Sunday, February 20, 2011

Suatu Pagi di My Cafe Medan

Saya : Mas,scramble egg-nya diacak2 ya (request.com)
Abang : Apa aja,Bu?
Saya : Ini...ini...ini (menunjuk2 bahan)
Abang : Iya....

*Menanti jeda....Si Abang Tukang bikin telor mempersiapkan masakannya.

Saya : Saya tunggu sini atau nanti diantar ke meja saya?
Abang : Nanti diantar...

*Saya kembali ke meja dan kursi kapasitas 2 orang yang berjejeran dengan Jln.Selat Panjang.Di hadapan saya telah terdapat sepiring besar berisikan secumit Nasi Goreng, Soun Goreng serta secangkir kopi dan juice Markisa khas Medan. Selang waktu 4 orang yang diantaranya bukan asli Indonesia duduk di seberang meja saya dan menuju ke "Abang Tukang Telor" , tak lama kembali ke meja mereka dengan tangannya membawa aneka gorengan telor di piring.
Spontan saya melirik tajam ke arah "Abang Tukang Telor" yang sedang dikerubuti tamu lainnya. Antara 2 - 3 menit dari lirikan itu saya-pun langsung menuju ke stand-nya! *pagi2 ngajak ribut nih orang!

Saya : Seharusnya khan saya duluan yang pesan.Kenapa orang itu yang dikasih? Tadi khan saya tanya apa saya harus tunggu disini atau di antar, kok katanya diantar? Tapi orang2 itu yang dikasih duluan.
Abang : Mereka pesan duluan...
Saya : Loh, saya datang duluan.Tadi tempat itu masih kosong waktu saya datang.
Abang : Tapi mereka pesan dulu...*ketakutan en alasannya gak banget!
Saya : Oh, emang bisa ya pesan telepon dari kamar sebelum tamu datang kesini?
Abang : Mereka pesan dari semalam...*berkelitnya hebat!Padahal semalam saya dinner di resto ini, dan aneh banget yak kalau pesan telor ceplok doang pesannya dari semalam ;-p
Saya : Waaah, kalau ngerti gitu sih saya pesannya pas waktu saya check in kamar aja yaaaa.....*Tamu cowok disebelah saya sibuk menahan cengir mendengar ledekan saya ke Abang Tukang Telor.

*Kali ini saya berdiri saja di depan stand telor ,"menodong" agar orang ini memasak telor untuk saya.
Saya : Saya pesan sekarang ya, tolong masakkan telor untuk saya sesuai yang saya katakan tadi. Bisa khan? Jadi besok pagi saya kesini pesanan saya harus udah jadi....
Abang Tukang Telor itu terdiam,tp sepertinya sih dalam hati panic....Hahaha, makanye gak usah berkelit dengan blo'on gitu dah! ;-p

Kesan Breakfast hari ini di My Dream Hotel Medan tak sebaik dinner saya di resto yang sama tadi malam. Untuk dinner semalam TOP punya deh! Sup Kepiting yang kepiting-nya sebanyak itu hanya dibandrol Rp 10.000,- +10% dan Nasi Goreng Seafood @ Rp 17.500,- + 10%. Harga di hotel berbintang 3 loh! Mantap bangeeet....relatif aman untuk saya yang bukan peng-konsumsi B2 yang banyak dijual disekitar hotel.

Friday, January 7, 2011

7 Hari 2011 Apa Yang Sudah Saya Makan???

Tak terasa seminggu sudah saya menjejakkan kaki di tahun 2011. Apa saja ya yang saya makan??? Ih apa maksud-nya sih mengingat apa saja yang sudah makan?? At least ada record-lah untuk mengetahui kesehatan saya dikemudian hari. Alhamdulillah sih hingga saat ini saya diberkahi oleh Yang Maha Kuasa kesehatan yang luar biasa baik ;-) Nikmat mana hayo yang bisa kita dustakan?...
Bersyukur pula bahwa saya diberikan rezeki yang banyak oleh Yang Maha Pemberi Rezeki. Rezeki bukan dalam wujud nilai tunai uang ya, karena seringkali saat uang di dompet/tas/ATM hanya Rp 50.000 ,- namun saya bisa makan di suatu tempat yang nota akhirnya sampai mencapai lebih Rp 500.000 ,-. Jujur deh, nggak pakai cuci piring setelah itu...hehehe.

Let's check deh...
Tanggal 1 January 2011 sekitar 2 jam dari firework La Piazza berdentum saya, Amel,Abi,Tias,Inu,Umi dan Bimo makan di pelataran apartement Kelapa Gading. Tepatnya di tenda seafood 'Ratu Kepiting' yang sayangnya sang kepiting sudah habis. Yaaa, namanya juga udah memasuki waktu sahur, so kita kedapatan yang masih ada aja. Apa aja ya? Seingat saya aya,, Puyung Hai...dan apalagi ya? Lupa ah, pokoke pagi itu yang bayarin Bimo yang juga mengantar saya dengan Honda Odyssey-nya pulang ke rumah.
Siangnya saya makan di rumah Mbak Naning di Cibubur, dengan menu Udang Goreng Mayones, Sapo Tahu dan Mie Ayam Pangsit. Sebelumnya sih sempat makan spageti paket goceng-nya KFC berdua Fajar di Rawamangun Square.

Tanggal 2 perut kerucukan, saya langsung kabur naik angkot ke Mall Kelapa Gading. Keluar pagar rumah seorang diri, diangkot sih bareng penumpang lain...hehehe. Hanya mengeluarkan uang Rp 2500 ,- dari depan rumah ke depan pintu Mall Kelapa Gading saya langsung menuju The Food Temptation. Pukul 15:26 bertransaksi Top Up Cash di kasir. Setor Rp 20.000 ,- hanya untuk mengetahui saldo di Licence to Eat Card yang saya miliki. Kemudian langsung melesat ke 'My Hanoi Express' yang merupakan "anak" dari 'My Hanoi House : Vietnamese Bistro'. Kali ini saya memesan 1 Vietnam Noodle Chiken (Mie goreng agak lebar bertabut ayam) yang satu bowl-nya Rp 10.000 ,-...murah khan? Minumnya Ice Lemon Tea.

Merasa perut belum kenyang saya pindah tempat ke 'Ichiban Sushi' yang masih di foodcourt MKG 3. Kali ini memesan Sanshoku. Namanya kok kayak my family name sih?whehehe....Artinya Ikan Koi kali yaa? Kalau di Ichiban Sushi sini sih harganya Rp 17.000 ,- berisikan 6 keping buntelan nasi yang membaluti Ikan Salmon, Telor dan Kepiting. And baru kali ini loh saya menyantap cemilan Jepang (pakai sumpit) ini dengan lahap-nya, bahkan kecap yang awalnya sudah saya masukkan washabi udah mau saya tenggak tuh.Padahal di New Zealand saya seringkali ditraktir makanan ini, tapi saya hanya makan 1 - 2 keping , itu-pun dengan perlahan sambil meringis-ringis. Bahkan saya bisa loh bikin cemilan ini, diajarin sama teman Jepang saya ;-) Ssttt...di resto-resto Jepang "berlampu merah", katanya menghidangkan makanan ini dari body cewek yang terbaring...yaks, Tuhaaaan...sadarkanlah mereka!
Sebenarnya perut belum kenyang, namun mengingat kita harus berhenti makan sebelum kenyang maka saya segera meninggalkan tempat makan yang terletak di lantai 3 ini.

Tanggal 3 take away dari Warung Pasta Rawamangun untuk makan malam, menu-nya Snow in Sahara ukuran Small dan Tuna Chunk. Total yang harus dibayar Rp 35.075 ,-
Tanggal 6 balik lagi ke Warung Pasta Rawamangun...lagi-lagi take away sepulang dari kerja. Kali ini pesan Spicy Hot ukuran Medium plus Tuna Chunk (lagi). Yang harus dibayar Rp 42.550 ,-. Warung Pasta Rawamangun imut banget, jadi saya lebih prefer takeaway kalau ingin menikmati aneka makanan yang sangat menimbulkan gairah (loh?!) ini. Sayangnya nih kalau takeaway packaging-nya menggunakan styrofoam!Nggak ramah lingkungan banget sih?! Besok-besok saya harus bawa perkakas milik saya ah...(makanya jangan pernah absen membawa perkakas yang ramah lingkungan,An!).

Tanggal 5-nya seperti biasa...kalau lunch dekat kantor saya seringkali kabur ke Mall Ambassador. Janjian sama Ika Azkaa di foodcourt-nya, dan kali ini saya menyantap Bakso Tom Yam dengan Es Teh Tawar di Papa Tom Yam. Masih ditambah lagi Empek Empek Bangka dari Dessert. Ika yang sebenarnya sudah makan sebelum bersama saya sampai dikomentarin,"Itu makan siang atau wisata kuliner?!" Hahaha...asyiknya kami berdua adalah sulit menjadi gemuk walau makan udah kayak orang ngamuk!

Wednesday, December 15, 2010

Open Rice Indonesia

Awalnya saya mengetahui mengenai website OpenRice Indonesia dari koran Seputar Indonesia. Menawarkan aneka jenis restaurant dari berbagai cita rasa, baik makanan maupun minuman. Dari makanan besar hingga cemilan. Dari restaurant Eropa ala aristokrat hingga warung khas pedesaan Indonesia (namun dengan penyajian yang disesuaikan dengan masyarakat metropolitan).

Yang paling mengasyikkan dari OpenRice Indonesia adalah semua masyarakat boleh mengirimkan pengalaman mereka ketika berkunjung dan mencoba aneka hidangan kuliner yang ada di restaurants yang mereka pernah kunjungi, bahkan saat ini OpenRice Indonesia juga membagi - bagikan tiket menonton gratis di cinema...hhuuuiii, ngerti aja dah apa yang daku suka * hus, maksudnya yang disuka kebanyakan masyarakat metropolitan - bukan daku aja kaaaleee..Kelewat narsis banget daku yak?! ;-p

Tambahan saran untuk OpenRice Indonesia nih, yaitu : tolong dong beri informasi di setiap restaurant yang di-reviews atau ditampilkan, mana-mana saja restaurant yang memiliki sertifikat halal dari MUI. At least kalau nggak ada sertifikat MUI bisa kasih informasi manakah restaurant yang tidak menggunakan bahan dari hewan babi (semua unsur babi ya, termasuk minyaknya...NO...NO...NO...). Yang membuat saya sering teriris hatinya (duh lebay) es krim import nan yummy itu ternyata ada yang gelatin (whatever dah!) dari hewan yang satu ini. Diharapkan lagi OpenRice Indonesia juga memberi informasi minuman mana saja yang tidak mengandung alkohol.

Cerita soal makanan lezat, minuman enak, tempat nongkrong yang asyik dan menjual aneka makanan dan minuman??? Bebas bercerita tentang apapun mengenai restaurant di sekelilingmu - tapi sementara ini masih di wilayah seputaran Jabodetabek dan Bandung. Menikmati makanan seorang diri atau bersama - sama orang beberapa kelurahan...ayo deh silakan kamu ceritakan di OpenRice Indonesia.

Mau cari info mengenai apapun tentang F & B juga bisa dilakukan di OpenRice Indonesia. Sesuai namanya OpenRice Indonesia bersifat open bagi semua orang. Lebih seru lagi nih andai OpenRice Indonesia mengadakan aneka kompetisi dan quiz berhadiah secara periodik!

Tapi sepertinya sudah mulai kok, saat ini kita semua bisa dapat discount, 3x cerita alias mengirimkan 3 reviews mendapatkan 1 tiket nonton di cinema kesayangan, bahkan bisa dapat Blackberry gratis! Waaaddduuuhhh...jangan pada ngirim deh, supaya daku aja yang bisa dapetin Blackberry gratisannya,,,;-p


Monday, November 1, 2010

Warung (Cafe) Nasi Goreng Kemang



Malam minggu terakhir di bulan Oktober 2010 saya, Amel, Bimo dan Fajar berangkat dari Amel's House dengan Starlet yang dikemudikan Bimo menuju Pejaten Village. Niat di PenVil membeli tiket film 'The Social Network' di XXI kemudian langsung mencari makanan di luar – karena niat kami adalah menonton midnight yang masih ada waktu sekitar 2 jam-an lagi,,,
Kami parkir sembarangan...sampai ditegor tukang parkirnya...hehehe,cuma sebentar kok, Pak! Akhirnya saya dan Amel deh yang naik ke XXI dan membeli tiket untuk 4 orang dan langsung turun lagi ke lobby – naik mobil dan langsung keluar dari area PenVil menuju Kemang area. Tadi sore saya dan Amel melihat artikel mengenai Nasi Goreng Ijo Kemang di tabloid Genie.
Karena kami berdua tidak membawa tabloid-nya jadilah kita mencari alamatnya melalui Amel's Blackberry. Kemudian Bimo dan Fajar menginput alamat yang telah ditemukan tersebut ke GPS yang terpasang di dashboard. Melajulah kami mengikuti petunjuk GPS...
Sampailah kita di Warung Nasi Goreng Kemang yang telah berubah wujud menjadi resto semi cafe. Kami berempat memilih area non-smoking (in door). Diluar terlihat giant screen yang menayangkan penyanyi-penyanyi dunia – diantaranya lagu Millenium-nya si Om Robbie William (Berasa kelempar waktu terakhir ke NZ deh...).
Pelayanan-nya lumayan cepat loh, saya dan Amel memesan : Nasi Goreng Ijo, Bimo dan Fajar memesan : Nasi Goreng Kampung. Keduanya harga perporsi-nya Rp 27.000 + tax. Minumannya Bimo memesan Ice Coklat dan saya Air Oxy yang masing-masing dibandrol Rp 13.000 + tax. Sedangkan Amel dan Fajar memesan Blended Caramel seharga @ Rp 27.000 + tax.
Kami makan dengan kilat, mengingat waktu yang tak banyak. Saya cukup menikmati Nasi Goreng Ijo yang pedasnya pas di selera saya – rasa pedasnya berasal dari sambel ijo. FYI ini tempat makan baru dibuka tahun 2010, sebelumnya hanya sebuah warung tenda yang letaknya di depan bangunan yang sekarang berdiri. Bahkan di halaman belakang terdapat space/taman yang dapat digunakan untuk pesta. Menu lain selain nasi goreng (Ada juga Nasi Goreng Tuna, Nasi Goreng Buntut) ada juga Tom Yum, Soto Ayam, Soto Betawi dan beberapa menu lainnya.
Dengan kecekatan pelayanan, kekhasan nasi goreng dan cozy-nya tempat ada niatlah saya untuk kembali makan disini :-)

Saturday, October 23, 2010

Ada Lobi Lobi di Gado Gado BOPLO

Tadi siang (23 Oktober 2010 - Sabtu) dari salon dekat rumah saya ikutan Mbak Yoen, Ibu dan Galuh (seperti biasa yang nyetir Toyota Altis Hitamnya) ke Gado Gado Boplo di Boulevard Kelapa Gading, makan siang karena waktu telah menunjukkan pukul setengah 2 siang.
Kami langsung menuju meja dengan kursi tepat untuk 4 orang. Berhubung ini tempat makan khas dengan Gado Gado-nya maka saya langsung memesan Gado Gado tanpa sayuran yang membuat mbak waitress-nya kebingungan dan menawarkan Lontong Tahu. Ogah, saya khan mau-nya Gado Gado, tapi tanpa sayur. Selalu, dimanapun saya memesan Gado Gado pasti taker order atau tukangnya melongo terlebih dahulu. Kalau ekspresi mereka udah melongo-ngok baru deh saya ngomong,"Pakek lontong, kentang, telor, jagung, tahu, tempe...tanpa sayur!". Terserah deh apa yang ada dibenak mereka, toh saya nggak pesan Mie Ayam tanpa Mie...(kalau ini silakan bingung deh...).
Kali ini Galuh memilih Nasi Goreng Buntut, Mbak Yoen memesan Mie Juhi dan Ibu memesan Gado Gado Lontong "normal". Saya sempat kegirangan melihat standing menu di atas meja yang bergambarkan 'Es Lobi Lobi'. Sudah lama saya mendambakan buah tropis yang mulai terlihat jarang di pasaran - bahkan nyaris sudah tak terlihat lagi. Minggu lalu di sebuah toko manisan di Mall Kelapa Gading saya sempat mengatakan kepada Galuh bahwa saya sangat mendambakan buah berwarna merah ini, namun Galuh aja nggak ngerti buah bernama Lobi Lobi tersebut. Eh, ndilalah kali ini saya menemukan dan langsung memesannya. Slluuurrppp,,,ssyyyyiiiup! Syik...asyik...asyik!
Gado Gado Boplo di Boulevard Kelapa Gading merupakan salah satu cabang yang memiliki function room, dan terdapat mini stage yang digunakan untuk performa live music.
Selesai makan, tanpa basa basi dan tanpa bayar (karena Mbak Yoen yang bayar) saya langsung menuju Altis-nya Galuh yang terparkir di depannya. Memang kami sekedar makan disini karena setelah itu Galuh harus mengambil nomor test di Bapenas.
Jadi karena harus cepat - cepat pula menulis cerita ini, dan andai kalian ingin mengetahui mengenai apa dan bagaimana tempat makan yang satu ini, silakan kunjungi website-nya yang sangat informatif.