara diatas,saya tetap dapat menghadiri acara nikahan/ulangtahun/gathering atau foodtesting dengan tenang, pastinya tetap merasakan manisnya kehidupan ini :)  Sederhana khan? Nggak perlu sering membeli makanan/minuman suplement yang harganya sampai jutaan rupiah (Beli sesekali juga nggak masalah sih, daripada junkfood :D ). Diet lebih hemat dan tak tersiksa dengan mengganti pemanis makanan/minuman dengan pemanis sehat, selain itu bisa mendukung pertanian Indonesia. Pihak industri seperti Arenga juga bisa memberi edukasi ke petani agar bahan produksinya tidak tercemar pupuk dan pestisida kimia serta edukasi mengenai kebersihan ke para pedagang kecil.

Apapun makanan/minumannya, pemanisnya....PEMANIS SEHAT :)

Indonesia merupakan negara produsen gula aren terbesar di Asia yang , bahkan bisa jadi sebagai produsen terbesar gula aren di dunia. Yuk budayakan penggunaan gula aren ORGANIK, kemudian kita klaim kenyataan bahwa Indonesia adalah yang terbesar dalam industri ini.


Selain Gula Semut Aren Arenga juga memproduksi Gula Aren Cair (Ada varian Durian loh!). Bakalan beli nih yang gula cair, so diet bukan berarti "mati gaya" kalau sedang berkumpul dengan aktifis kuliner dong yaaa... :)


"Ikutan Menulis Tentang Pemanis Sehat Yuuuk..."

http://eviindrawanto.com/2014/01/lomba-blog-peduli-pemanis-sehat/

Saturday, March 30, 2013

Kopi Oey Rawamangun : Ayam Kuah Asam #4thKopiOey [CLOSED]

Tampak Depan Kopi Oey Rawamangun

Kopi Oey adalah outlet ngopi atau makan ala tempo doeloe milik Bapak Bondan Winarno. Awalnya dibuka oulet di Jln.H.Agus Salim (Sabang) Jakarta Pusat. Hingga sekarang membuka cabang di banyak tempat serta tersebar di beberapa kota di Indonesia. Salah satu outlet-nya berada di Rawamangun – Jakarta Timur.
Tanggal 27 Maret 2013 dalam rangka ulang tahunnya yang ke-4 PT.Koptiam Oey Indonesia mengadakan ajang kompetisi “Kreasi Menu Oey 2013”. Masing-masing outlet berkompetisi membuat menu baru. Dipilihlah masing-masing 5 Juri yang menilai menu tersebut. Bersyukur, saya terpilih menjadi Juri di outlet Rawamangun (Yang baru -/+ 1 bulan beroperasi) karena lokasi outlet yang dekat dengan domisili saya.


Inilah penilaian saya sebagai salah satu “PENDEKAR KULINER INDONESIA 2013”

Nama Menu Outlet Kopi Tiam Rawamangun Jakarta Timur
AYAM KUAH ASAM


Kreatifitas Menu :
Nama menu yang disajikan oleh Kopi Oey Rawamangun Jakarta Timur dalam Pendekar Kuliner Indonesia adalah : Ayam Kuah Asam. Keharuman dan tampilan masakan ini mengingatkan saya pada menu Garang Asam Kuah (Bukan yang di-“tum” dengan daun pisang), yakni menu khas daerah Jawa Tengah.
Tampak awal begitu masakan disajikan oleh Waiter (Keponakan : Istilah yang diberi oleh Kopi Oey untuk para petugas) terlihat : Potongan ayam bagian paha atas, irisan cabe merah,irisan tomat hijau muda, dan potongan daun kemangi.Dengan hijau keemasan dan tidak terlalu bening....hhmmm, memaksa saya untuk mengira-ngira apakah dimasak dengan menggunakan santan kelapa atau tidak :D Yang tidak terlihat adalah kentang yang dipotong berbentuk kotak-kotak kecil. Baru terlihat jika kita aduk dan mengangkatnya dengan sendok.
Yang pasti menu ini pada umumnya dimakan menjadi lauk pauk, bukan menu kudapan. Secara umum sih menu terlihat biasa, namun di era fastfood yang sudah bertaburan di kaki lima, menu ini termasuk cukup unik. Sudah amat jarang rumah makan atau resto menyajikan menu seperti ini.
Oh ya, syarat untuk menilai dan mengapreasi menu makanan dan minuman adalah dalam kondisi sehat (fit) agar tidak mempengaruhi penciuman aroma dan rasa. Oleh karena-nya saya menganjurkan untuk Tamoe yang memang berniat mencoba dan mengapresiasi makanan adalah dalam kondisi fit....ya supaya nggak protes,”Laaah, ini kok aroma-nya aneh sih?” atau “Loh, ini agak pahit ya?”. Itu bukan “salah” makanan-nya, Bro...itu karena kondisi kesehatan yang berpengaruh terhadap apa yang kita nikmati. Selezat apapun makanan kalau kondisi kesehatan lagi nggak fit, tetap aja jadi mempengaruhi. Oleh karenanya saya tidak mengatakan bahwa menu Ayam Kuah Asam ini cocok untuk yang sedang mengalami kondisi kesehatan yang sedang “ini” atau sedang “itu”....
Nah, kalau kondisi cuaca baru deh bisa direkomendasikan, misalnya : Ayam Kuah Asam ini asyiknya untuk kondisi cuaca yang dingin atau hujan, disaat makan siang. Tetapi kalau kita menikmatinya di saat malam hari...ya silakan saja karena tidak mempengaruhi rasa selama kondisi kesehatan baik.
Cabai merah dan tomat hijau yang terdapat di Ayam Kuah Asam ini baik untuk asupan vitamin pada tubuh kita. Karena santannya tidak sepekat Garang Asam, maka mudah-mudahan relatif aman dimakan untuk makan malam. Kalau dikurangi atau tanpa nasi juga oke banget, seperti makan soto saja tuh. Bahkan lebih segar, lagipula di menu Ayam Kuah Asam sudah terdapat kentang, jadi dengan berkurangnya nasi putih tetap saja baik bagi tubuh kita.
Scala Penilaian Indikator 1  : 7.5 dari 10


Waktu dan Cara Penyajian Menu :
Beberapa kali saya datang ke beberapa outlet Kopi Oey, dan biasanya waktu yang diperlukan untuk menyajikan menu lebih dari 15 menit – bahkan pernah di cabang Jakarta Selatan kami “dipaksa” kehausan, padahal saat itu kami sedang berbuka puasa bersama! Nah, tetapi di Kopi Oey Rawamangun saya hanya memerlukan waktu 3 menit untuk mendapatkan Ice Lemon Tea sebagai minuman! Apa karena selama ini saya datang ke Kopi Oey (cabang lain) secara berombongan sehingga memerlukan waktu yang cukup lama?
Bahkan menu Ayam Kuah Asam bersama nasi-nya disajikan tidak sampai 10 menit menunggu. Kondisi-nya juga masih hangat mengepul, segar disajikan di sore itu. Terbayang deh, menu ini dapat menjadi menu unggulan di hari yang “basah”. Jadi menurut saya pribadi yang lebih menarik justru aroma pada indra penciuman dan rasa dibandingkan tampilan indra penglihatan, namun alangkah lebih baik lagi air kuahnya ditambah agar garnish dan ayam-nya tidak terkesan “tenggelam” dalam kehimpitan. Ditambah bawang goreng seru kali yaaa?hahaha...ini selera saya pribadi loh :)
Scala Penilaian Indikator 2 : 8 dari 10

Cara Pelayanan :
Sikap Waiter/Waitress (Di Kopi Oey disebutnya : Keponakan) terkesan wajar alias tidak banyak omongan dalam melayani saya sebagai Juri ‘Kreasi Menu Oey 2013’ atau Pendekar Kuliner Indonesia. Saya memang lebih nyaman jika di sutu resto/rumah makan/cafe para Waiter/Waitress-nya bersikap wajar. Khan sekarang banyak tuh tempat makan yang melayani pengunjungnya dengan keramahan bagai robot yang setiap kata dan sikapnya seakan sudah di-program oleh management F&B Industry...hehehe, sampai kalau udah kesal pengen ngomong,”Mbak/Mas, saya sudah hafal deh apa yang Mbak/Mas ingin jelaskan ke saya...” Hahaha...soalnya dari satu cabang ke cabang lain apa yang diomongin mereka sama persis, seperti orang yang menghafal!
Para Keponakan melayani dengan mengenakan seragam sportif kaos berwarna hitam. Good, kalau ada yang kotor tidak langsung terlihat. Tetapi barangkali lebih seru andai para Keponakan mengenakan seragam yang unik ala tempo dulu, yang simple saja kok atau ditambah assesoris barangkali.
Scala Penilaian Indicator 3 : 7.5 dari 10


Kondisi & Suasana Outlet :
[Lokasi] Kopi Oey Rawamangun menempati sebuah ruko di daerah yang ramai. Sangat strategis, banyak kendaraan umum (Dari Bajaj, Ojeg,Taksi,Angkot,Mikrolet,Metromini) lewat di depat outlet Kopi Oey Rawamangun, bahkan tidak seberapa jauh dari jalur  rute Transjakarta no.4 (Pulo Gadung/TU Gas – Dukuh Atas). Oh ya, beberapa kali admin social media mengatakan bahwa outlet Kopi Oey Rawamangun terletak di TEPAT di depan Tip Top Swalayan. Padahal letak Kopi Oey Rawamangun tidak tepat di depan/seberang Tip Top. Tepat di depan/seberang Tip Top banyak berderet tempat makan lainnya.Sedangkan Kopi Oey Rawamangun terletak di seberang ruko yang berada di Jln Balai Pustaka tersebut. Jika kita menyeberang dari Tip Top maka kita masih harus berjalan sekitar 100 meter lagi ke arah Jalan Pemuda atau Apotik Rini. Ya, Kopi Oey Rawamangun terletak sejajar dengan Apotik Rini, salah satu apotik yang legendaris juga di Jakarta.
[Ruangan Outlet] Kondisi ruko Kopi Oey Rawamangun termasuk mungil, terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah untuk Non Smoker yang terdiri dari ruangan 6 – 7 meja berkapasitas 4 orang. Di teras juga terdapat meja dan kursi bagi yang ingin menikmati suasana non-AC. Sedangkan lantai atas digunakan untuk Smoker.
Kebersihan relatif terjaga bersih, karena jika terlihat peralatan makan yang menumpuk maka para Keponakan dengan cekatan mengangkat peralatan makan yang sudah digunakan. Yang jelas kebersihan masih terjaga dikarenakan oulet Kopi Oey Rawamangun masih termasuk baru. Baru sebulanan beroperasi-nya. Sayangnya ketika saya berkunjung sedang ada pemasangan (service) TV yang ada di outlet sehingga sempat menimbulkan suara yang mengganggu suasana (Jedak...jeduk...duk...duk...dok).
Bentuk ruangan sih seperti biasa, layaknya ruko namun lukisan, kasir dan beberapa interior menampakkan kesan tempo dulu. Apalagi yang menjadi backsound selama di dalam ruangan adalah lagu-lagu keroncong tempo doeloe, misalnya : Bengawan Solo...yang memang versi tempo doeloe.
[Service Keponakan ke Tamoe dan Kasir] Ketika pertama kali saya berkunjung ke Kopi Oey Rawamangun (Baru seminggu beroperasi) para Tamoe memesan makanan di kasir dan langsung membayar pesanan tersebut. Ketika disodorkan angket oleh Keponakan yang ada disana, saya menuliskan sikap “protes” saya karena kalau memesan dan membayar pesanan secara langsung di kasir kok ya saya berasa makan di tempat makan fastfood/junkfood ala Amerika gitu. Nah, ternyata tanggal 27 Maret 2013 saya melihat Keponakan langsung mengantar daftar menu dan mencatat menu yang ingin dipesan oleh para Tamoe. Seperti di outlet Kopi Oey lainnya-lah, walaupun di desk Kasir saya masih melihat tulisan “Pesan dan Bayar Disini”
[Warta Koffie] adalah koran yang diterbitkan oleh PT Kopitiam Oey Indonesia, terdapat di setiap meja. Di media ini terdapat voucher dan informasi promosi Kopi Oey di beberapa outlet.
Scala Penilaian Indicator 4 : 8 dari 10 


Kesimpulan :
Kritik dan Saran  :
·         Untuk menu Ayam Kuah Asam : Apabila menu ditawarkan kepada Tamoe yang ingin memesan, alangkah lebih baiknya jika Keponakan menanyakan kepada Tamoe bagian ayam mana yang diinginkan oleh Tamoe (Dada/Ayam/Sayap atau bahkan Ceker) karena tidak semua Tamoe menyukai semua bagian ayam.
·         Kalau banyak Tamoe sebaiknya ada Keponakan yang berada di ruangan outlet yang memudahkan Tamoe untuk memanggil jika memerlukan/bertanya sesuatu . So para Keponakan jangan pada bergerombol di dalam dapoer. Saya pernah loh, masuk ke ruangan Kopi Oey dengan gaya celingak-celinguk nggak ngerti Keponakan pada dimana, sehingga saya dan saudara saya nyaris teriak,”Permiiiisssiiii....Puuunttteeeen.....Assalamu’alaikum....”. Ya karena outlet cabang Kopi Oey-nya mirip rumah tempo doeloe juga, jadi benar-benar berasa bertamu deh.
·         Walaupun tidak berharap pelayanan yang istimewa bak raja, sebaiknya jika ada Tamoe yang sudah akan pergi dibukakan pintu-nya apabila ada Keponakan yang berada di dekat pintu masuk/keluar. Begitu pula jika ada Tamoe yang datang, selayaknya disambut dengan wajar agar tidak terulang pengalaman saya ala mertamu di rumah kosong...hehehe...
·         Yang jelas : Kebersihan harus selalu terjaga. Walaupun suasana tempo doeloe, tetapi harus terlihat ‘cling’ – bersih mengkilat baik ruangan maupun makanan dan peralatannya. Termasuk selalu di jaga kebersihan para Keponakan.

Kopi Oey RAWAMANGUN Jakarta Timur :
Jln.Balai Pustaka Raya 13 B
Rawamangun – Jakarta Timur